Connect with us

Berita Utama

Dianiaya Empat Orang, Warga Mahakeret Bersimbah Darah

Published

on

Nasib naas menimpa lelaki Daniel Chandra Palendeng (23) warga Mahakeret Timur Kecamatan Wenang Utara. Pasalnya ia harus dibawa ke rumah sakit dengan luka yang cukup serius dengan bersimbah darah akibat penganiayaan secara bersama-sama oleh empat orang pelaku yakni, Joan Pade (20) warga Titiwungen kecamatan Sario, Riko Nugroho (18) warga Winangun kecamatan Malalayang, Exel Tompinit (21) warga Winangun Malalayang dan Vikri Suna (21) warga Pakowa kecamatan Wanea.

Kejadian pada hari Rabu (28/8) di belakang Hotel Virgo Kelurahan Winangun Satu Lingkungan IV Kecamatan Malalayang Kota Manado sekira pukul 05.00 subuh itu sesuai keterangan saksi sekaligus pelaku Joan, berawal ia bersama teman-temannya sedang pesta miras disebidang tanah yang tidak jauh dari rumah orang tua salah-satu pelaku Riko Nugroho, dan terjadi perselisihan. Alhasil Dia (Joan) Cs menganiaya korban dengan cara menikam dengan pisau dibagian paha sebelah kiri. Kemudian Dia sendiri memanah dengan menggunakan panah wayer dan mengena dibagian lengan kanan atas. Tidak sampai disitu saja, pelaku lainnya yakni Axel Tompinit memukul korban menggunakan botol dikepala disusul dengan tikaman pecahan botol kewajah korban.

Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekan lainnya dengan menggunakan sepeda motor. Keterangan berbeda datang dari pelaku Riko, kata dia kejadian itu dengan maksud ingin membalaskan dendam kepada korban akibat pernah berselisih paham orang tua kandung pelaku Axel, dan akhirnya peristiwa naaas itu terjadi.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. “Saat ini para pelaku sudah menyerahkan diri, dan barang bukti berupa pisau dan panah wayer sudah diamankan unit reskrim,” tandas Aruan. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

KPU Sulut Larang Bapaslon Bawa Massa dan Konvoi

Penetapan Calon Gubernur dan Wagub via Zoom

Published

on

By

Manado, Trensulut.com– Penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur oleh KPU Sulut tahun ini, berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Pasalnya di tengah pandemi ini, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dilarang membawa massa pendukung dan melakukan konvoi pada saat penetapan calon yang akan dilaksanakan Rabu, (23/09/2020), di Kantor KPU Sulut.

“Jika memenuhi persyaratan, paslon dilarang membawa massa pendukung. Juga menghindari perayaan perayaan atau euforia seperti pengumpulan massa, konvoi atau iring iringan agar tidak dilakukan, karena kita melaksankan pemilihan di masa pandemi covid 19. Dan ini harus dipatuhi oleh seluruh bakal calon,”jelas Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh, saat diwawancarai awak media.

Dikatakan Mewoh, dalam penetapan ini, KPU Sulut akan melakukan pleno secara internal terkait hasil verifikasi yang sudah dilakukan sepanjang tahapan berjalan. “Jika hasil verifikasinya memenuhi ketentuan persyaratan, baik pencalonan maupun syarat calon, maka kita akan tetapkan sebagai calon peserta pemilihan. Jika perseyaratan tidak memenuhi ketentuan, maka tidak kita tetapkan sebagai calon atau statusnya tidak memenuhi syarat,”ujar Mewoh.

Lanjutnya, setelah kita tetapkan, maka akan diumumkan secara luas melalui website KPU maupun papan pengumuman di KPU Sulut dan melalui media massa.

“Nantinya Paslon juga tidak hadir saat penetapan, hanya melalui via zoom. Paslon bisa hadir saat pencabutan nomor urut pada Kamis (24/09/2020) dengan catatan tidak membawa massa dan melakukan konvoi,”tegas Mewoh sambil mengimbau bagi bakal calon agar dapat menerima hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU.(ts)

Continue Reading

Berita Utama

Sulut United Rekrut Eks Timnas dari PSM Makassar

Dedi Gusmawan

Published

on

By

Manado, Trensulut.com – Klub kebanggaan warga Sulawesi Utara, Sulut United terus berbenah dalam menatap laga Liga 2 musim 2020. Guna terus menambah kekuatan tim, manajemen Sulut United resmi merekrut Dedi Gusmawan dari PSM Makassar dengan status pinjaman.

Berposisi sebagai pemain belakang, Dedi Gusmawan memiliki catatan karir yang menawan. Dedi Gusmawan mengawali karir di klub PSDS Deli Serdang yang merupakan klub asal tempat kelahirannya di Sumatera Utara.

Karir Dedi berlanjut bersama klub asal Pulau Sumatera lainnya yakni PSPS Pekanbaru pada tahun 2008 hingga 2012. Kemampuan Dedi terus berkembang dengan bergabung bersama Mitra Kukar pada tahun 2013.

Saat di Mitra Kukar, karir Timnas Senior seorang Dedi Gusmawan dimulai pada tahun 2014. Sebelumnya Dedi Gusmawan pula sering menjadi anggota skuad Timnas Indonesia di level Junior.

Sejak masih memperkuat PSDS Deli Serdang, Dedi telah mendapatkan panggilan Timnas. Selanjutnya Dedi Gusmawan kembali masuk skuad Tim Garuda saat dilatih oleh pelatih Alfred Riedl pada tahun 2016.

Terakhir pemain berusia 34 tahun tersebut mendapat panggilan Timnas pada tahun 2019 saat membela Semen Padang. Dedi Gusmawan pula pernah direkrut klub asal Myanmar, Zeyar Shwe Myay pada tahun 2015 sebelum akhirnya kembali memperkuat Mitra Kukar pada tahun 2016 hingga 2018.

Karir Dedi Gusmawan di Liga 1 kemudian dilanjutkan dengan membela Semen Padang di tahun 2019 dan PSM Makassar di tahun 2020 ini.

Segudang pengalaman serta kemampuan teknis seorang Dedi Gusmawan diharapkan manajemen Sulut United memperkuat komposisi pemain yang telah ada. “Dedi pemain berpengalaman, kedatangan dia akan memberikan pengaruh positif baik dari keharmonisan tim dan di taktikal,” ujar Manajer Tim Sulut United, Muhammad Ridho.

“Kita bersyukur ada tambahan pemain belakang Dedi Gusmawan, semoga dengan datangnya Dedi ini menambah kekuatan kita (Sulut United) di lini belakang dan juga menjadi kebersamaan serta kesatuan tim yang kuat untuk mencapai target,” ujar Head Coach Sulut United, Ricky Nelson. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Temukan Jerigen Hidrokarbon

Published

on

By

Jakarta, Trensulut.com – Api yang menyulut terjadinya kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI lalu, diduga kuat adanya unsur sabotase. Diperoleh informasi, penyidik Polri menemukan barang bukti di sisa puing kebakaran berupa jerigen yang dipakai mengisi cairan hidrokarbon di lokasi kejadian.

Temuan yang menguatkan adanya unsur sabotase itu, setelah penyidik melakukan enam kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini dibenarkan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan selain jeriken berisi cairan, ditemukan pula beberapa botol dan kaleng berisi cairan. “Beberapa botol berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng,” ungkap Listyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/09/2020).

Listyo mengungkapkan, ada sejumlah cairan yang mengandung senyawa hidrokarbon. Cairan itu mempercepat api menjalar ke bagian gedung lainnya. Temuan lain penyidik pun membawa pada kesimpulan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami berkomitmen untuk tidak ragu dalam memproses siapapun yang terlibat dan dihadapkan ke publik,” jelas dia. Sejauh ini, sudah 131 saksi yang diperiksa penyidik dari unsur pekerja renovasi, office boy, hingga pegawai dan PNS Kejagung. Di antaranya diketahui berada dekat dengan titik awal api yang kemudian membakar seluruh lantai Gedung Utama Kejagung. Saat ini  ahli pidana terus melakukan pendalaman  atas kasus ini. (lp/sbr)

Continue Reading

Trending