Connect with us

Berita Utama

Jenius, Banyak yang Tanyai Erica Dikasih Makan Apa ?

WAWANCARA EKSLUSIF TRENSULUT (3/habis)

SEABREK prestasi mencengangkan yang diukir Erica Kaunang sehingga masuk 500 anak bertalenta khusus di Amerika Serikat (AS), dan diundang PBB untuk menjadi moderator, tak hanya menjadi buruan berbagai universitas terkenal untuk merekrutnya. Sejumlah warga di AS juga ternyata penasaran dengan kelebihan yang dimiliki siswa asal Tatelu Minahasa Utara yang duduk di bangku akhir SMA Brooklyn Latin School ini.

Erica bersama keluarga.

 

Eva Tiovina Purba–ibu Erica ketika diwawancarai trensulut menceritakan, ada beberapa kenalan orang tua yang bertanya kepadanya, Erica sejak kecil sampai saat ini mengkonsumsi apa, sehingga bisa seperti sekarang ini?. “Memang ada yang tanya, dikasih makan apa sih Erica?,” cerita Eva.

Menjawab pertanyaan tersebut, Eva mengatakan bahwa putrinya sama seperti anak umum lainnya, tidak ada hal yang istimewa pada pola makannya. “Erica itu juga makan nasi. Dia tidak terlalu pilih-pilih makan. Malah sering dia makan supermi dan telor. Dia juga suka ayam goreng atau bakso, tidak ada yang spesial,” aku Eva yahng diamini Joutje Kaunang, ayah Erica.

Cuma memang, tambah Eva, Erica sejak kecil suka sekali minum susu. “Susu dia itu suka sekali dan malah berlebihan mungkin,” aku wanita asal Batak ini.

Namun ada satu hal yang disampaikan orangtua kepada Erica sebagai motivasi bagi sang anak, bahwa pendidikan itu penting. Sebagai orangtua asal Indonesia yang hidup di AS, adalah sebuah perjuangan yang keras sehingga bisa mendapatkan citizen seperti sekarang ini. Dan untuk bersaing di AS, perlu mempersiapkan masa depan lewat pendidikan.

“Saya katakan padanya (Erica), soal bodoh dan pintar itu adalah pilihanmu. Kalau kamu pinter dalam sekolah, kami orangtua akan sangat senang, tapi yang paling senang nantinya adalah kamu sendiri,” ungkap Eva ketika memberi motivasi putrinya itu.

Dan Erica semakin besar, aku Eva, makin mengerti bahwa pendidikan itu penting. Bahkan dikatakan Eva, beberapa kali dia dipanggil untuk jalan-jalan bersama, dia menolak karena lebih memilih belajar di rumah saja. “Dia itu mandiri dalam soal belajar,” aku Eva dan Joutje bangga.

Namun bagi Eva, terlepas kelebihan dan prestasi anaknya karena memang rajin dan tekun belajar, hal ini diamini sebagai sebuah anugerah yang diberikan Tuhan bagi keluarganya. “Talenta yang dimiliki Erica ini merupakan pemberian Tuhan, dan kami sangat mensyukurinya,” aku Eva dan Joutje senada.

Sementara itu terkait masa depan Erica yang kini diperebutkan berbagai universitas ternama AS, menurut Eva, sepenuhnya diserahkan kepada anaknya untuk memilih kemana nantinya selepas SMA. “Itu sepenuhnya pilihan Erica, dan kami orangtua akan mendukungnya,” aku Eva.

Namun Erica dalam perbincangan dengannya, mengaku sangat tertarik untuk menekuni human justice. Erica bercita-cita untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain dengan membantu mereka yang terpinggirkan dan menjadi korban ketidakadilan. “itu yang dia sampaikan,” kata Eva. (ts/habis)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: