Connect with us

Berita Utama

Wisata Rohani ke Israel Dipending, Warga Sulut Kecewa

BUNTUT kebijakan Israel melarang warga berpaspor Indonesia berdampak terhadap wisata rohani ke Yerusalem. Dan tidak sedikit warga Sulut yang sering menikmati wisata rohani tersebut. Tak heran mereka yang berencana untuk ke Israel tahun ini mengaku kecewa. “Saya sudah merencanakan untuk berwisata rohani ke Israel, tapi dengan adanya larangan ini, berarti harus dipending rencanannya,” ungkap Harry, warga asal Manado.

Sementara seorang guide wisata rohani asal Mesir yang dihubungi trensulut membenarkan adanya larangan tersebut. Namun dia mengatakan, masih akan menunggu perkembangan selanjutnya. “Wait two weeks (tunggu selama dua minggu),” katanya tanpa menjelaskan apa maksud menunggu sampai dua minggu.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan telah menerima informasi mengenai keputusan Israel untuk menahan visa turis berpaspor Indonesia. “Saya mendapat informasi mengenai masalah visa. Jadi keputusan Israel untuk menahan visa,” ujar Retno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Retno mengatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly. Alasannya, kata dia, kewenangan untuk mengatasi persoalan visa ini berada di Kementerian Hukum dan HAM. Meski begitu, Retno tetap menghormati keputusan Israel. Menurut dia, setiap negara memiliki hak untuk memberikan visa, menolak visa, maupun menunda visa. “Itu adalah hak dari setiap negara,” kata dia. Retno pun menepis ihwal pelarangan itu karena motif politik. (ts/sbr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: