Connect with us

Berita Utama

Generasi Emas Belgia

PENCAPAIAN Belgia di Piaal Dunia 2018, khususnya kemenangan Belgia atas Brasil (2-1) merupakan pembuktian bahwa kekuatan baru sepakbola di benua Eropa telah muncul. Pemain-pemain bintang seperti Kevin De Bruyne (Manchester City), Romelu Lukaku (MU), Eden Hazard (Chelsea) dkk kini sudah matang untuk pertandingan sekelas piala dunia. Belgia kini memiliki generasi emas sepakbola.

Nama Michel Sablon, adalah orang yang paling berjasa melahirkan generasi emas Belgia. Itu semua berawal di Piala Dunia 1990 Italia. Ketika itu Michel dipercayakan sebagai staf pelatih Timnas Belgia. Di babak 16 besar, Belgia melawan Inggris. Pertandingan akan segera berakhir dengan skor imbang. Michel pun sudah menyusun daftar penendang penalti untuk Belgia.

Kertas itu kemudian disodorkannya ke pelatih. Namun apa lacur, selesai nama-nama itu diserahkan, pemain Inggris David Platt, secara spektakuler menjebol gawang yang dikawal kiper Belgia, Michel Preud’homme. Kertas Michel pun dibuang. Kenangan buruk itu diingat Michel.

10 tahun kemudian, Michel kembali mencoret di selembar kertas. Jabatannya kali ini adalah Direktur Teknik Federasi Sepakbola Belgia. Kali ini Michel bukan menulis daftar penendang penalti, namun sebuah “blue print” sepakbola Belgia. Sebuah revolusi sepakbola bagi negaranya.

Tahun 2006 di Brussel, Michel secara resmi menyerahkan cetak biru yang ditulisnya dengan judul “La vision de formation de l’urBSFA”.

Dalam blue print itu, Michel mengadopsi filosofi dan metode pelatihan sepakbola di Belanda dan Prancis, terlebih style klub Ajax dan Barcelona. Menariknya, Michel memilih style masa depan Belgia adalah sepakbola menyerang dengan formasi 4-3-3.

Setiap pemain muda Belgia diwajibkan mahir memainkan sepakbola formasi 4-3-3. Dengan gaya main menyerang ini, para pemain dituntut harus piawai mengocek bola. Karena itu, kemampuan mendribbling bola adalah lagu wajib dalam pembinaan usia dini Belgia.

Ketika Belgia menjadi tuan rumah Euro 2000 dengan Belanda, belum terlihat hasil pembinaan ala Michel.
Generasi sepakbola 4-3-3 mereka masih muda. Belgia gagal di Euro 2000. Namun uang banyak berhasil mereka raup sebagai tuan rumah. Dana itu diinvestasikan untuk lebih menggenjot visi sepakbola ala Michel, terutama di kalangan usia dini.

Belgia membangun pusat sepakbola nasional di Tubize, pinggiran kota Brussel. Jumlah orang yang mendaftar di kursus pembinaan entry-level itu meningkat sepuluh kali lipat setelah federasi membuatnya gratis. Belgia bekerjasama dengan University of Brussels, untuk menganalisa sistem pembinaan pemuda di level klub dan membuat rekomendasi ke PSSI-nya Belgia.

Michel juga menugaskan Universitas Louvain untuk melakukan studi ekstensif tentang sepak bola pemuda di Belgia, yang melibatkan pembuatan film 1.500 pertandingan di berbagai kelompok usia. Dia bekerja sama dengan klub selama beberapa waktu, mengadakan pertemuan rutin dengan direktur akademi untuk bertukar ide dan mendorong mereka agar berkontribusi terhadap perubahan wajah sepakbola Belgia.

Hasil ilmiah universitas, benar-benar jadi patokan penting Michel membangun dan memenej sepakbola Belgia. Salah satu temuan dalam riset universitas yang dikembangkan Belgia, anak usia dini (sebelum delapan tahun) sudah harus dilatih menyentuh bola.

Juga di klub pembinaan sepakbola, anak-anak dilatih memainkan sepakbola dengan ukuran-ukuran lapangan kecil 2×2, 5×5 dan 8×8. Ini untuk mendorong anak-anak mempraktekkan keterampilan – dribbling dan passing diagonal – yang penting bagi filosofi mereka bermain 4-3-3.

Hasilnya kini Belgia sudah bisa memetik puluhan ribu bahkan jutaan calon-calon pemain sepakbola yang memiliki kemampuan dribbling, dan secara teori sudah hafal betul formasi sepakbola 4-3-3. Mereka kemudian menyeleksi anak usia 14-18 tahun dari sekolah-sekolah olahraga terkenal, untuk kemudian ditambah kursus dalam sebuah kurikulum khusus. Mereka harus mengikuti ”kursus sepakbola” empat kali seminggu dan dua jam setiap hari. Yang terbaik, diambil oleh pelatih yang bekerja untuk federasi sepakbola Belgia.

Hasilnya, seperti kita lihat sepakbola Belgia sekarang ini !!! Bagaimana sepakbola Indonesia?
(#friko poli)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Belanda Ingin Tutup 4 Penjaranya karena Tidak Ada Lagi Tahanan

PEMERINTAH Belanda berencana menutup empat penjaranya, karena tidak lagi punya tahanan. Pertimbangan penutupan ini adalah berdasarkan catatan angka kejahatan terendah sejak 1980.

Badan nasional statistik CBS dalam data yang dirilis pada awal 2018 ini menyebutkan, hanya terdapat 49 kejahatan per 1.000 penduduk.

Sejak 2013 lalu, pemerintah Belanda melaporkan bahwa mereka telah menutup 28 penjaranya. Tutupnya penjara-penjara ini adalah sebuah pertanda bahwa tidak lagi banyak orang yang melanggar hukum di Belanda.

Bahkan, pemerintah sempat mencari segala cara agar penjaranya tidak ditutup dengan bekerja sama dengan pemerintahan Norwegia untuk menampung tahanan dari negara yang terkenal dengan keindahan auroranya itu.

Turunnya jumlah tahanan di Belanda ini tidak lepas dari cara mereka memperlakukan tahanan. BBC mencatat kalau tidak sampai 10% tahanan yang kembali di tangkap dan dijebloskan ke penjara dalam kurun waktu dua tahun setelah dilepaskan. (kps/ts)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Berita Utama

Wawali Manado: Tidak Ada Main Mata di Seleksi CPNS Manado

Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan.

TIDAK ada main mata dan sistem jatah-jatahan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado 2018. Semua dilakukan secara transparan dan tidak ada rekayasa.

Hal ini ditegska  Wakil Walikota (Wawali) Manado Mor Dominus Bastiaan SE.

Saat ini selemsi menghasilkan 50 peserta seleksi yang dinyatakan lulus Passing Grade, dan 149 lainnya bakal lulus dengan sistem Ranking nantinya.

“Seleksi CPNS Kota Manado beberapa waktu lalu telah dilakukan se-transparan mungkin. Tidak ada main mata apalagi jatah-jatahan, karena hasil penilaian dalam seleksi CPNS tersebut ditentukan melalui sistem. Jadi tidak ada intervensi untuk menentukan siapa-siapa yang lulus,” tukas Wawali Mor Bastiaan, Senin (03/12/2018).

Menurutnya, sering kali terjadi salah pemahaman dan salah pengertian di tengah masyarakat, karena informasi yang disampaikan kurang transparan dan tidak mudah dimengerti.

Oleh sebab itu, Wawali mengajak masyarakat untuk melihat informasi penerimaan CPNS di website Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado.

Wawali Mor Bastiaan menambahkan, bagi mereka yang lulus Passing Grade, masih harus melanjutkan pada tahapan berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. “Jadi meski para peserta CPNS sudah lulus Passing Grade, bukan tidak mungkin mereka tidak direkrut karena batasan jumlah formasi yang ada,” ujar Wawali Mor.

Kepala BKD Manado Corry Tendean SH menjelaskan, alokasi formasi yang diberikan pemerintah pusat untuk Kota Manado pada penerimaan CPNS tahun 2018, sebanyak 199 formasi. Sedangkan mereka yang lulus Passing Grade dalam SKD yakni 50 orang. Dalam SKB nanti, terdapat 323 peserta yang terdiri dari 50 peserta yang lulus Passing Grade dan 273 peserta Ranking. “Dari 50 peserta yang lulus Passing Grade, ada 9 yang gugur karena kelebihan peserta,” jelas Tendean. (hms/ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: