Connect with us

Berita Utama

Pungutan Zakat 2,5 Persen Bisa Memicu Demo PNS

Ombudsman: Berpotensi Terjadi Pelanggaran Administrasi

RENCANA penarikan gaji pegawai negeri sipil muslim sebesar 2,5 persen untuk zakat dinilai berpotensi terjadinya maladministrasi (kesalahan administrasi). Bila pemerintah mengimplementasikan gagasan tersebut, maka telah terjadi pelanggaran.

“Zakat itu masalah privat. Jadi negara tidak boleh mencampuri apalagi menarik zakat ke dalam pemerintahan,” kata Ahmad yang dilansir tempo.co, Selasa (06/02/2018).

Menurut Ahmad sebaiknya pemerintah urung menjalankan rencana tersebut. Sebab, ibadah zakat adalah urusan pribadi, sehingga tak seharusnya negara mencampuri persoalan tersebut. Apalagi, kata Ahmad, pengelolaan zakat yang salah berakibat dosa besar.

Misalnya, terjadi penyelewengan atau korupsi dana zakat. “Bila terjadi, pemerintah melakukan yang tidak seharusnya atau bahkan dilarang. Tapi ini (penarikan gaji) kan baru rencana,” ujar Ahmad.
Jika pemerintah tetap ingin menarik zakat dari PNS Muslim, dalam undang-undang perlu mencantumkan perbedaan siapa yang mustahik atau berhak menerima zakat dan siapa pemberi zakat itu.

Ahmad menuturkan penarikan zakat dari gaji PNS pernah terjadi di Lombok Timur sekitar 2006 atau 2007. Awalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan bupati setempat membuat kebijakan yang sama ihwal pemungutan zakat dari PNS.

Namun PNS merasa terganggu dan tereksploitasi. Sehingga mereka berunjuk rasa besar-besaran. Mayoritas pengunjuk rasa adalah PNS kalangan bawah. Menurut Ahmad, tak menutup kemungkinan bila hal itu kembali terjadi ketika pemerintah resmi memungut zakat dari PNS muslim.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sedang menyiapkan aturan ihwal pungutan zakat bagi PNS. Zakat itu berasal dari pemotongan gaji PNS yang beragama Islam sebesar 2,5 persen.
“Kami sedang menyiapkan keppres (keputusan presiden) adanya pungutan zakat khusus dan ini hanya berlaku bagi ASN (aparat sipil negara) atau PNS muslim,” kata dia.

Pemotongan, kata dia, hanya berlaku bagi muslim. Sebab, hanya umat Islam yang memiliki kewajiban membayar zakat. Namun, menurut Lukman, pemotongan gaji untuk zakat tak bersifat wajib. PNS atau ASN boleh mengajukan keberatan bila tak bersedia gajinya dipotong. (tnc/*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Polisi Ciduk Tersangka Pelaku Pungli Parkir di Pasar Bersehati

FP diciduk saat menagih retribusi parkir ilegal di Pasar Bersehati.

SEJAK pemberlakuan  otomatisasi portal lahan parkir di Pasar Bersehati, masyarakat mengingatkan PD Pasar agar menyikapi masih adanya pungli (pungutan liar) retribusi parkir yang dilakukan sejumlah oknum.

Menariknya, tersangka pelaku pungli parkir akhirnya diamankan, menyusul aksinya meminta biaya parkir terhadap pengendara yang kebetulan adalah seorang petugas kepolisian.

Peristiwa mirip OTT (Operasi Tangkap Tangan) ini terjadi Kamis, 18 Oktober 2018, Pukul 06.30 Wita. Yang sedikit berbeda, kalau OTT memang sudah diincar sebelumnya, namun kali ini polisi yang menciduk pelaku pungli, kebetulan hendak berbelanja di pasar tersebut.

Dirut PD Pasar Fery Keintjem membenarkan adanya tukang parkir liar yang diamankan petugas. “Waktu itu si pengendara sepeda motor yang ditagih parkir ternyata seorang anggota polisi, sehingga si tukang parkir akhirnya diamankan,” ungkap Keintjem.

Dan dari bukti yang disita dari tangan oknum petugas parkir ilegal yang masih remaja itu, uang sebesar Rp.452.000.

“Ini adalah tindakan proaktif dari Pihak Kepolisian dalam rangka membasmi dan Berantas Pungli yang ada di Pasar Tradisional. PD Manado sendiri sudah tidak lagi menarik pembayaran Parkir di Pelataran Pasar Bersehati, kecuali di Pintu Keluar dgn menunjukkan Bukti Parkir,” ungkap Keintjem.

Menariknya, tersangka pungli yang diketahui bernama Fijai alpas FP (16 tahun), dikenal sebagai pedagang di pasar tersebut.

FP kelahiran Gorontalo dan berdomisili di Pasar Rumah Makan bersehati Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.

Terkait penangkapan pelaku pungli ini, sejumlah warga meminta agar pihak kepolisian bisa menelusuri oknum-oknum yang memback-up di belakang tersangka. “Usut tuntas, bisa saja tersangka tidak sendiri, tapi ada yang menyuruhnya,” ungkap warga. (ts/sbr)

Continue Reading

Berita Utama

Dikeluhkan, Tarif Parkir yang Ditetapkan PD Pasar Manado

Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem memberi langsung tiket masuk portal parkir di Pasar Bersehati.

PENGGUNAAN Portal Parkir di Pasar Bersehati Manado menuai apresiasi bagi PD Pasar. Namun tarif parkir yang ditetapkan Rp5.000 untuk roda empat dan Rp3.000 (roda dua) pada jam pertama, mengundang keluhan di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai, tarif pasar yang ditetapkan direksi PD Pasar sudah melebihi parkiran di pasar moderen, bahkan mall.

Bahkan ada sinyalemen, selain membayar parkir resmi yang dikelola PD Pasar, ternyata masih saja ada parkir ‘liar’ di dalam pasar yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Di media sosial facebook, masalah biaya parkir ini juga banyak disorot masyarakat.

Sementara Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem, dalam akun facebooknya menyatakan, penggunaan portal parkir di Pasar Bersehati yang telah diuji coba, berdampak pada tidak ada pungutan liar, lokasi parkir makin tertib. “Dan pendapatan naik 168 persen,” kata Keintjem.

Ketika ditanyai darimana landasan tarif parkir ditetapkan, Keintjem mengatakan sesuai Perda nomor 1 tahun 2013 bahwa ketentuan itu diatur oleh direksi PD Pasar. Namun dia menyatakan, tarif yang digunakan saat ini sudah ditetapkan sebelum direksi saat ini.

Sementara untuk Perda Manado nomor 4 Tahun 2011, biaya parkir kendaraan bermotor roda empat disebutkan hanya Rp2.000 sekali parkir. Namun ketentuan ini hanya menyebutkan parkir di tepi jalan. Sedangkan di dalam areal pasar diatur oleh direksi PD Pasar sesuai Perda nomor 1 Tahun 2013. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Bartagana: Kami Andalkan Semangat dan Jiwa Kemanusiaan

BARTAGANA (Bohusami Amatir Radio Tanggap Bencana) adalah sebuah komunitas yang sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan amatir radio. Tujuan organisasi ini untuk kemanusiaan. Ketika bencana terjadi, anggotanya langsung sigap, meninggalkan keluarganya di rumah untuk menyelamatkan nyawa yang terancam dan menolong masyarakat.

Hebatnya, Bartagana yang sudah eksis sekitar 4 tahunan ini, bergerak dengan swadaya dana alias tidak mengharapkan bantuan finansial dari pemerintah.

Mereka bergotong-royong menyiapkan dana. Biaya operasional demi kemanusiaan Bartagana juga tak lepas dari sang ketua, Erwin Tandaju.

Baru-baru ini, Bartagana mengirimkan relawan dan bantuan ke Palu, setelah sebelumnya juga mengirimkan anggota di lokasi bencana Lombok.

“Kami memang tidak serta merta berangkat ke lokasi bencana Sulawesi Tengah. Kami harus melakukan penggalangan dana untuk operasional dan bantuan ke Palu,” ungkap Tandaju yang juga dikenal sebagai Ketua Orlok (ORARI Lokal) Manado.

Anggota Bartagana sendiri bukan hanya memiliki skill dalam telekomunikasi darurat (amatir radio), namun sebagian besar anggotanya sudah terlatih untuk berbagai tindakan penyelamatan. Sehingga tak berlebihan jika Basarnas acap kali bekerjasama dengan Bartagana dalam berbagai upaya pencarian orang hilang maupun giat dalam bencana.

Sejumlah anggota Bartagana yang ditemui mengatakan, mereka berkecimpung dalam organisasi tersebut, semata-mata demi kemanusiaan. “Modal kami adalah semangat, kompak dan jiwa kemanusiaan yang tinggi,” ungkap Sjamsu.

Sementara Tandaju mengakui, anggota Bartagana merupakan orang-orang yang telah terseleksi dalam upaya tanggap bencana. “Mereka gelisah jika ada bencana namun tidak turun langsung membantu,” tukas pria yang juga dipercayakan sebagai Ketua Pokja Penanggulangan Bencana Pria Kaum Bapa Sinode GMIM ini.

Bartagana saat ini memiliki ratusan anggota yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Utara. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Bartagana dan P/KB GMIM Rescue Kirim Bantuan dan Relawan ke Palu

Tim Bartagana Siap Berangkat ke Palu.

Gelar Ibadah Sebelum Berangkat ke Palu.

BOHUSAMI Amatir Radio Tanggap Bencana (Bartagana) Sulawesi Utara bersama P/KB GMIM Rescue mengirimkan bantuan sekaligus relawan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Keberangkatan tim yang dinakhodai langsung Erwin Tandaju ini, dilepas lewat ibadah yang dipimpin Pdt Daniel Mangundap MTh, Selasa (09/10/2018).

Menurut Erwin, kebutuhan makanan dan air minum serta sandang yang dibawa sepenuhnya atas upaya mandiri Bartagana dan P/KB Rescue yang secara bergotong-royong melakukan pengumpulan dana. “Kami memang tidak secepatnya langsung berangkat ketika bencana terjadi, karena kami terlebih dahulu melakukan penggalangan dana,” ungkap Erwin yang adalah Ketua Bartagana Sulut dan juga Ketua Pokja Penanggulangan Bencana P/KB Sinode GMIM

Ditambahkannya, ada tujuh relawan pria dan 1 wanita yang berangkat. Mereka selain menyalurkan bantuan, juga akan membantu tim rescue, baik untuk mengevakuasi korban, maupun membantu komunikasi dengan menggunakan radio amatir. Sebab selain bantuan makanan dan minuman serta sandang, tim juga membawa peralatan komunikasi.

Bartagana sendiri terkenal atas dedikasinya dalam berbagai penanggulangan bencana di Sulut. Hebatnya, organisasi yang sebagian besar merupakan amatir radio di Sulut ini dalam berbagai kegiatan untuk kemanusiaan tidak berharap pada bantuan pemerintah, melainkan melakukan berbagai penggalangan dana secara mandiri. Selain itu, para relawan Bartagana sudah teruji dalam berbagai penyelamatan bencana dan menjadi salah satu elemen pendukung Basarnas Manado dalam berbagai kegiatan penyelamatan.(ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: