Connect with us

Manado

Filosofi Monyet dan Angin Sepoi ala Dirut PD Pasar Manado

Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem.

MUNGKIN salah satu pejabat publik di Manado yang paling banyak mengundang kontroversi adalah Dirut PD Pasar Manado, Fery “Alfrets” Keintjem.

Upayanya membenahi pasar kerap mengundang kritik, protes, bahkan demo. Sejak menakhodai PD Pasar Manado, Keintjem sudah puluhan kali didemo dan menerima berbagai ancaman. Hal itu tidak membuatnya mundur.

Bahkan laporan ke ranah hukum sekalipun tak membuatnya gentar.  “Turbulence” internal maupun eksternal itu dilewatinya dengan prinsip, kalau berjalan benar, tak ada yang mampu mengalahkan.

Soal berbagai sorotan dan protes, baginya adalah vitamin yang akan membuat kinerjanya lebih baik. Keintjem ketika melayani berbagai pertanyaan wartawan dalam diskusi publik di Mel Cafe lalu menyampaikan filosofi menarik yang dipegangnya.

Filosofi ini terkait seekor monyet dan angin. Ada seekor monyet di atas pohon yang diintai tiga jenis angin.

Taufan, puting beliung dan sepoi-sepoi. Ketiga angin ini bersaing untuk menjatuhkan sang monyet dari pohon.

Angin Taufan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin puting beliung tidak mau kalah, 30 detik, katanya. Tapi sepoi sepoi hanya diam saja. Pertarungan pun dimulai.

Taufan dapat giliran pertama. Saat taufan berhembus, sang monyet kaget. Namun dengan sigap, dia langsung berpegang erat di dahan pohon. Makin kencang taufan menghantam, si monyet makin kuat menggenggam. Taufan akhirnya menyerah.

Begitu jugandengan puting beliung. Berbagai angin ‘taputar’ yang dihembuskan, tak membuat si monyet terjungkir dan jatuh.

Terakhir si sepoi-sepoi. Dia hanya berhembus pelan. Si monyet tidak merasa ada ancaman. Dia malah menikmati tiupan angin menyejukan tersebut, sampai akhirnya tertidur. Tak disangka, karena kenyamanan itu, membuat si monyet jatuh dari atas pohon.

“Protes dan demo ibarat angin kencang dan puting beliung, akan membuat kita sigap dan terus berbenah. Berbahaya kalau sepoi sepoi, bisa membuat kita lupa diri,” aku Keintjem seraya menyatakan, kritikan dari masyarakat akan membuatnya bersama direksi pasar lebih baik dalam kinerja.

Oleh sebab itu, Keintjem menyatakan akan selalu berdiskusi dengan berbagai kalangan, termasuk wartawan untuk menampung berbagai masukan, termasuk komplein demi pembenahan pasar yang lebih baik untuk masyarakat.
Dan memang kondisi pasar di Manado saat ini banyak direspons positif berbagai kalangan. Mantan Wakil Walikota Manado, Teddy Kumaat dan Mantan Pimpinan DPRD Manado, Joudy Watung yang ditemui terpisah mengatakan, Dirut PD Pasar Fery Keintjem memang kerap menimbulkan kontroversi. Namun keduanya mengakui, pasar tradisional di Manado sekarang sudah jauh lebih baik sejak ditangani Keintjem bersama jajaran direksinya.(ts)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Manado

Peringati HKN ke-54, RSUP Kandou Gelar Gowes 54 Km

DIREKTUR Utama |(Dirut) RSUP Prof RD Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, membuka iven Gowes GERMAS HKN 54 KM, Sabtu (10/11/2018) lalu.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Tahun 2018 di Sulawesi Utara.

Gowes tersebut diikuti club-club olahraga sepeda dari Manado, Tondano, maupun Gorontalo.
Ada juga para pemula yang datang dari sejumlah instansi kesehatan, seperti Bagian Ilmu Kesehatan Mata, Jantung, Neurologi, Rehab Medik, Bedah, maupun masyarakat umum.

Dirut mengungkapkan, pelaksanaan gowes ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di RSUP Kandou ini. Dan dia bersyukur, ada banyak personel RSUP yang meminati dan ikut serta pada iven tersebut.

“Mudah-mudahan iven ini memberikan manfaat besar terhadap kesehatan setiap peserta. Juga memotivasi khalayak umum untuk bergaya hidup sehat dengan olahraga bersepeda,” imbuhnya.

Dirut juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah meng-create kegiatan memeriahkan HKN ke-54 kali ini.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sepeda MCM Manado, Royke Hendra Kalangi, menerangkan untuk memenuhi jarak 54 KM para peserta menyusuri sejumlah ruas jalan di seputar Kota Manado dan Minahasa Utara.

Start dari RSUP Prof Kandou Manado, peserta melewati jalan utama menuju Jembatan Soekarno. Kemudian melalui Jembatan Megawati, Jalan Walanda Maramis dan berputar ke arah Jalan Soedirman.

Selanjutnya melewati depan GMIM Sentrum, Jalan Diponegoro, Jalan 14 Februari dan menyusuri Jalan Pumorouw, sampai ke Lapangan Tikala.
Ke arah Jalan Martadinata, Kairagi, Jembatan Interchange Manado-Minut, Maumbi, melintasi Patung Soekarno, GKIC, Pandu, Bengkol, Molas, Tuminting, dan finish di Tuna House Boulevard 2.(hukormas/ch)

Continue Reading

Berita Utama

Sertijab Dirut RSUP Kandou Digelar di Kemenkes RI

SETELAH pelantikan lalu, kini dilakukan serahterima jabatan (sertijab) Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof RD Kandou dari Dr dr Khalid Saleh, SpPD-KKV, FINASIM kepada Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD. Acara ini dilangsungkan di Gedung Kementerian Kesehatan RI Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018.

Sertijab dilaksanakan di depan Dirjen Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo, Sp.OG (K) MARS, dan dihadiri pejabat kementerian lainnya. Dirjen pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada dua pejabat yang telah purnabakti, dan kepada pejabat yang telah menjadi pelaksana tugas.

Selain itu, Dirjen berpesan agar pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan maksimal untuk memajukan organisasinya, menjadi contoh bagi semua SDM di rumah sakit, dan memberi inovasi untuk kemajuan institusi yang dipimpinnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen dalam kesempatan tersebut, berterima kasih kepada Menkes yang sudah melantiknya serta mengucapkan terima kasih kepada semua komponen yang ada di RSUP Kandou atas dukungan dan doanya.

PENGHARGAN

Pada kesempatan lain, RSUP Prof RD Kandou menerima penghargaan untuk pengembangan pendidikan mahasiswa Poltekkes yang diterima langsung Direktur Utama, Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM(K) di Jakarta. Penghargaan tersebut diserahakan dalam kegiatan Pertemuan Konsolidasi dan Integrasi Nasional ( Perkonas) yang diselenggarakan Badan PPSDM Kementerian Kesehatan.

Penghargaan ini diberikan atas prestasinya dalam pembinaan SDM bidang kesehatan. Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan bagi RSUP Kandou yang dinilai berhasil dalam pembinaan SDM Kesehatan.(hukormas/ch)

Continue Reading

Manado

Perdatin Gelar Kuliah Umum di RSUP Kandou

INI merupakan pertama kalinya, digelar kuliah Umum di Manado dengan tema “1st Manado Intensive Care and Emergency Update” oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) Sulut, di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Jumat (26 Oktober 2018). Ilmu terkini tentang perawatan intensif dan kegawatdaruratan pertama bertujuan untuk membantu para dokter spesialis anstesiologi dan spesialis terkait, dokter umum/residen, perawat dan penata anastesi untuk memahami pasien yang berada dalam kondisi kritis dan mempunyai pengertian yang benar tentang pemberian cairan kepada pasien kritis dan pasien yang memiliki risiko tinggi pembedahan.

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr.dr.Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD ini diikuti 377 peserta, yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan penata anastesi, baik dari rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Manado maupun dari luar kota Manado, seperti Kotamobagu, Minahasa, Provinsi Gorontalo, bahkan dari Provinsi Kalimantan Timur.

Ketua Panitia yang adalah Ketua PERDATIN Sulut dr.Mordekhai Laihad,M.Kes,Sp.An.KIC mengatakan, “Di Indonesia dulunya konsultan intensif Care masih terbatas, tetapi dengan adanya jasa dari tokoh seperti dr.George ini, sehingga ilmu bisa semakin luas dan semakin banyak juga konsultan intensif Care yang dilahirkan. Satu hal yang harus diakui bahwa tim work yang ada di bagian anastesi sangat hebat, sehingga perlu dilakukan acara Kuliah umum seperti ini, dimana partner kerja kami dokter umum dan perawat bisa memiliki akses dan update ilmu,” tuturnya.

Sementara Dirut RSUP Kandou memberikan apresiasi kepada bagian anastesi yang menggelar acara tersebut, karena walaupun persiapan acara dibilang cukup singkat, namun jumlah peserta yang ikut cukup banyak. Ini dilihat dari kapasitas ruangan yang hampir tidak bisa menampung, apalagi dari provinsi Gorontalo dan kalimantan juga hadir saat itu.

Oleh karena itu saya berharap agar semua peserta dapat mengikuti dengan maksimal kegiatan yang sangat bermanfaat ini, karena nantinya akan memberikan konstribusi secara personal maupun kontribusi secara institusional, ujar Dirut. Usai pembukaan, Ketua KSM Anastesi dr.Harold Tambajong, Sp.AN yang bertindak sebagai Moderator, mengambil alih untuk masuk dalam penyajian materi yang disampaikan oleh nara sumber yang sangat berkompeten dr.Yohanes W.H.George, Sp,An-KIC yang merupakan Staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.(hukormas/ch)

Continue Reading

Berita Utama

Jokowi: Dana Kelurahan Diusulkan Apeksi (Era GSVL)

TIGA tahun lalu ketika menjabat Ketua Dewan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia),
GS Vicky Lumentut (GSVL) selaku Walikota Manado, mengusulkan agar pemerintah memberikan dana kelurahan, agar ada asas keadilan karena hanya dana desa yang diberikan. Kini usulan Ketua Apeksi periode 2012-2016 itu akan dikabulkan Presiden Jokowi.

Hal ini diakui Jokowi bahwa itu memang usulan Apeksi. Katanya, usulan untuk memberikan dana bagi kelurahan juga bukan datang dari pemerintah pusat, melainkan dari pemda. Hal ini telah disampaikan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) sejak 3 tahun lalu.

“Masukan itu diberikan lurah-lurah kepada wali kota, sekarang Ketua Wali Kota (Apeksi) ada di sini, tanya ke Bu Airin, Ketua Apeksi. Alurnya dari bawah, dari lurah, ke wali kota, ke kita. Sudah diusulkan Apeksi 3 tahun lalu. Payung hukumnya kan nanti sudah disetujui oleh DPR, artinya payung hukumnya ya APBN. UU APBN dong. Ini kan stimulan,” jelas Jokowi, Rabu (24/10/2018).

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar rencana pemerintah untuk memberikan dana bagi kelurahan tidak dijadikan polemik. Sebab, dana ini dialokasikan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan sumber daya manusia (SDM) di perkotaan. Jokowi mengungkapkan, wilayah kerja pemerintah daerah (pemda) bukan hanya sebatas di desa saja, tetapi juga kelurahan yang biasanya berada di perkotaan. Oleh sebab itu, perlu adanya keadilan antara desa dan kelurahan dalam hal alokasi anggaran.

“Jadi yang namanya pemda itu ada kabupaten, kota, provinsi. Dana desa hanya diberikan untuk kabupaten. Kemudian yang kota, itu memberikan masukan kurang-kurang di kota. Karena di kota itu juga perlu dana untuk membangun selokan, jalan di kampung, peningkatan pelatihan kerja, SDM,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui saat ini Ketua Dewan Pengurus Apeksi adalah Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany untuk periode 2016-2020. Dia menggantikan GSVL selaku Ketua Dewan Pengurus periode 2012-2016 lewat Munas di Jambi lalu. (ts/sbr/dtc)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: