Connect with us

Berita Utama

Ketua IJTI Sesalkan Pernyataan Humas WASI

Published

on

Pernyataan Caroline selaku Humas Wanita Selam Indonesia (WASI) yang membuat batasan peliputan bagi wartawan kota Manado dalam pada kegiatan Pemecahan 3 Rekor Selam (GWR) dinilai tidak pantas dan sangat melecehkan profesi wartawan khususnya yang ada di Kota Manado.

Tambah lagi ada pembedaan antara wartawan lokal dan nasional, yang notabenenya punya tugas dan fungsi yang sama. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Amanda Komaling saat dimintai tanggapan soal itu. Amanda mengatakan bahwa, sangat disayangkan kalau benar ada statement seperti itu.

“Yang pertama kita harus bedakan mana informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang sesuai dengan kepentingan publik dan mana yang berupa event, misalnya launching produk dan jumpa pers artis itu tidak ada kaitan dengan kepentingan umum. Tapi GWR itu kan event, yang dicetak untuk memecahkan rekor dunia. Jadi sangat disayangkan kalau ada statetment seperti itu,” kata Amanda Minggu (3/8).

Amanda sendiri mengaku sempat kaget mendengar informasi terkait dengan pernyataan humas dan panitia. “Saya kemarin memang agak kaget, apa betul panitia bilang kalau teman-teman media lokal tidak diperlukan, dan informasi itu akan saya konfirmasi kembali. Karena perbandingan antara media lokal dan nasional, porsi pemberitaannya jauh lebih banyak di media lokal, yang lebih tahu dampak dari kegiatan tersebut,” tandas Amanda.

Ia sendiri menegaskan, sejak awal sebelum dilaksanakannya kegiatan, media lokal sudah mengikuti tahapan-tahapan dan aturan dari panitia pelaksana. “Kalau memang media lokal tidak diperlukan, kenapa panitia mengundang lakukan sosialisasi. Dan seharusnya paniti menghargai usaha dari teman-teman media yang sudah mengikuti tahapan itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Amanda menjelaskan, harusnya satu event yang baik itu bagaimana bisa menghasilkan cerita yang baik juga ditentukan oleh Humas.

“Event yang baik agar bisa ada cerita diluar yang baik pula, itu ditentukan oleh humas, jadi kalau cara-cara seperti ini, kita jadi bingung, maunya apa, targetnya apa. Trus sampai bilang media lokal, kegiatan ini dibuat dimana, dan apa media nasional bisa lebih kedalam mengangkat dampak secara spesifik yang terjadi di kota manado pasca kegiatan,” seru Amanda.

Meski begitu, Ia mengingatkan kepada media, jangan sampai kejadian ini di ‘Tumpangi’ oleh orang-orang yang tidak melakukan tahapan itu.

“Diingatkan juga kepada teman-teman media, jangan sampai aspirasi ini ditumpangi orang-orang yang tidak melakukan tahapan itu,” imbaunya.

Amanda sedikit berang ketika mengetahui soal pernyataan Humas yang mengatakan kalau, media lokal yang di manado tidak diperbolehkan lakukan peliputan karena sudah ada tim yang akan didatangkan dari jakarta. “Kalau memang ada pernyataan seperti itu, saya kira sangat tidak bijaksana seorang humas menyatakan seperti itu. Untuk apa teman-teman di ajak di mapolda beberapa bulan lalu mengikuti penyampaian program dari EO dan diminta memasukkan nama.,” pungkas Amanda. (rol)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: