Connect with us

Berita Utama

Humas WASI ‘Pasung’ Kebebasan Meliput Wartawan Lokal

Published

on

Dibalik suksesnya pemecahan rekor dunia-Guinness World Records (GWR)-menyelam massal di Pantai Manado, Kawasan Megamas yang telah selesai dilaksanakan sejak Kamis 01 Agustus hingga Sabtu 03 Augustus 2019 siang tadi, , ternyata memiliki pemandangan miris yang menarik untuk disimak, salah-satunya soal kebebasan meliput awak media, khususnya bagi wartawan lokal yang merupakan tuan rumah dari kegiatan spektakuler itu.

Bahkan wartawan kota Manado terkesan dipasung dalam hal transparansi, dengan aturan-aturan dari panitia penyelenggara yang membatasi lokasi tempat untuk lakukan peliputan, dengan alasan steril area.

Padahal diketahui, pada dua rekor penyelam terbanyak dan pembentangan Bendera Indonesia Terbesar siang tadi, rekan-rekan media yang didatangkan dari pusat bebas melakukan tugas sesuai fungsinya masing-masing di areal tersebut.

“Itu karena wartawan jakarta yang datangkan panitia WASI,” ungkap salah-satu personil Humas Polda Sulut.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo SIK menjelaskan. “Sesuai informasi dari panitia, kita tidak bisa masuk ke area steril atau lokasi yang sudah diatur oleh panitia, yang nantinya dapat mengganggu konsentrasi dari para peserta. Mohon dapat dipahami semua, karena ini untuk kebaikan kita. Kita sudah siapkan spot sendiri untuk wartawan di dermaga Youth Centre,” ucap Kabid Humas Kamis lalu.

Meski begitu, Kabid mengajak kepada seluruh pencari berita untuk bisa memberikan kontribusi positif kegiatan yang akan mencatatkan sejarah itu. “Mari kita dukung dengan memberikan kontribusi positif. Karena ini merupakan catatan sejarah,” pungkasnya.

Hal itu lebih dipertegas oleh Ibu Caroline selaku Humas Wanita Selam Indonesia (WASI). “Mohon pengertian teman-teman semua, karena ini adalah pemecahan rekor dunia, jadi jangan nanti bisa jadi pemicu atau menggagalkan rekor ini,” tandas Caroline di depan puluhan wartawan.

Tidak hanya itu saja, Ia menambahkan bahwa, awak media setempat seharusnya tidak dilibatkan dalam melakukan peliputan, karena ada wartawan yang akan didatangkan dari Jakarta.

“Wartawan di Manado sebenarnya tidak bisa meliput karena sudah sudah ada tim dari jakarta. Tapi karena kita menghargai, jadi diperjuangkan,” Cetus Caroline. (rollysondakh)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: