Connect with us

Berita Utama

Tiga Bocah Kakak Beradik Tewas, Diduga Diracun Sang Ibu

Published

on

TIGA bocah kakak beradik tewas mengenaskan diracun. Yang memiriskan, mereka diduga diracun oleh ibujnya sendiri, PSP (33). Korban masing-masing bocah wanita DM (6) dan dua adiknya laki-laki, MM (4) dan NM (2).

Peristiwa memilukan ini terjadi di Banjar Palak, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. ”Seusai memberikan racun kepada ketiga anaknya hingga tewas, PSP ikut menenggak racun untuk bunuh diri. Namun, ia tak sampai tewas, dan hingga kekinian masih dirawat di rumah sakit,” ungkap Kapolsek Sukawati, Komisaris Pande Putu Sugiarto dalam keterangan tertulis yang dilansir Suara.com, Kamis (22/02/2018).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/02) sekitar pukul 06.40 WITA pagi. PSP dan ketiga anaknya sebenarnya berdomisili di Banjar Sandakan, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Namun, insiden tragis itu terjadi di Banjar Palak, Gianyar, persisnya di rumah orang tua PSP. Diduga, sang ibu tega melakukan perbuatan tersebut karena cekcok dengan sang suami, Putu Moh Diana.

Tragedi itu berawal pada Selasa (20/02) siang, sekitar pukul 12.45 WITA. Saat itu, PSP mengajak ketiga anaknya datang ke rumah sang kakek untuk menginap. Selang dua jam, sekitar pukul 14.30 WITA, Putu Moh Diana (35)—suami PSP—mendadak datang dan sempat berbicara dengan pelaku.

”Berdasarkan keterangan saksi, suaminya saat itu sempat mengajak PSP dan ketiga anaknya untuk pulang ke Badung. Tapi pelaku tak mau, sehingga suaminya pulang sendiri,” terang Sugiarto. I Nyoman Yoga, adik kandung PSP, mengakui Selasa malam, sekitar pukul 23.00 WITA, sempat bertemu suami pelaku di depan pintu rumah.

Ketika itu, Yoga bertanya kepada Moh Diana hendak ke mana. Mendapat pertanyaan itu, suami pelaku mengakui mau pulang ke Badung. ”Saksi Yoga juga mengakui, saat itu juga melihat kakaknya (PSP) masih menyusui anaknya yang balita di kamar. Ketika Yoga masuk ke kamar tidur, dia masih melihat kakaknya sedang duduk bersama kakak dan ibu mereka di beranda,” terangnya.

Kisah berlanjut pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.40 WITA. Ketika itu, Yoga yang bangun tidur, hendak mengambil peralatan mandi di kamar tempat PSP dan ketiga anaknya menginap. ”Saat mau masuk ke kamar itu ternyata terkunci. Yoga lantas menggedor pintu kamar, tapi tetap tak dibukakan. Akhirnya dia membuka paksa jendela, dan kaget melihat kakaknya dan ketiga keponakannya sudah terkapar,” jelasnya.

Yoga lantas memberitahukan keluarganya perihal kondisi PSP dan ketiga bocah itu yang terbujur kaku. Oleh keluarga, keempatnya dibawa ke Rumah Sakit Ganesa Celuk Sukawati. ”Saat ditemukan saksi Yoga, posisi ibu korban tidur terlentang sembari memegang pisau. Ketiga anaknya ditemukan sudah tak bernafas. Sementara PSP masih hidup meski kritis,” ungkapnya.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat itulah ditemukan racun nyamuk cair dalam kemasan plastaik yang isinya sudah habis. ”Kamar itu semerawut, tempat tidur di lantai dengan beralaskan karpet merah. Di atas karpet ada ceceran cairan diduga racun nyamuk, dan juga ditemukan pisau dapur ternoda bercak darah,” tandasnya. (ssc/sbr*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: