Connect with us

Religi

Ketika GSVL Perkenalkan Ai dan HJP di Acara P/KB

Published

on

Serah terima tugas pelayanan komisi P/KB dari Pnt Ir Stefa BAN Liow kepada Pnt Dr GS Vicky Lumentut.

ACARA pembahasan pola baku pelaksanaan Lomba Kesenian, CCA dan Olahraga Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM di Jemaat GMIM Solafide Tinoor, Jumat (06/04/2018), dirangkaikan dengan serahterima komisi P/KB periode 2014-2018 kepada komisi P/KB periode 2018-2022.

Pnt GSVL, Pnt HJP dan Pnt Harley bersatu dalam komisi P/KB Sinode GMIM.

Menariknya, dalam acara tersebut, Ketua P/KB Sinode GMIM Pnt Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) turut memperkenalkan jajaran komisi yang dinakhodainya kepada ribuan anggota P/KB yang hadir. Seperti diketahui, dua anggota “kabinetnya” dalam Kompelka P/KB adalah Pnt Hanny J. Pajouw (HJP) dan Pnt Harley ‘Ai’ Mangindaan yang notabene rival GSVL dalam Pilkada Manado lalu.

Ketika memperkenalkan Pnt HJP, GSVL mengatakan “Pnt HJP adalah kawan saya yang dua kali bertanding dengan saya. Dan kini kita disatukan di PKB. Begitu juga Pnt Harley, samua so tau, dia tape tamang bae,” ujar GSVL yang disambut ge-er anggota P/KB yang hadir.

“Terima kasih buat kaum bapa, so kase bakudapa (dengan Harley, red),” sambung GSVL yang adalah Walikota Manado dan pernah berpasangan dengan Harley ketika memimpin periode pertama di Pemkot Manado. Sementara pada jajaran komisi P/KB yang diketuai GSVL, HJP menjabat Asisten Bendahara dan Harley Mangindaan merupakan salah satu anggota komisi.

GSVL dalam kesempatan itu menegaskan lagi komitmennya untuk menyatukan seluruh elemen P/KB GMIM tanpa membedakan warna-warni politik. Sebab diakuinya, selain pelayanan, ada dunia politik di sekitar anggota-anggota P/KB. Namun semua itu diingatkannya jangan sampai menimbulkan perbedaan.

“Dalam pelayanan empat tahun ke depan, kita tidak akan melihat warna merah, kuning, biru dan putih. Yang kita kedepankan adalah lambang P/KB di atas segalanya, jangan kita terkotak-kotak. Tema yang kita usung PKB harus bersatu,” tandas GSVL yang disambut tepuk tangan.

GSVL juga mengingatkan, tugas komisi P/KB empat tahun ke depan harus dijalani dengan kerja keras, terutama untuk mempertahankan kinerja komisi P/KB di era Pnt Stefa BAN Liow. “Ada yang mengatakan, dari komisi P/KB periode demi periode, kerja komisi P/KB di bawah Pnt Stefa dinilai yang terbaik selama ini. Programnya banyak dan dilaksanakan semuanya,” kata GSVL.

Kita komisi saat ini, lanjutnya, minimal harus mempertahankan yang baik tersebut. Oleh sebab itu GSVL meminta dukungan pokja-pokja, PKB wilayah dan jemaat untuk mendukung komisi dalam menjalankan program. “Saya mohon dukungan, setidaknya untuk menyamai prestasi komisi PKB periode 2014-2018,” katanya.

Dalam kesempatan itu, GSVL menyatakan jumlah jemaat GMIM saat ini ada 976. Hal itu tentunya sulit baginya untuk bisa mengunjungi semua jemaat dalam periodesasi pelayanan 4 tahun. Namun bersama komisi yang ada (15 orang), pihaknya optimis bisa menjangkaunya. “Kalau kita komisi bisa dibagi, nanti ada teman-teman komisi yang mewakili saya,” kata GSVL.

Dalam acara tersebut, diawali ibadah yang dipimpin langsung Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina. Seusai serah terima yang dilakukan Pnt Stefanus BAN Liow dan Pnt Dr GS Vicky Lumentut, acara dilanjutkan dengan pembahasan draft pola baku untuk pelaksanaan lomba kesenian, CCA (cerdas cermat Alkitab) dan Olahraga yang akan diterapkan tahun ini. (ts/*)

Berita Utama

Bertobat, Preman Berjuluk “God Father Jakarta” Ikut Kristus

Published

on

By

DI era tahun 1990-an siapa tak kenal John Kei. Pria bernama lengkap John Refra Kei, kelahiran Tutrean, Pulau Kei, Maluku ini mengalami “masa jaya” di dunia preman saat itu .

Bahkan dia dikenal sebagai preman sadis. Tak piker panjang untuk menghabisi nyawa orang lain yang bertentangan dengannya atau yang mencoba menghalanginya. Catatan kriminalnya yang cukup panjang memuatnya banyak ditakuti masyarakat ibu kota Jakarta. Dia bahkan disandingkan dengan mafia Italia dan diberi gelar ‘Godfather Jakarta’ karena bisnis jasa pengamanan, penagihan, konsultan hukum dan pemilik sasana tinju Putra Kei.

Namun semua kekuasaannya runtuh setelah dirinya jadi tersangka pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono (Ayung) pada tahun 2013. Seperti dilansir jawaban.com, waktu itu, John divonis 16 tahun penjara. Sebagian besar kurungan dijalaninya di rumah tahanan Sel Khusus Nusakambangan yang penjagaannya super maximal. Beratnya hukuman yang harus dia jalani membuat John berpikir untuk mengakhiri hidup di sel penjara.

Tapi suatu kali, John mengalami hal yang supranatural dimana dia mulai berpikir tentang surga dan neraka. “Kalau saya mati, saya mau masuk surga. Bukan masuk neraka karena bunuh diri,” katanya. Momen itu membawa John untuk bertahan dan menjalani hukumannya sampai tuntas. “Saya dulu tidak pernah ada waktu untuk ibadah. Tapi Nusakambangan membawa Tuhan hadir di diri saya,” katanya.

Di Nusakambangan, dirinya mulai mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia mulai rajin mengikuti pembinaan dan ibadah serta membaca Alkitab. Sejak bertobat, John bahkan diangkat jadi pemimpin rohani penjara dan berkhotbah bagi para narapidana. Di sana dia juga mengisi kesehariannya dengan membantik.

Meski awalnya divonis 16 tahun penjara dan baru menjalani hukuman selama kurang lebih 6 tahun, John Kei akhirnya dibebaskan bersyarat pada 26 Desember 2019 lalu dan akan menjalani masa percobaan sampai 31 Maret 2026. Setelah bebas, dirinya telah melakukan beberapa kegiatan, salah satunya terjun ke dunia politik. Kita berharap pilihannya untuk masuk surga akan selalu menuntunnya melakukan tindakan-tindakan yang benar dan jadi berkat bagi banyak orang. (jwb)

Continue Reading

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

Published

on

By

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Published

on

By

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Trending