Connect with us

Berita Utama

Si Jenius Erica Kaunang, Tidak Pernah Ikut Kursus

WAWANCARA EKSLUSIF TRENSULUT (2)

Erica Kaunang.

SISWA berprestasi nasional di Amerika Serikat (AS), Erica Kaunang, ternyata waktu kecil tidak memperlihatkan bakatnya sebagai seorang yang jenius dan multitalenta. Hal ini diakui kedua orangtuanya, Joutje Kauang dan Eva Tiovina Purba dalam wawancara khusus dengan trensulut.com. Berikut kisahnya.

Ketika pertama kali masuk sekolah di bangku taman kanak-kanak, Erica tidak terlihat antusias untuk sekolah. Bahkan dia enggan untuk belajar. “Waktu mau ke sekolah, dia selalu menangis. Bahkan ketika turun dari mobil di depan sekolah, dia berlari lagi mengejar mobil karena tidak mau ditinggal di sekolah,” kisah sang ayah, Joutje Kaunang.

Ketidaksukaan belajar yang ditunjukkan si Erica kecil setiap kali diantar ke sekolah, membuat Erica makin dikenal satpam sekolah. Bahkan suatau waktu si satpam sekolah sampai harus bertanya “Hey, young lady…why you don’t like go to school (Hai nona kecil, mengapa kamu tidak mau ke sekolah?),” tanya si satpam yang hanya direspons Erica dengan menangis.

Namun sikap “alergi” Erica untuk belajar di sekolah, tidak menyurutkan orangtuanya membawanya setiap hari ke sekolah. Dan lambat laun Erica mulai betah di sekolah. “Tapi dalam pelajaran dia tidak terlihat menonjol, biasa-biasa saja. Malah tulisannya terbolak-balik waktu itu. Dalam beberapa bulan sekolah, Erica tidak ada perubahan berarti,” ungkap Eva–ibu Erica.

Hal itu berlangsung sampai Erica menginjakkan Sekolah Dasar (SD). Namun memasuki kelas 2 SD, Erica sudah bisa lebih beradaptasi. Namun baik Joutje maupun Erica mengaku, sejauh itu Erica belum menunjukkan prestasi yang menonjol. “Kami juga orang tua tidak memberinya kursus di luar sekolah. Di rumahnya juga kami tidak tekankan untuk harus selalu belajar,” ungkap mereka.

Dan selama belajar di tingkat SD, Erica tidak menunjukkan hal-hal yang spesial dalam mata pelajaran di mata mereka. Namun ketika Erica kemudian didaulat menulis surat ke presiden dan suratnya dibalas, membuat Joutje dan Eva tercengang kaget. Apalagi setelah lulus dan orangtua dipanggil guru di sekolah. Keterkejutan makin menjadi, ketika para guru menyebutkan, Erica memiliki talenta yang spesial, sehingga mendapat perhatian berbagai sekolah. “Kami kaget waktu itu,” aku Joutje. (ts/bersambung)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: