Connect with us

Berita Utama

Sejarawan Unsrat Tanggapi Soal “Pengasuh Ade Nasution di Tahuna”

Oma Alpiah, warga Tahuna yang disebut-sebut pengasuh Ade Irma Nasution yang tewas pada peristiwa G30 S/PKI

INFORMASI tentang Oma Alpiah selaku pengasuh Ade Irma Nasution (korban kekejan G30 S/PKI) yang masih hidup dan tinggal di Tahuna, menarik tanggapan berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Sejarawan Unsrat, Dr Ivan Kaunang. “Pertama tentu cek kebenaran atas informasi ini, itu merupakan langkah pertama dalam metode sejarah. Mencari tahu dan menemukan kebenaran,” kata Kaunang seraya mempertanyakan, kenapa baru sekarang ada informasi tentang Oma Alpiah tersebut. “Ada faktor apa? Ini menarik untuk didiskusikan. Ini tentunya tugas pers mewawancarai sebagai data awal sejarawan menulis kisahnya ,” sambungnya.

Jika memang benar Oma Alpiah itu merupakan salah satu saksi hidup detik-detik dibunuhnya Ade Irma Nasution–putri Jenderal AH Nasution pada peristiwa G30 S/PKI, perlu ada apresiasi terhadap yang bersangkutan. “Negara memberikan dana hidup. Biasanya itu ada. Tapi kalau tidak dilaporkan bagaimana negara bisa memberikan perhatian? Paling tidak pemerintah daerah,” katanya. Dan perhatian itu, bisa saja juga bukan dalam bentuk uang. Tetapi diundang pada hari-hari khusus , seperti hari pahlawan atau kesejahteraan lainnya,” katanya.

Seperti diketahui peristiwa kekejaman Gerakan 30 September PKI (G30 S/PKI) kembali menyeruak seiring momen tanggal 30 September 2017 lalu. Menariknya, ada kabar yang beredar lewat media sosial (medsos) bahwa pengasuh Ade Irma Nasution–putri Jenderal AH Nasution yang ikut menjadi korban peristiwa kelam bangsa Indonesia itu, masih hidup. Informasi ini diungkap seorang warga dengan akun Facebook Cory Tatawi. Pada statusnya, Cory menjelaskan bahwa pengasuh Ade Irma Nasution saat ini masih hidup dan tinggal di Keluarga Dumuhung di Tahuna, Kabupaten Sangihe.

“Saking dekat dgn keluarga Jendral, kalung Ade Irma diberikan kepada Oma (pengasuh Ade Irma Nasution, red) ini dan sampai sekarang masih tersimpan baik. Walaupun sudah tua, tapi Oma masih boleh menceritakan kejadian malam (G30 S/PKI) itu. Dan ingaaaat sekali meskipun ditanya berkali-kali kejadian waktu itu. Oma Alpiah Makasebape ini yang diperintahkan untuk mengenali Mayat Piere Tendean dan nama “Ade” buat Irma Suryani Nasution. Itu panggilan kesayangan yg diberikan Oma ini… Lebih menyedihkan lagi dengar cerita Ade Irma meninggal dipelukan Oma Alpiah😢. Dan sampai sekarang beliau masih trauma akibat kejadian itu…sampai Kunjungan Kodim 1301 Satal 21 April lalu, beliau ketakutan skaliiii melihat baju TNI 😢 kasihan oma..,” ungkap Cory Tatawi dalam statusnya yang di-like 400-an akun FB. 

Informasi ini tentunya penting untuk ditelusuri, terutama untuk mendapatkan kisah sejarah yang lebih detail. “Menarik untuk didengar kisah dari pengasuh Ade Irma Nasution itu kalau memang benar adanya,” ungkap seorang warga Manado ketika membaca status FB dari Cory Tatawi. Apa yang disampaikan Cory cukup meyakinkan, karena disertai foto sang Oma Alpiah dengan foto Ade Irma Nasution hitam putih dalam sebuah bingkai tua. (ts/*)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Omset Menurun, GD Manado Pangkas Karyawan

Manado-Tempat Hiburan Malam (THM) Good Day Manado yang terletak di komplex Marina Plaza diduga mengalami ‘kerugian’ diawal tahun 2019. Hal itu terjadi dikarenakan kurangnya budjet hingga pengurangan karyawan harus menjadi langkah alternatif.

Tidak hanya itu saja, pemangkasan karyawan tersebut bisa dibilang mulai berkurangnya animo pengunjung. Betapa tidak, THM yang diketahui beroperasional selama seminggu full yakni dari senin sampai minggu, belakangan mulai redup dengan hilangnya sejumlah talent berpotensi diatas panggung.

“Kurang omzet di hari minggu, jadi owner (Ci) bilang kurangi dulu dihari minggu,” kata Hendra selaku Manager GDM beberapa waktu lalu.

Dan sesuai informasi yang dirangkum media ini bahwa, pengurangan juga dilakukan oleh pengelola di hari-hari yang lain.

“Saya dihubungi manager, kalau jadwal saya di hari rabu jangan masuk dulu, dengan alasan kurang budjet dihari itu,” kata salah-satu personil panggung yang enggan namanya dipublish.

Meski begitu, GDM terus meningkatkan kreatifitas lewat even untuk memulihkan kembali kepercayaan para penikmat hiburan malam di Kota Manado pada khususnya. (red)

Continue Reading

Berita Utama

Terkait PTSL, Saafa: Pemkot Jangan Berpangku Tangan

Syarifudin Saafa saat menerima aspirasi warga

Manado-Anggota DPRD Manado Syarifudin Saafa menerima aspirasi warga yang mempertanyakan soal program PTSL dari Badan Pertanahan Nasional (Pendaftaran Tanah Sertifikasi Langsung) yang mengratiskan kepengurusan dari masyarakat.

Informasi yang dirangkum media ini, warga yang memadati ruangan Komisi I DPRD Manado itu masing-masing membawa dokumen dan berkas kepengurusan tanah. Meski hanya seorang diri tanpa rekan-rekan anggota komisi bidang Hukum dan Pemerintahan itu, Saafa mengaku selalu menerima aspirasi warga dengan jumlah yang banyak.

“Saya seorang diri dan selalu menerima aspirasi warga yang datang dengan jumlah banyak, tapi tidak apa, mungkin yang lain sibuk,” ucap Ketua DPD PKS Sulut itu.

“Pemerintah akan mengakomodasi bekerjasama dengan pertanahan untuk membuka posko di kantor kelurahan. Karena target di tahun 2019, 21 ribu bidang tanah di kecamatan singkil-mapanget,” ujar Saafa Selasa (12/02) saat diwawancarai media ini.

Saafa sendiri menegaskan bahwa, pemerintah seharusnya lakukan administrasi mobile di tiap kampung terkait dengan PTSL tersebut.
“Saya menghimbau agar pemerintah kota bisa lebih proaktif, jangan berpangku tangan. Kasihan masyarakat harus terus mempertanyakan program pemerintah,” tegas Saafa. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Komisi I DPRD Sulut Bakal Panggil PP Pemilu

Ferdinan Mewengkang

Sulut-Jelang Pesta Demokrasi Pemilihan Umum tahun 2019, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) Adi Pangelu menegaskan, aturan bagi setiap peserta pemilu sudah jelas, dan dimintakan untuk dipatuhi. Lebih khusus menurutnya soal kampanye yang menggunakan fasilitas pemerintah seperti tempat ibdah dan pendidikan.

Lebih lanjut dijelaskan Pangelu bahwa, sosialisasi yang dilakukan peserta pemilu selama tidak melanggar aturan nomor 07 tahun 2017 poin 280 tidak akan menjadi masalah.

“Sah-sah saja kalau itu tidak melanggar. Sifatnya tidak melakukan kampanye saja. Kalau hanya ajakan untuk mengingatkan kewajiban para pemilih,” tandas Pangelu Selasa (12/02) di Manado.

Pangelu sendiri memastikan akan menindak tegas peserta pemilu yang melanggar aturan tersebut. “Tindakan tegas sudah pasti. Dan itu akan dilakukan sesuai tahapannya masing-masing,” ucap Pangelu saat diwawancarai media ini. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Musisi Ini Rayakan HUT di Tengah Genangan Air

Manado-Musisi sekaligus pencipta lagu Taleng Tanggo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 44 tahun dengan situasi memiriskan. Tepat dihari itu, rumahnya yang terletak di Kelurahan Mahawu lingkungan III tersebut terendam banjir.

Taleng Tanggo (Musisi dan Pencipta Lagu)

Tidak tanggung-tanggung, akibat kejadian itu, seluruh barang yang berada didalam rumah lenyap terbawa arus. Meski begitu, Tanggo sapaan akrabnya merasa bersyukur karena keluarga semuanya dalam keadaan selamat. “Abis samua kita pe barang-barang dirumah. tapi Alhamdulilah keluarga selamat, masih ada beberapa baju kerja yang tersisa,” kata Tanggo.

Akan hal itu, sejumlah ucapan belasungkawa datang dari rekan-rekan musisi dan seniman sulut. Bahkan rencananya akan meggelar ajang bakti sosial guna meringankan beban. Tanggo sendiri menyampaikan terima kasih atas ucapan belasungkawa, sekaligus ucapan selamat dari sejumlah kalangan pencinta musik.

“Terima kasih untuk ucapannya. Selain hanya bisa meminta ampun, Alhamdulilah juga bisa bertambah umur, ini teguran buat kita,” tandas lelaki berambut gondrong tersebut menutup. (rol)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: