Connect with us

Bisnis

Gelar Diskusi Publik, Dirut PD Pasar Manado “Blak-Blakan” dengan Wartawan

Diskusi Dirut PD Pasar Manado bersama Insan Pers dan Akademisi di Mel Cafe Resto.

DISKUSI Publik terkait persoalan pasar bersama Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado, Fery Keintjem dan kalangan wartawan serta akademisi di Mel Cafe CMW Citraland, Jumat (12/10/2018), berlangsung menarik. Keintjem sebagai nara sumber tampil blak-blakkan menjawab berbagai pertanyaan, terlebih khusus permasalahan soal penerapan portal parkir yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung dua jam lebih itu, Keintjem pertama menegaskan bahwa penerapan iuran parkir kendaraan bermotor di kawasan pasar yang ditetapkan direksi, sudah sesuai dengan amanat Perda Kota Manado nomor 1 Tahun 2013. Sedangkan untuk tarif parkir di luar pasar (tepi jalan) itu diatur lewat Perda lainnya yakni Perda nomor 4 Tahun 2011.

Terkait biaya parkir lewat otomatisasi portal di Pasar Bersehati, ditetapkan Rp5000 (mobil) dan Rp3.000 (sepeda motor). Soal keluhan biaya parkir yang naik per jam dalam masa uji coba portal parkir, pihak PD Pasar sendiri mengakui telah melakukan revisi, dimana masuk pada dua jam pertama tidak ada kenaikan biaya parkir. Tetap Rp5.000 dan Rp3.000. “Pertimbangannya belanja selama dua jam sudah lebih dari cukup kan,” kata Keintjem.

Kenaikan terjadi nanti pada 2 sampai 3 jam, dimana mobil dan motor ketambahan seribu (Rp1.000). Sedangkan 3-4 jam untuk mobil Rp8 ribu dan motor Rp7 ribu. Untuk lima jam ke atas iuran menjadi Rp50 ribu (mobil) dan motor Rp25 ribu. Diakuinya, selama ini ada kendaraan bermotor yang diparkir sampai bermalam dalam pasar. Padahal pasar bukan pemukiman atau tempat tinggal. Diharapkan dengan ketentuan biaya parkir di atas lima jam tadi, akan mengeliminir pemilik mobil yang parkir sepanjang hari dalam pasar. Ini juga agar mobil lainnya bisa lebih leluasa mendapatkan parkir.

Kemudian soal adanya keluhan pungli (pungutan liar) penagihan parkir di dalam pasar oleh oknum-oknum preman, sehingga pengendara harus “double” membayar, PD Pasar merespons positif atas masukan peserta diskusi menyangkut perlunya petugas keamanan yang mengawasi, serta sosialisasi lewat baliho bahwa pembayaran parkir resmi hanya lewat portal.

Dan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian kendaraan, pihaknya mengingatkan agar pengendara menyimpan baik-baik struk yang dikeluarkan mesin portal parkir agar ditunjukkan ketika hendak membayar di pintu keluar. “Kalau tidak menunjukkan struk, petugas akan menanyakan STNK kendaraan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Keintjem mengakui meski maih baru pada tahap uji publik penerapan portal, pemasukan resmi dari iuran parkir naik drastis, bahkan mencapai 168 persen. Diketahui, sebelumnya pihaknya menangani PD Pasar, iuran dari parkir pasar hanya berkisar Rp.3 jutaan per harinya.

Ketika dipercayakan menangani pasar, Keintjem kemudian melakukan pembenahan manajemen sehingga pendapatan bisa diupgrade sampai Rp9 jutaan. Namun diakuinya, PD Pasar tetap sulit untuk melakukan pengawasan melekat secara terus menerus. Kebocoran masih tetap ada. Sehingga berkat masukan juga dari masyarakat, pihaknya menggunakan teknologi mesin otomatisasi parkir.

Dan terbukti, dengan adanya mesin portal parkir yang telah diuji publik dalam beberapa hari ini, pendapatan meningkat drastis. Sebagai perbandingan untuk pemasukan 10 Oktober 2018 saja, data yang diperoleh pihak PD Pasar, jumlah pemasukan mencapai Rp30.195.000, dimana pemasukan dari iuran parkir sepeda motor Rp24 jutaan dan mobil Rp5,8 jutaan.
(ts/*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: