Connect with us

Berita Utama

Anies Mengaku Kantongi Pelanggan Alexis dari Luar Kota

SEBELUM menutup Hotel Alexis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah mengumpulkan data soal pelanggaran pusat hiburan malam tersebut. Termasuk keberadaan para pelanggan, termasuk dari daerah.

“Ada banyak laporan, saya sudah menerima laporan banyak. Kita follow up. Saya dan tim sudah bekerja lama karena saya sudah sampaikan bahwa ini tempat bermasalah, sejak bulan Januari sudah saya ungkapkan,” ujar Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (01/11).

Ia menegaskan, langkah yang diambil Pemprov DKI Jakarta memiliki dasar yang kuat. Karena sebelum mengambil tindakan sudah memerintahkan timnya untuk melakukan investigasi di Alexis.

Anies mengaku sudah memiliki data, mulai dari sopir taksi yang bekerja hingga tamu Alexis yang berasal dari luar kota. “Selama ini tim saya sendiri sudah bekerja dan punya data lengkap termasuk sopir-sopir taksi yang bekerja, siapa saja yang dari luar kota datang. Semuanya ada. Jadi ada, bukannya enggak ada, cara masuk gimana, cara mengatur HP gimana, semua ada,” ujarnya seperti dilansir pos kota.

Sayangnya Anies belum mau merinci temuan itu ke publik demi alasan etika. “Ini demi kepatutan, masa hal-hal seperti itu harus diceritakan,” ujarnya.

DATA PELANGGAN
Pihak Hotel Alexis diminta pimpinan DPR mengungkap data siapa-siapa saja orang yang jadi pelanggan hotel dan griya pijat. Apa respons Alexis? “Kami apa haknya? Saya rasa itu berlebihan. Nggak mungkin lah dengan alasan apapun mengungkap,” ujar Legal & Corporate Affair Alexis Group Lina Novita.

Lina menegaskan, data-data seluruh pengunjung yang datang ke Alexis tidak mungkin mereka ungkap. Sebab menurut dia, itu sudah masuk ke ranah privat. “Masa kita buka pengunjung-pengunjungnya siapa-siapa saja? Kalau nanti mereka tidak berkenan, mereka tuntut kita dong?” ujar dia.

“Sekarang logikanya saja sudah jelas, bahwa apa haknya kita mengungkapkan kepada publik, dasar hukumnya apa? Ini kan negara hukum, kalau nanti kita dituntut gimana?” sambungnya.
Permintaan agar data ‘pelanggan’ Alexis diungkap ke publik ini datang dari Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Dia punya alasan mengapa data ‘pelanggan’ Alexis mesti dibuka.

“Buka semua, CCTV-nya. Biar masyarakat tahu mana yang munafik, mana yang nggak. Masa kita beritanya dibikin pusing Alexis,” ucap Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11). Taufik menyebut persoalan Alexis sebenarnya tak perlu dibuat heboh. Menurutnya masih banyak persoalan di negeri ini yang lebih penting untuk diurus.

“Rakyat masih banyak kelaparan, pekerjaan, kemiskinan, masih banyak. Masa berhari-hari beritanya Alexis aja, gitu. Malah dibuka sekarang, bathup-nya kayak begini begitu,” sebut dia.
“Buka aja CCTV-nya supaya tidak jadi fitnah. Pelanggannya siapa, tulis gitu, nggak apa-apa. Pusing kan. Mana yang munafik, mana yang nggak, gitu,” sambung politikus PAN itu berseloroh.
(pkt/dtc)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Belanda Ingin Tutup 4 Penjaranya karena Tidak Ada Lagi Tahanan

PEMERINTAH Belanda berencana menutup empat penjaranya, karena tidak lagi punya tahanan. Pertimbangan penutupan ini adalah berdasarkan catatan angka kejahatan terendah sejak 1980.

Badan nasional statistik CBS dalam data yang dirilis pada awal 2018 ini menyebutkan, hanya terdapat 49 kejahatan per 1.000 penduduk.

Sejak 2013 lalu, pemerintah Belanda melaporkan bahwa mereka telah menutup 28 penjaranya. Tutupnya penjara-penjara ini adalah sebuah pertanda bahwa tidak lagi banyak orang yang melanggar hukum di Belanda.

Bahkan, pemerintah sempat mencari segala cara agar penjaranya tidak ditutup dengan bekerja sama dengan pemerintahan Norwegia untuk menampung tahanan dari negara yang terkenal dengan keindahan auroranya itu.

Turunnya jumlah tahanan di Belanda ini tidak lepas dari cara mereka memperlakukan tahanan. BBC mencatat kalau tidak sampai 10% tahanan yang kembali di tangkap dan dijebloskan ke penjara dalam kurun waktu dua tahun setelah dilepaskan. (kps/ts)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Berita Utama

Wawali Manado: Tidak Ada Main Mata di Seleksi CPNS Manado

Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan.

TIDAK ada main mata dan sistem jatah-jatahan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado 2018. Semua dilakukan secara transparan dan tidak ada rekayasa.

Hal ini ditegska  Wakil Walikota (Wawali) Manado Mor Dominus Bastiaan SE.

Saat ini selemsi menghasilkan 50 peserta seleksi yang dinyatakan lulus Passing Grade, dan 149 lainnya bakal lulus dengan sistem Ranking nantinya.

“Seleksi CPNS Kota Manado beberapa waktu lalu telah dilakukan se-transparan mungkin. Tidak ada main mata apalagi jatah-jatahan, karena hasil penilaian dalam seleksi CPNS tersebut ditentukan melalui sistem. Jadi tidak ada intervensi untuk menentukan siapa-siapa yang lulus,” tukas Wawali Mor Bastiaan, Senin (03/12/2018).

Menurutnya, sering kali terjadi salah pemahaman dan salah pengertian di tengah masyarakat, karena informasi yang disampaikan kurang transparan dan tidak mudah dimengerti.

Oleh sebab itu, Wawali mengajak masyarakat untuk melihat informasi penerimaan CPNS di website Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado.

Wawali Mor Bastiaan menambahkan, bagi mereka yang lulus Passing Grade, masih harus melanjutkan pada tahapan berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. “Jadi meski para peserta CPNS sudah lulus Passing Grade, bukan tidak mungkin mereka tidak direkrut karena batasan jumlah formasi yang ada,” ujar Wawali Mor.

Kepala BKD Manado Corry Tendean SH menjelaskan, alokasi formasi yang diberikan pemerintah pusat untuk Kota Manado pada penerimaan CPNS tahun 2018, sebanyak 199 formasi. Sedangkan mereka yang lulus Passing Grade dalam SKD yakni 50 orang. Dalam SKB nanti, terdapat 323 peserta yang terdiri dari 50 peserta yang lulus Passing Grade dan 273 peserta Ranking. “Dari 50 peserta yang lulus Passing Grade, ada 9 yang gugur karena kelebihan peserta,” jelas Tendean. (hms/ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: