Connect with us

Berita Utama

Prancis vs Kroasia, Sebuah Pesan Bagi Dunia

INI bukan prediksi. Ini hanyalah sebuah catatan tentang representasi dua kesebelasan (Prancis vs Kroasia) yang dihuni manusia-manusia hebat. Partai final Piala Dunia 2018 bukan sebuah kebetulan, namun tersirat ada pesan dari Sang Agung tentang perjuangan anak manusia yang berjuang menggapai kesetaraan dan kesuksesan dalam menapaki kerasnya hidup, sehingga mereka layak menjadi aktor-aktor dalam iven olahraga terpopuler, terbesar dan terheboh di planet bumi ini. Final World Cup 2018 Rusia !

Tim Kroasia adalah sekumpulan pemain yang masa kecilnya hidup dalam kerasnya peperangan. Luka Modric dkk belajar bermain bola di tanah yang subur dengan ranjau, bom dan berbagai alat peledak yang dapat membunuh dalam sekejap di era perang Balkan. Modric sang kapten Kroasia, di usianya yang terbilang muda (6 tahun) sudah harus mengalami dan melihat pembantaian terhadap sang kakek yang disayanginya oleh karena kejahatan perang.

Kehidupan di tempat pengungsian yang tanpa fasilitas air, penerangan dan berbagai kebutuhan penting manusia lainnya, membuat Perisic, Modric, Mandkuzic dkk tumbuh sebagai pribadi bermental baja. Membuat mereka tumbuh sebagai manusia yang survive, dan spirit itu ditunjukkan di lapangan hijau dimana mereka kini mendulang sukses berkat air mata dan darah.

Sang lawan, Prancis adalah tim yang dihuni petarung-petarung hidup. Maaf, lebih dari 70 persen, timnas Les Bleus berasal dari latar belakang keluarga yang mengadu nasib di tengah kerasnya penolakan terhadap imigran. Prancis sangat terkenal dengan gerakan anti-imigran, bahkan tak sedikit politisi yang menjadikan anti imigran sebagai produk kampanye politiknya.

Namun kini negara ini mempresentasikan 17 dari 23 pemain nasionalnya adalah anak-anak dari generasi pendatang (imigran). Samuel Umtiti adalah pemain kelahiran Kamerun, N’Golo Kante orang tuanya berasal dari Mali, Paul Pogba dari Guinea, Kylian Mbappe ayahnya asal Kamerun dan ibu Aljazair, Blaise Matuidi, keturunan Angola dari sang ayah dan ibunya asal Kongo. Mereka bersatu jatuh bangun di lapangan untuk membawa tim “Ayam Jantan” sampai final dan membarakan semangat nasionalisme bagi negara Prancis.

Jutaan warga Prancis dari berbagai ras, keturunan dan aneka warna-warni, turun ke jalan bersorak sorai merayakan kemenangan bersama, kemenangan sebuah negara yang bernama Prancis (tanpa memandang suku, agama dan ras), ketika Les Bleus mengalahkan Belgia dan berhak tampil di final World Cup 2018.

Matuidi, salah satu pahlawan Prancis di World Cup menyatakan, tim yang dibelanya bukan hanya sekadar memainkan olahraga yang digemari dunia dan memenangkannya. “Sepak bola adalah cara untuk menyebarkan kesetaraan, semangat, dan inspirasi,” tulis Matuidi di posting Facebooknya. “Dan inilah tujuan saya di sini,” kata Matuidi.

Pesan dari tim Kroasia pun seakan senada lewat Modric mengatakan, sepakbola adalah representasi pertarungan hidup melawan kerasnya hidup untuk mengangkat moral dan spirit nasionalisme warga negaranya. Tak heran ketika diwawancarai wartawan, Modric mengatakan “Bagi saya setiap pertandingan membawa nama negara adalah partai final bagi saya.”

Tak berlebihan kalau saya katakan, pertemuan Kroasia dan Prancis di final ini bukan sebuah kebetulan. Ada pesan Sang Kreator dari kubu kedua tim bagi penonton di dunia, bahwa manusia harus mampu survive dimanapun mereka ditempatkan, dan kesuksesan merupakan hak setiap orang tanpa memandang stratifikasi.
Menarik yang dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin. Orang nomor satu di negeri komunisme ini mengatakan “Kita semua berbeda, tapi ketika kita meminta berkat-berkat Tuhan, kita tidak boleh lupa bahwa Tuhan menciptakan kita sama.”

Dalam sepakbola, terutama pertemuan tim-tim berkelas dunia, seperti kemenangan Prancis atas Belgia dan Kroatia atas Inggris di babak semifinal World Cup 2018, ada yang menyebutkan bahwa hasilnya tak lepas dari yang naamnya Dewi Fortuna. Tapi pertemuan final di Rusia yang mempertemukan Prancis dan Kroasia ini saya yakin merupakan sebuah “set a piece” from Above untuk menginspirasi dunia. (friko)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: