Connect with us

Berita Utama

Kezia Toemion Si Penakluk Hati Cucu Soeharto, Dulunya Seorang Guru Les

Published

on

Kezia Toemion bersama sang kekasih Adi.

NAMA wanita berdarah kawanua, Kezia Toemion tiba-tiba terkenal. Ini setelah putri Theo Toemion ini dilamar salah satu cucu mantan Presiden Soeharto, Bambang Aditya Trihatmanto. Pria tampan yang akrab disapa Adi ini adalah putra dari Bambang Tri Hadmojo. Lalu siapa sebenarnya Kezia Toemion?

Kezia dalam balutan gaun nan seksi

Kezia adalah anak ketiga dari pasangan Theo Toemion dan Sandra Pingkan Adriana “Ria” Lolong. Kezia memiliki empat saudara dalam keluarga. Kakaknya bernama Monika Louisa dan Adam Benjamin Toemion. Sedangkan adiknya adalah Dorothea Christy dan Daniel Alexander.

Kezia dan Adi menjalin kisah cinta selama 9 tahun.

Ayah Kezia, Theo Toemion adalah mantan pejabat (Kepala BKPM). Awalnya Theo adalah seorang analis valas terkenal dan pernah bekerja di perbankan London. Sejak kecil Theo tinggal di Manado dan pernah bermukim di Rike, Jalan Babe Palar (Kelurahan Wanea sekarang).

Kezia dikandung Ria Lolong ibunya ketika mereka bermukim di Singapura. Namun Kezia kemudian melanjutkan sekolah di Amerika Serikat dan meraih gelar S2.

Smart and fashionable.

Tapi sebelum meraih gelar magister, Kezia sudah mandiri. Malah dia pernah menjadi guru private di Jakarta pada sebuah tempat kursus terkenal. Kezia saat itu memberi kursus Bahasa Inggris.

Selain fasih Inggris, Kezia mewarisi kepinteran ayahnya di bidang ekonomi dan matematika. Dilihat dari profil LinkedIn miliknya, Kezia ternyata pernah menjadi guru privat matematika dan Financial Accountant di Pepperdine University, Malibu, California.

Namun di Amerika, Kezia terlihat lebih tertarik menekuni bisnis kecantikan. Pasalnya, selain dikenal sebagai beauty dan healthy life influencer, Kezia juga diketahui sebagai salah satu founder dari Esqa Cosmetic, merek kecantikan vegan pertama di Indonesia.

Salah satu pose Kezia.

Di Negeri Paman Sam, Kezia sama-sama kuliah dengan Adi, cucu Soeharto yang kini menjadi tunangannya. Namun sebenarnya kisah percintaan Kezia dan Adi sudah dimulai sejak keduanya masih sama-sama berumur belia, yakni ketika Kezia berusia 16 tahun atau 9 tahun silam.

Tak mengherankan ketika Adi melamarnya, Kezia dalam instagramnya menyebutkan kalau perjalanan kisah cintanya bersama Adi mirip dalam dongeng. “Ini benar-benar jenis cinta yang hanya terjadi di negeri dongeng,” tulis Kezia Toemion dalam akunnya.

Kezia dan Adik liburan di Kota Roma Italia.

Aditya Trihatmanto (Adi) berlutut di hadapan Kezia dengan latar belakang lokasi yang dihiasi bunga mawar dan langit senja, ketika melamar. Ternyata, pria berumur 26 tahun itu memilih lokasi yang sama dengan tempat syuting videoklip lagu “Paparazzi” Lady Gaga dan “Long As I Get Paid” karya Agnez Mo.

Namun seiring kisah lamaran Adi itu, tampaknya membuat Kezia Toemion kurang nyaman. Kezia dan Adi juga seperti kurang suka dengan popularitas. Ia lantas mengunci akun Instagram pribadinya, menyusul kisahnya bersama Adi mulai diburu pers.

Adi ketika melamar Kezia.

Adi sendiri, meski cucu Soeharto dan pewaris kekayaan Cendana, merupakan sosok yang jarang disorot media. Ia merupakan bungsu dari pasangan Bambang Trihatmodjo dan Halimah Agustina Kamil.

Kakak Adi, Panji Adhikumoro lah yang lebih dikenal publik lantaran telah memacari sejumlah artis, seperti Laudya Cynthia Bella dan Revalina S Temat. Kakak sulungnya, Gendis Siti Hatmanti, juga pernah muncul di media karena kehidupan rumah tangganya.

Tampil berduaan

Adi yang tampan dikenal sebagai sosok yang cool dan tak banyak bicara. Tak hanya itu, Adi juga merupakan pria cerdas yang berhasil merampungkan pendidikannya di Amerika Serikat.
Tak tanggung-tanggung pendidikannya pun Master S2 di Loyola Marymount University, Los Angeles, California. Kabarnya, Adi selama ini memang tinggal di negeri Paman Sam itu.

Hebatnya lagi, Adia merupakan pria yang setia. Buktinya, dia kini melamar wanita yang dicintainya sejak bangku sekolah (SMA) 9 tahun silam. Dan wanita yang beruntung itu adalah Kezia, wanita cerdas berdarah kawanua. (ts/sbr)

Berita Utama

KPU Sulut Larang Bapaslon Bawa Massa dan Konvoi

Penetapan Calon Gubernur dan Wagub via Zoom

Published

on

By

Manado, Trensulut.com– Penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur oleh KPU Sulut tahun ini, berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Pasalnya di tengah pandemi ini, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dilarang membawa massa pendukung dan melakukan konvoi pada saat penetapan calon yang akan dilaksanakan Rabu, (23/09/2020), di Kantor KPU Sulut.

“Jika memenuhi persyaratan, paslon dilarang membawa massa pendukung. Juga menghindari perayaan perayaan atau euforia seperti pengumpulan massa, konvoi atau iring iringan agar tidak dilakukan, karena kita melaksankan pemilihan di masa pandemi covid 19. Dan ini harus dipatuhi oleh seluruh bakal calon,”jelas Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh, saat diwawancarai awak media.

Dikatakan Mewoh, dalam penetapan ini, KPU Sulut akan melakukan pleno secara internal terkait hasil verifikasi yang sudah dilakukan sepanjang tahapan berjalan. “Jika hasil verifikasinya memenuhi ketentuan persyaratan, baik pencalonan maupun syarat calon, maka kita akan tetapkan sebagai calon peserta pemilihan. Jika perseyaratan tidak memenuhi ketentuan, maka tidak kita tetapkan sebagai calon atau statusnya tidak memenuhi syarat,”ujar Mewoh.

Lanjutnya, setelah kita tetapkan, maka akan diumumkan secara luas melalui website KPU maupun papan pengumuman di KPU Sulut dan melalui media massa.

“Nantinya Paslon juga tidak hadir saat penetapan, hanya melalui via zoom. Paslon bisa hadir saat pencabutan nomor urut pada Kamis (24/09/2020) dengan catatan tidak membawa massa dan melakukan konvoi,”tegas Mewoh sambil mengimbau bagi bakal calon agar dapat menerima hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU.(ts)

Continue Reading

Berita Utama

Sulut United Rekrut Eks Timnas dari PSM Makassar

Dedi Gusmawan

Published

on

By

Manado, Trensulut.com – Klub kebanggaan warga Sulawesi Utara, Sulut United terus berbenah dalam menatap laga Liga 2 musim 2020. Guna terus menambah kekuatan tim, manajemen Sulut United resmi merekrut Dedi Gusmawan dari PSM Makassar dengan status pinjaman.

Berposisi sebagai pemain belakang, Dedi Gusmawan memiliki catatan karir yang menawan. Dedi Gusmawan mengawali karir di klub PSDS Deli Serdang yang merupakan klub asal tempat kelahirannya di Sumatera Utara.

Karir Dedi berlanjut bersama klub asal Pulau Sumatera lainnya yakni PSPS Pekanbaru pada tahun 2008 hingga 2012. Kemampuan Dedi terus berkembang dengan bergabung bersama Mitra Kukar pada tahun 2013.

Saat di Mitra Kukar, karir Timnas Senior seorang Dedi Gusmawan dimulai pada tahun 2014. Sebelumnya Dedi Gusmawan pula sering menjadi anggota skuad Timnas Indonesia di level Junior.

Sejak masih memperkuat PSDS Deli Serdang, Dedi telah mendapatkan panggilan Timnas. Selanjutnya Dedi Gusmawan kembali masuk skuad Tim Garuda saat dilatih oleh pelatih Alfred Riedl pada tahun 2016.

Terakhir pemain berusia 34 tahun tersebut mendapat panggilan Timnas pada tahun 2019 saat membela Semen Padang. Dedi Gusmawan pula pernah direkrut klub asal Myanmar, Zeyar Shwe Myay pada tahun 2015 sebelum akhirnya kembali memperkuat Mitra Kukar pada tahun 2016 hingga 2018.

Karir Dedi Gusmawan di Liga 1 kemudian dilanjutkan dengan membela Semen Padang di tahun 2019 dan PSM Makassar di tahun 2020 ini.

Segudang pengalaman serta kemampuan teknis seorang Dedi Gusmawan diharapkan manajemen Sulut United memperkuat komposisi pemain yang telah ada. “Dedi pemain berpengalaman, kedatangan dia akan memberikan pengaruh positif baik dari keharmonisan tim dan di taktikal,” ujar Manajer Tim Sulut United, Muhammad Ridho.

“Kita bersyukur ada tambahan pemain belakang Dedi Gusmawan, semoga dengan datangnya Dedi ini menambah kekuatan kita (Sulut United) di lini belakang dan juga menjadi kebersamaan serta kesatuan tim yang kuat untuk mencapai target,” ujar Head Coach Sulut United, Ricky Nelson. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Temukan Jerigen Hidrokarbon

Published

on

By

Jakarta, Trensulut.com – Api yang menyulut terjadinya kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI lalu, diduga kuat adanya unsur sabotase. Diperoleh informasi, penyidik Polri menemukan barang bukti di sisa puing kebakaran berupa jerigen yang dipakai mengisi cairan hidrokarbon di lokasi kejadian.

Temuan yang menguatkan adanya unsur sabotase itu, setelah penyidik melakukan enam kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini dibenarkan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan selain jeriken berisi cairan, ditemukan pula beberapa botol dan kaleng berisi cairan. “Beberapa botol berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng,” ungkap Listyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/09/2020).

Listyo mengungkapkan, ada sejumlah cairan yang mengandung senyawa hidrokarbon. Cairan itu mempercepat api menjalar ke bagian gedung lainnya. Temuan lain penyidik pun membawa pada kesimpulan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami berkomitmen untuk tidak ragu dalam memproses siapapun yang terlibat dan dihadapkan ke publik,” jelas dia. Sejauh ini, sudah 131 saksi yang diperiksa penyidik dari unsur pekerja renovasi, office boy, hingga pegawai dan PNS Kejagung. Di antaranya diketahui berada dekat dengan titik awal api yang kemudian membakar seluruh lantai Gedung Utama Kejagung. Saat ini  ahli pidana terus melakukan pendalaman  atas kasus ini. (lp/sbr)

Continue Reading

Trending