Connect with us

Religi

2018, Puluhan Gereja GMIM Dapat Hibah Total Rp1,8 Miliar

Foto: Blogspot Humas Pemprov Sulut.

SELANG Tahun 2018 ini, Pemprov Sulut telah memplot anggaran sebesar Rp1.8 Miliar untuk hibah bagi rumah ibadah di GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa). Puluhan gereja yang mendapatkan bantuan lewat proposal yang diajukan mendapat bantuan bervariasi, berkisar Rp30 juta sampai Rp50 juta.

Angka anggaran hibah dari plat merah untuk gereja-gereja itu secara simbolik disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat menghadiri ibadah syukur terpilihnya Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2018-2022 yang diselenggarakan di kediaman Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina, Sabtu (26/05/2018) lalu.

Informasi ini dilansir langsung blogspot Humas Pemprov Sulut dengan menyebutkan total anggaran hibah secara detail mencapai Rp1.832.000.000. Gubernur mengatakan, kiranya bantuan yang diberikan pemerintah dapat digunakan sebaik mungkin oleh gereja untuk kepentingan pembangunan mental spiritual jemaat. Dengan diberikan bantuan ini, GMIM diharapkan dapat terus menjadi pelopor kehidupan yang rukun dan damai di Sulut.

GMIM juga diharapkan tetap mengambil peran dalam peningkatan karakter bangsa dan generasi dengan senantiasa memberi pencerahan etik, moral dan kebangsaan baik dari nilai agama maupun nilai kehidupan bernegara. Khusus untuk pengurus BPMS yang baru dibawah pimpinan pendeta Hein Arina, Gubernur berpesan agar mampu beradaptasi dengan tugas yang diemban, melakukan perubahan pada sektor yang dianggap kurang baik ke arah lebih baik, tetap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menopang semua program pembangunan yang dijalankan. (hms/ts)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Berita Utama

Suku di Papua Ini Akhirnya Bisa Baca Alkitab

Proses Terjemahan Butuh 27 Tahun

SALAH satu suku terbesar di Papua, kini bisa membaca Alkitab dengan bahasa ibu mereka sendiri. Pejabat Gubernur Papua Soedarmo mengapresiasi apa yang dilakukan Lembaga Alkitab Indonesia, mengingat proses penerjemahannya memakan waktu hingga 27 tahun.

“Bayangkan sebelumnya alkitab itu dari bahasa Jerman kemudian diterjemahkan ke bahasa Yali. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Soedarmo seperti dilansir TabloidJubi dalam lamannya.
Lebih lanjut Soedarmo mengatakan supaya masyarakat Yahukimo bisa menjadikan Alkitab sebagai pegangan dalam melaksanakan ibadah dan menjalani kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat harus bisa pahami dan hayati isi dari alkitab serta implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung Soedarmo. Klasis GKI bersama Schwelm Jerman meluncurkan Alkitab Bahasa Yali di Angguruk, Yahukimo. Rencananya, alkitab Bahasa Yali juga akan diluncurkan di Apahapsili, Kabupaten Elelim.

Alkitab bahasa Yali telah dicetak lebih dari 14.000 eksemplar, sementara Alkitab bergambar untuk anak anak berjumlah 4.000 eksemplar. (tbj/jwb)

Continue Reading

Berita Utama

SBANL: 2019, Honor Penyuluh Agama Non-PNS Naik 100 Persen

SBANL dalam pertemuannya dengan Dirjem Bimas Kristen Protestan, Kementrian Agama RI, Prof Dr Thomas Pentury (kiri)

ANGGOTA DPD RI asal Sulawesi Utara, Ir Stefanus BAN Liow (SBANL) membenarkan bahwa honorarium penyuluh agama non-PNS, dipastikan naik 100 persen tahun depan (2019).

“Tahun 2019 Honorarium Penyuluh Agama Non PNS akan dinaikan dari Rp 500.000 menjadi Rp 1.000.000 per bulan,” ungkap SBANL, Selasa (13/11/2018).

Hal ini didengarnya langsung dari Dirjen Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama RI, Prof Dr Thomas Pentury, MSi.

Konfirmasi itu disampaikan Prof Pentury ketika ditemui SBANL yang datang untuk menyampaikan aspirasi dari Penyuluh Agama di Sulut.

Menurut Senator SBANL, kenaikan tersebut berlaku bagi Penyuluh Non PNS semua agama.

Lebih lanjut SBANL mengungkapkan bahwa sebagai wakil daerah, pihaknya  wajib meneruskan semua aspirasi ke kelembagaan/kementerian terkait, meski disadari belum tentu semuanya terpenuhi.

“Namun suatu kewajiban untuk disampaikan sebagai pertanggungjawaban moral dan politik ketika rakyat memberikan kepercayaan.,” tegas pria enerjik ini. (ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: