Connect with us

Entertain

Injak Usia 37 Tahun, Ephen Chivas Panjatkan Syukur

Published

on

Manado-Steven Wongkar atau lebih dikenal dengan Ephen Chivas mengaku terkejut dengan kejutan yang disodorkan oleh teman-teman sesama musisi di hari Ulang Tahunnya. Bahkan Ia sendiri merasa terharu karena di HUT ke 37 masih bisa merasakan berkat yang paling berharga yakni keluarga.

“Kaget memang, tapi terima kasih kepada Tuhan, semua rekan-rekan musisi dan keluarga tentunya yang selalu mendukung pekerjaan hingga bisa sampai ke tahap ini,” ujar pemain keyboard andalan Sulut tersebut.

Lebih lanjut, salah-satu musisi yang punya misi meningkatkan mutu dan kwalitas di bidang musik itu bahwa, suksesnya seseorang tidak lepas dari suport dan dukungan dari keluarga serta ditunjang dengan kemauan dari diri sendiri dalam membangun bakat.

“Sukses datang bukan hanya dengan kekuatan sendiri, keluarga yang terpenting punya andil besar dalam melewati semua pergumulan. Untuk itu saya sangat bersyukur kepada Tuhan, hari ini bisa ditambahkan umur lagi,” terang personil Chivas Band itu. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Astaga! Sedih Ditinggal Istri, Wongkar Minta ‘Dipanggil’ Tuhan

Published

on

By

DUKA yang mendalam dirasakan pria asal Manado, Mayky Wongkar. Dia adalah suami dari Ria Irawan yang baru saja meninggal sepuluh hari lalu. Wongkar mengaku sangat kehilangan atas kepergian ‘soul mate’nya itu.  Terlalu banyak kenangan yang dimiliki oleh Mayky dan Ria.

Bahkan setelah meninggalnya Ria pun, kenangan tersebut masih diingat dengan jelas oleh Mayky. Walaupun selalu berusaha tegar, namun Wongkar sudah tidak kuat menahan rindu pada Ria. Hingga dirinya mengaku sudah bosan hidup di dunia ini. Dia juga mengungkapkan keinginannya untuk menyusul Ria secepatnya agar ‘dipanggil’ Tuhan. Wongkar mengatakan hal tersebut dalam video Youtube unggahan TRANS 7 Travel Living Adventure, Rabu (15/01/2020).

“Sudah malas gue, sudah gak ada partner gue. Gak ada Ria,” tuturnya. Selain itu dalam video tersebut, Wongkar mengungkapkan bahwa dirinya telah bosan menjalani kehidupan di dunia. “Saya juga bosan ngerasain kayak gini. Udah bosan karena udah ngerasain semuanya di dunia,” ungkapnya pada awak media. Dia mengaku telah bosan dan ingin merasakan sesuatu yang berbeda.

“Penginlah ngerasain sesuatu yang beda. Hidup di dunia ini udah capek banget rasanya” lanjutnya. Karena itu, dia kemudian berdoa mohon segera dapat dipanggil untuk menyusul Ria di sana. Dirinya juga merasa tugasnya di dunia sudah selesai. “Gue ngerasa di dunia ini udah selesai kali urusan. Dan saya juga ngerasa minta sama Allah, jangan lama-lama lah. Kalau bisa secepatnya,” sambung Wongkar. (grd)

Continue Reading

Berita Utama

Usia Perkawinan Genap Setahun, Musisi Sulut ini Panjatkan Syukur

Published

on

By

Musisi Sulawesi Utara (Sulut) sekaligus pengusaha sukses Steven Wongkar sedang merasakan syukur yang tidak terhingga karena bisa merayakan hari ulang tahun (HUT) perkawinan yang pertama bersama keluarga.

Rasa syukur tersebut bertambah ketika mendapatkan surprise atau kejutan dari keluarga besar Crown Cafe (CC) Manado dan rekan-rekan sesama musisi, sahabat dan keluarga pada pukul 00.00 Wita tepat hari Sabtu 18 Augustus 2019.

“Tentunya pertama terima kasih kepada Tuhan atas usia perkawinan kami. Dan juga sahabat dan keluarga, karena sudah memberikan kejutan malam ini,” kata salah-satu maestro keyboardis tersebut.

Lebih lanjut Epen sapaan akrabnya berharap, kebersamaan seperti itu dapat terus terjaga, agar setiap usaha dan kerja bersama lebih sukses diraih.

“Harapannya suasana kekeluargaan seperti ini terus dijaga untuk kesuksesan bersama. Sekali lagi terima kasih buat semua teman-teman dan sahabat juga keluarga,” tandas Epen yag pada kesempatan itu didampingi isteri tercinta Atika.

Sementara itu Manager CC Ronny Mangoot mengaku turut merasakan kebahagiaan tersebut bersama dengan seluruh karyawan. “Yaa,,saya juga ikut merasakan kebahagiaan itu, semoga sukses selalu buat Epen dan Atika,” pungkas Ronny diaminkan oleh Koko selaku Owner Cafe berlokasi di Pusat Kota itu. (rol)

Musisi Sulawesi Utara (Sulut) Steven Wongkar sedang merasakan syukur yang tidak terhingga karena bisa merayakan hari ulang tahun (HUT) perkawinan yang pertama bersama keluarga.

Rasa syukur tersebut bertambah ketika mendapatkan surprise atau kejutan dari rekan-rekan sesama musisi, sahabat dan keluarga pada pukul 00.00 Wita bertempat di Crown Cafe (CC) Manado Sabtu (18/8).

“Tentunya pertama terima kasih kepada Tuhan. Dan juga sahabat dan keluarga, karena sudah memberikan kejutan malam ini,” kata salah-satu maestro keyboardis tersebut.

Lebih lanjut Epen sapaan akrabnya berharap, kebersamaan seperti itu dapat terus terjaga, agar setiap usaha dan kerja bersama lebih sukses diraih.

“Harapannya suasana kekeluargaan seperti ini terus dijaga untuk kesuksesan bersama. Sekali lagi terima kasih buat semua teman-teman dan sahabat juga keluarga,” tandas Epen yag pada kesempatan itu didampingi isteri tercinta Atika.

Sementara itu Manager CC Ronny Manggot mengaku turut merasakan kebahagiaan tersebut bersama dengan seluruh karyawan. “Yaa,,saya juga ikut merasakan kebahagiaan itu, semoga sukses selalu buat Epen dan Atika,” pungkas Ronny diaminkan oleh Koko selaku Owner Cafe berlokasi di Pusat Kota itu. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Jawara Bintang Vocalia PHRG GMIM, Cello Panjatkan Syukur

Published

on

By

Panitia Hari Raya Gereja (PHRG) GMIM Tahun 2019 menelorkan prestasi gemilang dalam menggagas Lomba Bintang Vocalia. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Paskah Yesus Kristus.

Prestasi gemilang tersebut datang dari Syelomita Novelonica Senduk yang berhasil menjadi Jawara lomba Bintang Vocalia kategori 9-12 tahun itu. Cello sapaan akrab Putri sulung wartawan senior Joppy Senduk itu memang sudah menunjukkan bakat dibidang tarik suara dari tahun 2016. “Memang hobinya bernyanyi, sejak berumur 8 tahun,” kata Jose ayah dari Cello.

Pencapaian tersebut, Cello mampu mengalahkan dua peserta yang menjadi juara BV tahun 2016 yakni, Inry Mewoh dan Alista Sanutu. Hasil tersebut tidak membuat Cello lupa diri, Ia sendiri memanjatkan terima kasih kepada orang tuanya yang selalu memberikan support dan semangat mengasah bakatnya itu. “Terima kasih kepada Tuhan yang pertama. Dan orang tua tentunya, karena selalu memberikan Cello semangat berprestasi,” terang Cello.

Diketahui, Cello sudah beberapa kali mengikuti ajang lomba bidang tarik suara sejak tahun 2016, dan mampu membuktikan sebagai penyanyi terbaik dalam kategori Anak Sekolah Minggu (ASM) kategori 6 sampai dengan 8 tahun, dimana waktu itu Cello masih berumur 8 tahun.

Kemudian pada tahun 2017, ketika Cello sudah berumur 9 tahun, dia naik kategoti ASM 9 sampai 12 tahun dan 2018, serta ditahun 2019 ini, Cello kembali ikut dalam lomba yang sama dan hasilnya luar biasa.

Bakat luar biasa putri pasangan Joppy Senduk dan Priscillia Roboth itupun mendapat pengakuan Jemaat yang mengaku kalau Cello memiliki suara berciri khas meski baru berumur 10 tahun.

“Suaranya punya ciri khas. Pertahankan dan terus menjadi anak yang takut akan Tuhan,” kata salah-satu Jemaat yang meminta namanya tidak dipublish. (rol)

Continue Reading

Trending