Connect with us

Manado

Musik Kolintang Sedot Antusiasme Warga Moskow

Promosi “Manado Fiesta” di Rusia Sukses

Warga Rusia antusias menikmati alunan musik kolintang.

UPAYA Pemkot Manado dalam mempromosikan “Manado Fiesta” di Kota Moskow Rusia, patut diancungi jempol. Pertunjukan alat musik tradisional Minahasa, Kolintang yang ditampilkan Dinas Pariwisata Manado di negeri beruang merah itu, mampu menyedot antusiasme warga Moskow.

Anggota DPRD Sulut, James Karinda yang berada di Moskow mengatakan, atraksi musik kolintang mendapat perhatian warga Moskow. Bahkan kata Karinda, tidak hanya mendengar dan menikmati alunan musik kolintang, namun warga setempat juga bergantian untuk ikut menyanyi diiringi grup musik kolintang.

Sukses promosi Pemkot Manado yang dinakhodai Walikota Dr GS Vicky Lumentut di Rusia, dinilai Karinda sangat efektif untuk mendatangkan turis asal Rusia ke iven Manado Fiesta. “Warga Rusia akan banyak datang ke Manado nantinya dalam iven Manado Fiesta,” ungkap Karinda optimis. (ts/*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Polisi Ciduk Tersangka Pelaku Pungli Parkir di Pasar Bersehati

FP diciduk saat menagih retribusi parkir ilegal di Pasar Bersehati.

SEJAK pemberlakuan  otomatisasi portal lahan parkir di Pasar Bersehati, masyarakat mengingatkan PD Pasar agar menyikapi masih adanya pungli (pungutan liar) retribusi parkir yang dilakukan sejumlah oknum.

Menariknya, tersangka pelaku pungli parkir akhirnya diamankan, menyusul aksinya meminta biaya parkir terhadap pengendara yang kebetulan adalah seorang petugas kepolisian.

Peristiwa mirip OTT (Operasi Tangkap Tangan) ini terjadi Kamis, 18 Oktober 2018, Pukul 06.30 Wita. Yang sedikit berbeda, kalau OTT memang sudah diincar sebelumnya, namun kali ini polisi yang menciduk pelaku pungli, kebetulan hendak berbelanja di pasar tersebut.

Dirut PD Pasar Fery Keintjem membenarkan adanya tukang parkir liar yang diamankan petugas. “Waktu itu si pengendara sepeda motor yang ditagih parkir ternyata seorang anggota polisi, sehingga si tukang parkir akhirnya diamankan,” ungkap Keintjem.

Dan dari bukti yang disita dari tangan oknum petugas parkir ilegal yang masih remaja itu, uang sebesar Rp.452.000.

“Ini adalah tindakan proaktif dari Pihak Kepolisian dalam rangka membasmi dan Berantas Pungli yang ada di Pasar Tradisional. PD Manado sendiri sudah tidak lagi menarik pembayaran Parkir di Pelataran Pasar Bersehati, kecuali di Pintu Keluar dgn menunjukkan Bukti Parkir,” ungkap Keintjem.

Menariknya, tersangka pungli yang diketahui bernama Fijai alpas FP (16 tahun), dikenal sebagai pedagang di pasar tersebut.

FP kelahiran Gorontalo dan berdomisili di Pasar Rumah Makan bersehati Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.

Terkait penangkapan pelaku pungli ini, sejumlah warga meminta agar pihak kepolisian bisa menelusuri oknum-oknum yang memback-up di belakang tersangka. “Usut tuntas, bisa saja tersangka tidak sendiri, tapi ada yang menyuruhnya,” ungkap warga. (ts/sbr)

Continue Reading

Manado

Filosofi Monyet dan Angin Sepoi ala Dirut PD Pasar Manado

Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem.

MUNGKIN salah satu pejabat publik di Manado yang paling banyak mengundang kontroversi adalah Dirut PD Pasar Manado, Fery “Alfrets” Keintjem.

Upayanya membenahi pasar kerap mengundang kritik, protes, bahkan demo. Sejak menakhodai PD Pasar Manado, Keintjem sudah puluhan kali didemo dan menerima berbagai ancaman. Hal itu tidak membuatnya mundur.

Bahkan laporan ke ranah hukum sekalipun tak membuatnya gentar.  “Turbulence” internal maupun eksternal itu dilewatinya dengan prinsip, kalau berjalan benar, tak ada yang mampu mengalahkan.

Soal berbagai sorotan dan protes, baginya adalah vitamin yang akan membuat kinerjanya lebih baik. Keintjem ketika melayani berbagai pertanyaan wartawan dalam diskusi publik di Mel Cafe lalu menyampaikan filosofi menarik yang dipegangnya.

Filosofi ini terkait seekor monyet dan angin. Ada seekor monyet di atas pohon yang diintai tiga jenis angin.

Taufan, puting beliung dan sepoi-sepoi. Ketiga angin ini bersaing untuk menjatuhkan sang monyet dari pohon.

Angin Taufan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin puting beliung tidak mau kalah, 30 detik, katanya. Tapi sepoi sepoi hanya diam saja. Pertarungan pun dimulai.

Taufan dapat giliran pertama. Saat taufan berhembus, sang monyet kaget. Namun dengan sigap, dia langsung berpegang erat di dahan pohon. Makin kencang taufan menghantam, si monyet makin kuat menggenggam. Taufan akhirnya menyerah.

Begitu jugandengan puting beliung. Berbagai angin ‘taputar’ yang dihembuskan, tak membuat si monyet terjungkir dan jatuh.

Terakhir si sepoi-sepoi. Dia hanya berhembus pelan. Si monyet tidak merasa ada ancaman. Dia malah menikmati tiupan angin menyejukan tersebut, sampai akhirnya tertidur. Tak disangka, karena kenyamanan itu, membuat si monyet jatuh dari atas pohon.

“Protes dan demo ibarat angin kencang dan puting beliung, akan membuat kita sigap dan terus berbenah. Berbahaya kalau sepoi sepoi, bisa membuat kita lupa diri,” aku Keintjem seraya menyatakan, kritikan dari masyarakat akan membuatnya bersama direksi pasar lebih baik dalam kinerja.

Oleh sebab itu, Keintjem menyatakan akan selalu berdiskusi dengan berbagai kalangan, termasuk wartawan untuk menampung berbagai masukan, termasuk komplein demi pembenahan pasar yang lebih baik untuk masyarakat.
Dan memang kondisi pasar di Manado saat ini banyak direspons positif berbagai kalangan. Mantan Wakil Walikota Manado, Teddy Kumaat dan Mantan Pimpinan DPRD Manado, Joudy Watung yang ditemui terpisah mengatakan, Dirut PD Pasar Fery Keintjem memang kerap menimbulkan kontroversi. Namun keduanya mengakui, pasar tradisional di Manado sekarang sudah jauh lebih baik sejak ditangani Keintjem bersama jajaran direksinya.(ts)

Continue Reading

Manado

Menkes Lantik Dr Jimmy Panelewen Sebagai Dirut RSUP Kandou

Dr Jimmy Panelewen (kedua dari kanan) dilantik Menkes sebagai Dirut RSUP Kandou.

SEPERTI sudah diprediksi sebelumnya, Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD akhirnya resmi menjabat  Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. DR. R. D. Kandou.

Panelewen dilantik langsung Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek di Gedung Kemenkes Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Pada saat bersamaan, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes mengakhiri jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dan resmi dilantik sebagai Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Utama.

Selain Dr Panelewen, turut dilantik pejabat lain oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek.
Mereka adalah dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS sebagai Direktur Utama RS Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Ada juga dr. Farida Widayati, M.Kes, sebagai Direktur Utama RS Paru Dr. Ario Wirawan, Salatiga, dr. Aswan Usman, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar.

Selanjutnya, Dr. I Gede Made Wirabrata, S.Si, Apt, M.Kes, MM, sebagai Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dan dr. Mardianto, SpPD, KEMD sebagai Direktur Umum dan Operasional RSUP H. Adam Malik Medan.

Menkes Nila berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar dapat berkomitmen pada tugas yang diemban dan dapat melakukan inovasi-inovasi yang baik.
“Saya berharap pahami dan patuhi tugas dan regulasi yang ada. Melakukan percepatan reformasi birokrasi dan terus mencari terobosan hingga dapat membangun sistem layanan publik yang baik,” kata Menkes seraya berharap agar pejabat bisa membangun mentalitas positif, memiliki etos kerja gotong royong yang baik, dan mampu menjadi contoh perubahan pembangunan karakter bangsa.

Dilantiknya Dr Jimmy sebagai orang nomor satu di RSUP Kandou dinilai sangat layak, karena Dr Jimmy memiliki kualitas yang tidak diragukan serta memiliki pengalaman di jajaran direksi yang berhasil membawa RSUP Kandou meraih JCI.

Mantan Dirut Dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS sendiri mengakui, naiknya Dr Jimmy sebagai Dirut sudah sangat tepat karena kapasitas dan kapabilitas Dr Jimmy tidak diragukan lagi.(ts)

Continue Reading

Bisnis

Gelar Diskusi Publik, Dirut PD Pasar Manado “Blak-Blakan” dengan Wartawan

Diskusi Dirut PD Pasar Manado bersama Insan Pers dan Akademisi di Mel Cafe Resto.

DISKUSI Publik terkait persoalan pasar bersama Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado, Fery Keintjem dan kalangan wartawan serta akademisi di Mel Cafe CMW Citraland, Jumat (12/10/2018), berlangsung menarik. Keintjem sebagai nara sumber tampil blak-blakkan menjawab berbagai pertanyaan, terlebih khusus permasalahan soal penerapan portal parkir yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung dua jam lebih itu, Keintjem pertama menegaskan bahwa penerapan iuran parkir kendaraan bermotor di kawasan pasar yang ditetapkan direksi, sudah sesuai dengan amanat Perda Kota Manado nomor 1 Tahun 2013. Sedangkan untuk tarif parkir di luar pasar (tepi jalan) itu diatur lewat Perda lainnya yakni Perda nomor 4 Tahun 2011.

Terkait biaya parkir lewat otomatisasi portal di Pasar Bersehati, ditetapkan Rp5000 (mobil) dan Rp3.000 (sepeda motor). Soal keluhan biaya parkir yang naik per jam dalam masa uji coba portal parkir, pihak PD Pasar sendiri mengakui telah melakukan revisi, dimana masuk pada dua jam pertama tidak ada kenaikan biaya parkir. Tetap Rp5.000 dan Rp3.000. “Pertimbangannya belanja selama dua jam sudah lebih dari cukup kan,” kata Keintjem.

Kenaikan terjadi nanti pada 2 sampai 3 jam, dimana mobil dan motor ketambahan seribu (Rp1.000). Sedangkan 3-4 jam untuk mobil Rp8 ribu dan motor Rp7 ribu. Untuk lima jam ke atas iuran menjadi Rp50 ribu (mobil) dan motor Rp25 ribu. Diakuinya, selama ini ada kendaraan bermotor yang diparkir sampai bermalam dalam pasar. Padahal pasar bukan pemukiman atau tempat tinggal. Diharapkan dengan ketentuan biaya parkir di atas lima jam tadi, akan mengeliminir pemilik mobil yang parkir sepanjang hari dalam pasar. Ini juga agar mobil lainnya bisa lebih leluasa mendapatkan parkir.

Kemudian soal adanya keluhan pungli (pungutan liar) penagihan parkir di dalam pasar oleh oknum-oknum preman, sehingga pengendara harus “double” membayar, PD Pasar merespons positif atas masukan peserta diskusi menyangkut perlunya petugas keamanan yang mengawasi, serta sosialisasi lewat baliho bahwa pembayaran parkir resmi hanya lewat portal.

Dan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian kendaraan, pihaknya mengingatkan agar pengendara menyimpan baik-baik struk yang dikeluarkan mesin portal parkir agar ditunjukkan ketika hendak membayar di pintu keluar. “Kalau tidak menunjukkan struk, petugas akan menanyakan STNK kendaraan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Keintjem mengakui meski maih baru pada tahap uji publik penerapan portal, pemasukan resmi dari iuran parkir naik drastis, bahkan mencapai 168 persen. Diketahui, sebelumnya pihaknya menangani PD Pasar, iuran dari parkir pasar hanya berkisar Rp.3 jutaan per harinya.

Ketika dipercayakan menangani pasar, Keintjem kemudian melakukan pembenahan manajemen sehingga pendapatan bisa diupgrade sampai Rp9 jutaan. Namun diakuinya, PD Pasar tetap sulit untuk melakukan pengawasan melekat secara terus menerus. Kebocoran masih tetap ada. Sehingga berkat masukan juga dari masyarakat, pihaknya menggunakan teknologi mesin otomatisasi parkir.

Dan terbukti, dengan adanya mesin portal parkir yang telah diuji publik dalam beberapa hari ini, pendapatan meningkat drastis. Sebagai perbandingan untuk pemasukan 10 Oktober 2018 saja, data yang diperoleh pihak PD Pasar, jumlah pemasukan mencapai Rp30.195.000, dimana pemasukan dari iuran parkir sepeda motor Rp24 jutaan dan mobil Rp5,8 jutaan.
(ts/*)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: