Connect with us

Berita Utama

Warga Bunaken Dibuat Resah

Published

on

Manado, TS-Satu lagi keluhan bernada protes yang meresahkan warga Bunaken, sebagaimana release yang dikirim ke redaksi TRENSULUT.COM. Menurut Frets Pieter mewakli masyarakat kawasan, warga dibuat resah oleh pemerintah, pasca penunjukan tanah bertuan (ulayat) di daratan pulau Bunaken sebagai kawasan hutan lindung. Padahal sesungguhnya sebelum ditunjuk sebagai kawasan taman nasional bunaken, seratusan tahun lamanya masyarakat sudah mendiami dan mengelola tanahnya sebagai lahan pertanian dan perkebunan. ‘’Sehingga masing-masing sudah memiliki hak atas tanahnya yang telah tercatat di register desa. Dalam hal ini masyarakat bukan menolak hutan, karena menyadari juga bahwa keberadaan hutan punya peran penting juga bagi ketersediaan oksigen yang bersih bagi manusia dan mahkluk hidup lainya serta untuk mengembalikan vegetasi yang berkurang, namun bukan berarti harus mengambil alih hak ulayat rakyat sebagai tanah pertanian dan perkebunan’’ kata Pieter. Penunjukan sebagian tanah di pulau bunaken sbg kawasan hutanlindung atau hutan tetap tanpa ada pelibatan masyarakat adalah bentuk ‘perampasan’ yg dilakukan oleh pemerintah (negara) atas hak ulayat rakyat dan merupakan bentuk implementasi darinpemerontahan otoriter dan melanggar pasal 28d UUD 45. Padahal Indonesia tdk menganut pemerintahan otoriter. Selain telah ada jurisprudensi hukum dari MA dalam putusan perkara No 45/PUU-IX/2011 tanggal 21 Feb. 2012 terhadap UU no 41 thn 1999 khususnya pasal 1 ayat 3 tentang kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap adalah melanggar hukum.(kex)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: