Connect with us

Berita Utama

Update 15 Mei 2020, Sulut Tembus 105 Kasus Covid-19

Published

on

DATA per 15 Mei 2020, jumlah orang yang positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut), naik signifikan. Satgas Covid-19 Sulawesi Utara mengumumkan, Jumat (15/05/2020), ada tambahan 22 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah ini. Dan secara akumulatif, kasus di Sulut menembus tiga digit, yakni 105 kasus.   

Seperti dilansir www.komentaren.net, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel MPH mengatakan, penambahan kasus terbaru ini cukup mengejutkan, karena ada beberapa kluster yang menyumbangkan jumlah kasus cukup banyak.

Dandel mengatakan, terdapat tujuh kasus dari kluster Pinasungkulan. Namun yang terbanyak sesuai data, berasal dari kluster Faskes A dan B. Faskes B mencapai 8 kasus dan Faskes A ada 1 kasus. Dandel menambahkan, kluter Pinasungkulan menjadi perhatian tersendiri. Dia pun meminta agar warga tetap patuh pada protokol kesehatan.

Dia mengatakan, sebenarnya kasus ada 34 namun masih perlu verifikasi, dan yang terkonfirmasi baru 22 kasus. Itu dari hasil pemeriksaan 179 sampel di laboratorium. “Sebenarnya yang positif ada 34, tetapi  yang dilaporkan 22 kasus. Sisanya masih akan diverifikasi,” katanya.

Dandel juga menyebutkan, ada dugaan, para tenaga kesehatan tertular dari luar faskes. “Hal ini juga masih dilakukan penelitian,” tandasnya. Pada 22 kasus baru ini, diketahui ada anak-anak yakni Kasus 93. Pasien adalah laki-laki berusia 1 tahun di Manado dan tidak ada riwayat perjalanan.

Sedangkan pada pasien kasus 100, perempuan cilik berusia 10 tahun di Manado. Dia memiliki kontak erat risiko tinggi dengan kasus 46, pada klaster Pasar Pinasungkulan.

Sementara bocah lainnya, yakni pasien 88, seorang laki-laki (berusia 12 tahun), juga merupakan kontak erat risiko tinggi dari kasus 46 klaster pasar Pinasungkulan. (kmn/*)

 22 Kasus yang Bertambah Masing-masing:

  • Pasien 84 : Laki²,  26 Thn, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 85 : Laki²,  25 Tahun, Manado , Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 86 : Perempuan, 55 Tahun, Manado, Meninggal tgl 10 Mei, Klaster  Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 87 : Laki², 25 Tahun, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 88 : Laki², 12 Tahun, Manado, KERT Kasus 46, Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 89 : Laki², 26 Tahun, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 90 : Perempuan,  38 Tahun, Manado , Nakes Kota Manado
  • Pasien 91 : Laki², 51 Tahun, Manado , Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 92 : Laki², 24 Tahun, Sangihe, KERT Kasus 31 yang merupakan bagian Klaster Gowa
  • Pasien 93 : Anak Laki², 1 Tahun, Manado, Tidak ada riwayat perjalanan
  • Pasien 94 : Laki², 26 Tahun, Tomohon, Tidak ada riwayat perjalanan
  • Pasien 95 : Laki², 25 Tahun, Manado, Nakes, Faskes Klaster B
  • Pasien 96 : Laki², 43 Tahun, Manado, Karyawan Faskes Kota Manado, Klaster Faskes A
  • Pasien 97 : Laki², 34 Tahun, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 98 : Perempuan, 45 Tahun, Manado, Nakes di Institusi Kesehatan Kota Manado
  • Pasien 99 : Perempuan, 23 Tahun, Manado, KERT Kasus 46, Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 100 : Perempuan, 10 Tahun, KERT Kasus 46, Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 101 : Laki², 59 Tahun, Minahasa Utara, Tidak ada riwayat perjalanan
  • Pasien 102 : Laki², 15 Tahun, Manado, KERT Kasus 46, Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 103 : Perempuan, 48 Tahun, Manado, KERT Kasus 46, Klaster Pasar Pinasungkulan
  • Pasien 104 : Laki², 32 Tahun, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
  • Pasien 105 : Laki², 35 Tahun, Manado, Nakes, Klaster Faskes B
Continue Reading

Berita Utama

KPU Sulut Larang Bapaslon Bawa Massa dan Konvoi

Penetapan Calon Gubernur dan Wagub via Zoom

Published

on

By

Manado, Trensulut.com– Penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur oleh KPU Sulut tahun ini, berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Pasalnya di tengah pandemi ini, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dilarang membawa massa pendukung dan melakukan konvoi pada saat penetapan calon yang akan dilaksanakan Rabu, (23/09/2020), di Kantor KPU Sulut.

“Jika memenuhi persyaratan, paslon dilarang membawa massa pendukung. Juga menghindari perayaan perayaan atau euforia seperti pengumpulan massa, konvoi atau iring iringan agar tidak dilakukan, karena kita melaksankan pemilihan di masa pandemi covid 19. Dan ini harus dipatuhi oleh seluruh bakal calon,”jelas Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh, saat diwawancarai awak media.

Dikatakan Mewoh, dalam penetapan ini, KPU Sulut akan melakukan pleno secara internal terkait hasil verifikasi yang sudah dilakukan sepanjang tahapan berjalan. “Jika hasil verifikasinya memenuhi ketentuan persyaratan, baik pencalonan maupun syarat calon, maka kita akan tetapkan sebagai calon peserta pemilihan. Jika perseyaratan tidak memenuhi ketentuan, maka tidak kita tetapkan sebagai calon atau statusnya tidak memenuhi syarat,”ujar Mewoh.

Lanjutnya, setelah kita tetapkan, maka akan diumumkan secara luas melalui website KPU maupun papan pengumuman di KPU Sulut dan melalui media massa.

“Nantinya Paslon juga tidak hadir saat penetapan, hanya melalui via zoom. Paslon bisa hadir saat pencabutan nomor urut pada Kamis (24/09/2020) dengan catatan tidak membawa massa dan melakukan konvoi,”tegas Mewoh sambil mengimbau bagi bakal calon agar dapat menerima hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU.(ts)

Continue Reading

Berita Utama

Sulut United Rekrut Eks Timnas dari PSM Makassar

Dedi Gusmawan

Published

on

By

Manado, Trensulut.com – Klub kebanggaan warga Sulawesi Utara, Sulut United terus berbenah dalam menatap laga Liga 2 musim 2020. Guna terus menambah kekuatan tim, manajemen Sulut United resmi merekrut Dedi Gusmawan dari PSM Makassar dengan status pinjaman.

Berposisi sebagai pemain belakang, Dedi Gusmawan memiliki catatan karir yang menawan. Dedi Gusmawan mengawali karir di klub PSDS Deli Serdang yang merupakan klub asal tempat kelahirannya di Sumatera Utara.

Karir Dedi berlanjut bersama klub asal Pulau Sumatera lainnya yakni PSPS Pekanbaru pada tahun 2008 hingga 2012. Kemampuan Dedi terus berkembang dengan bergabung bersama Mitra Kukar pada tahun 2013.

Saat di Mitra Kukar, karir Timnas Senior seorang Dedi Gusmawan dimulai pada tahun 2014. Sebelumnya Dedi Gusmawan pula sering menjadi anggota skuad Timnas Indonesia di level Junior.

Sejak masih memperkuat PSDS Deli Serdang, Dedi telah mendapatkan panggilan Timnas. Selanjutnya Dedi Gusmawan kembali masuk skuad Tim Garuda saat dilatih oleh pelatih Alfred Riedl pada tahun 2016.

Terakhir pemain berusia 34 tahun tersebut mendapat panggilan Timnas pada tahun 2019 saat membela Semen Padang. Dedi Gusmawan pula pernah direkrut klub asal Myanmar, Zeyar Shwe Myay pada tahun 2015 sebelum akhirnya kembali memperkuat Mitra Kukar pada tahun 2016 hingga 2018.

Karir Dedi Gusmawan di Liga 1 kemudian dilanjutkan dengan membela Semen Padang di tahun 2019 dan PSM Makassar di tahun 2020 ini.

Segudang pengalaman serta kemampuan teknis seorang Dedi Gusmawan diharapkan manajemen Sulut United memperkuat komposisi pemain yang telah ada. “Dedi pemain berpengalaman, kedatangan dia akan memberikan pengaruh positif baik dari keharmonisan tim dan di taktikal,” ujar Manajer Tim Sulut United, Muhammad Ridho.

“Kita bersyukur ada tambahan pemain belakang Dedi Gusmawan, semoga dengan datangnya Dedi ini menambah kekuatan kita (Sulut United) di lini belakang dan juga menjadi kebersamaan serta kesatuan tim yang kuat untuk mencapai target,” ujar Head Coach Sulut United, Ricky Nelson. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Temukan Jerigen Hidrokarbon

Published

on

By

Jakarta, Trensulut.com – Api yang menyulut terjadinya kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI lalu, diduga kuat adanya unsur sabotase. Diperoleh informasi, penyidik Polri menemukan barang bukti di sisa puing kebakaran berupa jerigen yang dipakai mengisi cairan hidrokarbon di lokasi kejadian.

Temuan yang menguatkan adanya unsur sabotase itu, setelah penyidik melakukan enam kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini dibenarkan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan selain jeriken berisi cairan, ditemukan pula beberapa botol dan kaleng berisi cairan. “Beberapa botol berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng,” ungkap Listyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/09/2020).

Listyo mengungkapkan, ada sejumlah cairan yang mengandung senyawa hidrokarbon. Cairan itu mempercepat api menjalar ke bagian gedung lainnya. Temuan lain penyidik pun membawa pada kesimpulan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami berkomitmen untuk tidak ragu dalam memproses siapapun yang terlibat dan dihadapkan ke publik,” jelas dia. Sejauh ini, sudah 131 saksi yang diperiksa penyidik dari unsur pekerja renovasi, office boy, hingga pegawai dan PNS Kejagung. Di antaranya diketahui berada dekat dengan titik awal api yang kemudian membakar seluruh lantai Gedung Utama Kejagung. Saat ini  ahli pidana terus melakukan pendalaman  atas kasus ini. (lp/sbr)

Continue Reading

Trending