Connect with us

Uncategorized

Sebut Jokowi Seperti Banci, Habib Smith Dipanggil Polri

Published

on

MABES Polri melalui Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, memanggil Habib Bahar bin Smith. Smith terseret dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Informasi menyebutkan status perkaranya sudah naik ke penyidikan.

“Status perkara HBS yang ditangani Bareskrim sudah penyidikan, HBS akan dilaksanakan pemeriksaan besok Kamis (hari ini) di Bareskrim, sesuai surat panggilan dari penyidik, pukul 10.00 WIB,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono yang dilansir detikcom, Rabu (05/12/2018).

Polisi sendiri telah melayangkan surat panggilan kepada Smith untuk dimintai keterangan. Pada panggilan pertama, Habib Bahar mengaku tak menerima suratnya, hingga akhirnya polisi membuat surat panggilan baru dan memastikan surat telah diterima adik Habib Bahar.

“Surat panggilan baru, dipastikan telah diterima adik Habib Bahar bin Smith,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (04/12).

Polisi berharap Habib Bahar memenuhi undangan penyidik. Bila Habib Bahar tidak datang lagi, polisi akan mengirimkan surat panggilan kedua. “(Kalau tidak datang) akan dikirim lagi surat panggilan kedua,” ucap Syahar.

Habib Bahar sebelumnya memastikan akan memenuhi panggilan polisi. Habib Bahar mengatakan pihaknya baru saja menerima surat panggilan polisi.

“Iya, hadir, (akan) hadir saya,” ujar Habib Bahar. Pemeriksaan Habib Bahar merupakan tindak lanjut dari laporan Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia ke polisi. Laporan itu bermula dari ceramah Habib Bahar yang menyebut ‘Jokowi kayaknya banci’, yang viral di media sosial. Tak hanya menyebut Jokowi seperti banci, pernyataan keras lainnya juga dilontarkan Habib Bahar ke Jokowi.

“Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu, Jokowi,” demikian transkrip ceramah Habib Bahar bin Smith yang turut jadi lampiran laporan polisi oleh Cyber Indonesia. (dtc/ts)

Uncategorized

Tragis! Nelayan ini Gantung Diri usai Berpengucapan

Published

on

By

Sungguh tragis apa yang menimpa Jonry Salaheng (22) warga Tongkaina lingkungan V Kecamatan Bunaken, pasalnya lelaki yang berprofesi sebagai nelayan itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali dipohon pinggiran pantai Siladen.

Peristiwa naas itu terjadi di Kelurahan Bunaken lingkungan VII kecamatan Bunaken Kepulauan pada Senin (08/07) sekira pukul 06.00 Wita. Kapolsek Bunaken Kepulauan Ipda Denny Mossey saat di konfirmasi menjelaskan kronologi penemuan korban gantung diri tersebut. ”Kejadian pada hari minggu (07/07), korban bersama dengan keluarga pergi ke Pulau Siladen dalam rangka acara pengucapan syukur yang biasa dilaksanakan sebagai acara tahunan,” Jelasnya sembari menambahkan bahwa, sebelum kejadian, korban masih sempat berkumpul bersama teman-temannya.

”Pada jam empat subuh korban terlihat pergi berjalan ke pantai, namun tepat pada jam enam pagi saksi bernama Paulus yang merupakan calon ayah mertua korban, menemukanya dalam keadaan tergantung dan sudah tidak bernyawa di sebuah pohon dekat pantai, ”Bebernya.

Kapolsek sendiri mengaku belum ada dugaan pasti penyebab korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dan sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun diketahui korban sedang dalam persiapan untuk menikah. ”Keluarga korban sudah menyatakan menerima kematian korban dengan cara tersebut. dan menolak untuk melakukan autopsi, sementara korban sudah berada di rumah duka untuk disemayamkan,” ucap Kapolsek menutup. (rol)

Continue Reading

Uncategorized

Heboh! Mayat Tanpa Identitas ditemukan di Jembatan Megawati

Published

on

By

Manado – Sesosok mayat berjenis kelamin laki laki tanpa identitas, ditemukan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, tepatnya di bawah jembatan Megawati Kelurahan Calaca Lingkungan III Kecamatan Wenang. Kamis (4/7) sekitar 08.10 Wita.

Menurut keterangan saksi Ahmad Darise (50) yang adalah kepala lingkungan di Kelurahan Calaca Lingkungan III Kecamatan Wenang, menjelaskan. Dimana, saat itu saksi mendengar suara ribut ribut di jembatan megawati.

Karena merasa penasaran, saksi pergi ke jembatan dan melihat sesosok mayat dalam posisi tertelungkup yang tersangkut di pelampung yang diikat di jembatan. “Mayat tersebut yang diperkirakan berusia 30an tahun ditemukan dengan memakai kaos warna merah lengan hitam, dan memakai celana pendek warna hitam corak putih,” Ujar saksi.

Sementara itu, Kapolsek Wenang Kompol Jacky Wungkana membenarkan adanya penemuan mayat tersebut, “saat ini mayat tersebut sudah dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara,” Pungkasnya. (All)

Continue Reading

Uncategorized

KPK Ciduk Bupati Talaud

Published

on

By

Manado – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penangkapan terhadap Bupati Talaud yakni Sri Wahyuni Manalip Selasa (30/4) siang sekira Pukul 11.30 Wita. Penangkapan tersebut dilakukan terkait dugaan korusi.

Ketua Partai Hanura di Talaud ini ditangkap atas dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Talaud. Ia ditangkap saat sedang berada di kantornya oleh KPK yang dikabarkan mendapat pengawalan dari Satuan Brimob Polda Sulut.

Sementara itu, Benny Rhamdani ketika dikonfirmasi melalui via telepon mengatakan kalau dirinya baru mendapat kabar di media sosial tentang penangkapan tersebut, “kita menunggu saja KPK untuk segera menyampaikannya di publik, apa yang menjadi alasan atau dasar tentang penangkapan itu,” bebernya. (red)

Continue Reading

Trending