Connect with us

Berita Utama

Kante vs Modric, Duel Pendobrak vs Penghancur

FILOSOFI permainan catur ada kemiripan dengan sepakbola. Catur dalam bahasa Sansekerta berarti empat. Maknanya 4 sudut dalam papan permainan. Sedangkan pada pembukaan catur, sangat penting merebut dengan menempatkan bidak untuk menguasai 4 kotak di tengah papan permainan.

Dalam sepakbola juga lapangan tengah adalah area yang sangat vital. Sebuah tim kuat jika memiliki pemain lapangan tengah (midfielder) yang hebat. Midfielder adalah urat nadi penghubung lini belakang dan depan. Salah satu kekalahan Inggris atas Kroasia karena lini vital ini dikuasai Luka Modric, midfielder ternama Kroasia yang telah menyumbangkan 4 trofi Champions untuk Real Madrid.
Modric adalah dinamonya timnas Kroasia. Dia adalah pendobrak.

Prancis sang lawan di final, memiliki midfielder sekelas Pogba. Namun pemain Manchester United ini masih kalah hebat dibanding Modric. Hanya saja Les Bleus memiliki pemain hebat untuk mengunci pergerakan Modric. Dia adalah N’Golo Kanté.

Gelandang Chelsea ini merupakan “nyawa” lini tengah Prancis hingga lolos babak final. Kante bermain konsisten sebagai pencegat, pengganggu dan “penghancur” agresivitas pemain lawan, terutama dalam menguasai lini tengah. Kante adalah barisan pertama penahan serangan lawan, sebelum mereka benar-benar masuk ke lini pertahanan Les Bleus.

Belgia yang dikalahkan Prancis di semifinal memiliki midfielder piawai pada diri De Bruyne dan Hazard. Namun Belgia merasakan betul bagaimana Kante menjadi momok. Midfielder Belgia, Eden Hazard tak berkutik dengan penampilan mobilitas seorang Kante.

Tak heran jika Hazard mengatakan, “Saya bermain sepanjang tahun dengan Kanté. Dia adalah yang terbaik di dunia dalam posisinya. Ketika dia dalam kondisi terbaiknya, Anda memiliki 95 persen peluang untuk memenangkan pertandingan,” kata Hazard seperti dikutip BeIN Sports via Daily Mail.

Kante adalah gelandang perusak alur serangan lawan. Kante adalah pelindung pertama lini pertahanan Prancis. Dan Kante tak pernah lelah. Menarik menanti aksi Kante untuk mematikan Modric yang disebut-sebut gelandang serang terbaik dan tajam lewat tendangan jarak jauhnya. Duel lapangan tengah Prancis vs Kroasia akan menyajikan pertarungan midfielder agresif terbaik dunia bernomor 10 (Modric) versus midfielder pelindung bernomor punggung 6 (Kante)

Kante di musim pertamanya Liga Premier Inggris, mampu membawa Leicester City dari degradasi favorit menjadi juara. Ketika memperkuat Chelsea, Kante mengangkat Chelsea dari posisi 10 besar ke papan atas. Sepeninggalan Kante, Leicester tergelincir.

Sebab itu tak berlebihan ketika legenda Prancis Thierry Henry pergi ke tempat latihan Chelsea dan menarik dada Kante sambil bercanda “Hanya untuk memeriksa apakah (Kante) dia asli.” Dan memang Kante asli. Dia hanya memiliki dua paru-paru sebagaimana manusia normal.

Dalam bermain Kante seakan ada dimana-mana. Tak heran dia dijuluki pemain dengan 15 paru-paru, sebagaimana pernyataan Pogba. Modric dipastikan akan diganggu oleh Kante. Secara fisik, Modric pemiliki tinggi 172 cm masih lebih tinggi dari Kante yang hanya 168 cm. Duel bola atas lebih menguntungkan Modric. Namun ketika bola mengalir di lapangan hijau, Kante dipastikan akan menyulitkan, bahkan kemungkinan mematikan Modric.

Jika Kroasia menang dan Modric menciptakan gol, bukan tidak mungkin Golden Ball World Cup 2018 akan direbut Modric. Dan jika Prancis menang, Kante memiliki peluang kecil untuk mencetak gol. Karena dalam skema komputerisasi, Kante jarang sekali memasuki kotak penalti lawan. Bisa saja yang merobek gawang Kroasia Mbappe, Griezmann atau Pogba. Namun Kante akan tetap menjadi pahlawan tanpa “tanda jasa” bagi Tim Ayam Jantan nantinya. Kante atau Modric yang menang? Tunggu saja duel final nanti. (friko)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Omset Menurun, GD Manado Pangkas Karyawan

Manado-Tempat Hiburan Malam (THM) Good Day Manado yang terletak di komplex Marina Plaza diduga mengalami ‘kerugian’ diawal tahun 2019. Hal itu terjadi dikarenakan kurangnya budjet hingga pengurangan karyawan harus menjadi langkah alternatif.

Tidak hanya itu saja, pemangkasan karyawan tersebut bisa dibilang mulai berkurangnya animo pengunjung. Betapa tidak, THM yang diketahui beroperasional selama seminggu full yakni dari senin sampai minggu, belakangan mulai redup dengan hilangnya sejumlah talent berpotensi diatas panggung.

“Kurang omzet di hari minggu, jadi owner (Ci) bilang kurangi dulu dihari minggu,” kata Hendra selaku Manager GDM beberapa waktu lalu.

Dan sesuai informasi yang dirangkum media ini bahwa, pengurangan juga dilakukan oleh pengelola di hari-hari yang lain.

“Saya dihubungi manager, kalau jadwal saya di hari rabu jangan masuk dulu, dengan alasan kurang budjet dihari itu,” kata salah-satu personil panggung yang enggan namanya dipublish.

Meski begitu, GDM terus meningkatkan kreatifitas lewat even untuk memulihkan kembali kepercayaan para penikmat hiburan malam di Kota Manado pada khususnya. (red)

Continue Reading

Berita Utama

Terkait PTSL, Saafa: Pemkot Jangan Berpangku Tangan

Syarifudin Saafa saat menerima aspirasi warga

Manado-Anggota DPRD Manado Syarifudin Saafa menerima aspirasi warga yang mempertanyakan soal program PTSL dari Badan Pertanahan Nasional (Pendaftaran Tanah Sertifikasi Langsung) yang mengratiskan kepengurusan dari masyarakat.

Informasi yang dirangkum media ini, warga yang memadati ruangan Komisi I DPRD Manado itu masing-masing membawa dokumen dan berkas kepengurusan tanah. Meski hanya seorang diri tanpa rekan-rekan anggota komisi bidang Hukum dan Pemerintahan itu, Saafa mengaku selalu menerima aspirasi warga dengan jumlah yang banyak.

“Saya seorang diri dan selalu menerima aspirasi warga yang datang dengan jumlah banyak, tapi tidak apa, mungkin yang lain sibuk,” ucap Ketua DPD PKS Sulut itu.

“Pemerintah akan mengakomodasi bekerjasama dengan pertanahan untuk membuka posko di kantor kelurahan. Karena target di tahun 2019, 21 ribu bidang tanah di kecamatan singkil-mapanget,” ujar Saafa Selasa (12/02) saat diwawancarai media ini.

Saafa sendiri menegaskan bahwa, pemerintah seharusnya lakukan administrasi mobile di tiap kampung terkait dengan PTSL tersebut.
“Saya menghimbau agar pemerintah kota bisa lebih proaktif, jangan berpangku tangan. Kasihan masyarakat harus terus mempertanyakan program pemerintah,” tegas Saafa. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Komisi I DPRD Sulut Bakal Panggil PP Pemilu

Ferdinan Mewengkang

Sulut-Jelang Pesta Demokrasi Pemilihan Umum tahun 2019, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) Adi Pangelu menegaskan, aturan bagi setiap peserta pemilu sudah jelas, dan dimintakan untuk dipatuhi. Lebih khusus menurutnya soal kampanye yang menggunakan fasilitas pemerintah seperti tempat ibdah dan pendidikan.

Lebih lanjut dijelaskan Pangelu bahwa, sosialisasi yang dilakukan peserta pemilu selama tidak melanggar aturan nomor 07 tahun 2017 poin 280 tidak akan menjadi masalah.

“Sah-sah saja kalau itu tidak melanggar. Sifatnya tidak melakukan kampanye saja. Kalau hanya ajakan untuk mengingatkan kewajiban para pemilih,” tandas Pangelu Selasa (12/02) di Manado.

Pangelu sendiri memastikan akan menindak tegas peserta pemilu yang melanggar aturan tersebut. “Tindakan tegas sudah pasti. Dan itu akan dilakukan sesuai tahapannya masing-masing,” ucap Pangelu saat diwawancarai media ini. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Musisi Ini Rayakan HUT di Tengah Genangan Air

Manado-Musisi sekaligus pencipta lagu Taleng Tanggo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 44 tahun dengan situasi memiriskan. Tepat dihari itu, rumahnya yang terletak di Kelurahan Mahawu lingkungan III tersebut terendam banjir.

Taleng Tanggo (Musisi dan Pencipta Lagu)

Tidak tanggung-tanggung, akibat kejadian itu, seluruh barang yang berada didalam rumah lenyap terbawa arus. Meski begitu, Tanggo sapaan akrabnya merasa bersyukur karena keluarga semuanya dalam keadaan selamat. “Abis samua kita pe barang-barang dirumah. tapi Alhamdulilah keluarga selamat, masih ada beberapa baju kerja yang tersisa,” kata Tanggo.

Akan hal itu, sejumlah ucapan belasungkawa datang dari rekan-rekan musisi dan seniman sulut. Bahkan rencananya akan meggelar ajang bakti sosial guna meringankan beban. Tanggo sendiri menyampaikan terima kasih atas ucapan belasungkawa, sekaligus ucapan selamat dari sejumlah kalangan pencinta musik.

“Terima kasih untuk ucapannya. Selain hanya bisa meminta ampun, Alhamdulilah juga bisa bertambah umur, ini teguran buat kita,” tandas lelaki berambut gondrong tersebut menutup. (rol)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: