Connect with us

Bisnis

Fake Driver, Komunitas Driver Online di Sulut

SEIRING maraknya jasa transportasi masyarakat berbasis aplikasi online, memicu hadirnya berbagai komunitas driver online. Termasuk di Sulawesi Utara.

Komunitas ini sangat bermanfaat, terutama bagi pengemudi online, baik untuk berbagi informasi dan keamanan, juga bertujuan positif dalam menginisiasi kegiatan-kegiatan organisasi maupun sosial secara bersama.

Pengurus Fake Driver memimpin rapat anggota.

Salah satu komunitas driver online yang eksis di Sulawesi Utara adalah “Fake Driver”. Komunitas driver online ini diketuai Kiven Tendean, Sekretaris Gerwin dan Diana Worotitjan dalam jabatannya sebagai bendahara.

“Jumlah anggota kami mencapai 100 pengemudi lebih yang tak hanya Manado, namun dari Tomohon juga,” ungkap Kiven dan Diana. Dan anggota Fake Driver secara rutin melakukan kopdar (kopi darat) seminggu sekali,” tambah Diana.

Wartawan trensulut.com sendiri melihat langsung pertemuan anggota Fake Driver di Mel Cafe, Kawasan Citraland Miracle Walk (Jalan Ringroad) 10 nomor 5, Kamis (12/06/2018) malam lalu.

Halaman parkir di kawasan bisnis Citraland Manado tersebut penuh sesak dengan kendaraan roda empat. Maklum setiap anggota Fake Driver datang dengan membawa mobil masing-masing.

Suasana rapat.

Pertemuan anggota yang datang dari berbagai profesi dan rata-rata masih berusia muda itu, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Suasana canda tawa mewarnai kopdar setiap minggu tersebut.

Namun lebih daripada itu, mereka tak sekadar bertemu, melainkan menggelar rapat organisasi untuk berbagai tujuan positif yang dipimpin langsung ketua, sekretaris dan bendahara yang dipilih mereka sendiri.

Menariknya, seusai rapat, mereka turut memberi surprise bagi anggota yang merayakan ulang tahun. (ts/*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Pasaribu: Sulut Harus Industrialisasi Kelapa

Sejalan dengan Road Map Industrialisasi Indonesia 2016-2045

Anggota KEIN RI, Benny Pasaribu (kiri) rapat bersama jajaran pejabat Pemprov Sulut.

PERMASALAHAN harga kopra di Sulut mendapat perhatian serius Presiden Jokowi. Hal itu ditandai dengan kunjungan langsung anggota Tim Komite  Ekonomi dan Industrialisasi (KEIN) Presiden Jokowi, Benny Pasaribu di Manado, Kamis (06/12/2018).

Mantan Ketua Banggar DPR RI dan alumnus master dan doktoral pertanian universitas di Canada dan Amerika ini, turun langsung ke pasar tradisional Manado dan menemui pihak Pemprov Sulut yang diwakili Kadis Perkebunan dan instansi teknis lainnya.

Dalam pertemuan di ruangan asisten 1 tersebut, Pasaribu mengatakan Sulawesi Utara (Sulut) harus membangkitkan industrialisasi kelapa sebagai produk unggulan dan melibatkan sumberdaya manusia terbanyak. Termasuk produk unggulan lainnya seperti cengkih dan pala.

Pasalnya, sesuai “road map” industrialisasi nasional sampai 2045, Indonesia memprioritaskan pada empat sektor. Yakni pertanian, maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dan setiap daerah, kata Pasaribu, harus memprioritaskan industrialisasi pada produk sumberdaya alam unggulannya, dimana Sulut selaku daerah “Nyiur Melambai” harus fokus pada kelapa yang melibatkan 194.000 petani dan masyarakat saat ini.

“Jangan apa saja yang diusulkan iya-iya saja dan tidak fokus. Setiap tahun APBD habis begitu saja, dan manfaatnya apa?,” kata lulusan S1 IPB Bogor ini.

Katanya, jangan ibarat bermain bola, sudah capek nendang-nendang, tapi tak kunjung menciptakan gol. Hal ini terjadi karena tidak fokus dalam industrialisasi.

Menurutnya, prioritas industrialisasi itu simpel saja. Yakni dipilih berdasarkan 2 kriteria. “Apa produk (sda) unggulan dan melibatkan sumberdaya manusia terbanyak di daerah. Kalau di Sulut, kelapa kan? Bukan padi?,” tegasnya.

Terkait produk unggulan Sulut seperti kelapa, mantan deputi Menteri BUMN ini kemudian menanyakan bagaimana kontribusi dan perhatian Pemprov Sulut lewat APBD untuk mengadvokasi petani.

Menjawab hal ini, Kadis Perkebunan Sulut, Refly Ngantung mengatakan, APBD yang berpihak pada petani kelapa di Sulut tahun 2017 Rp12 miliar. Namun pada tahun 2018, malah turun. “Sekitar 11 Miliar untuk tahun 2018,” kata kadis.

Dalam kesempatan itu, disarankan agar produk kelapa Sulut diintegrasikan dengan sektor lainnya, seperti halnya pariwisata. Dengan pengolahan berbagai produk turunan “tree of life” tersebut dan dipackaging secara baik, maka harga kelapa Sulut bisa memenuhi permintaan market pariwisata dengan boomingnya turis Cina ke Manado. “Dengan begitu, kita tidak tergantung dengan harga di Roterdam,” tandas Ketua Relawan Doa untuk Jokowi-Amin (Dojo Amin) ini.

Pasaribu sendiri dalam KEIN merupakan Koordinator Pokja Pangan Industrialisasi Pertanian dan Kehutanan. KEIN ditugaskan presiden untuk menyusun road map industrialisasi nasional hingga 2045 mendatang. Dan KEIN dalam berbagai tugasnya melapor langsung kepada Presiden Jokowi. (fp/ts)

Continue Reading

Bisnis

Google Hapus 13 Aplikasi Berbahaya di Play Store

SEDIKITNYA ada 13 aplikasi telah dihapus dari Google Play store, karena berbahaya mengandung malware bagi smartphone android. Demikian laporan  Newsweek, 26 November 2018.

Melalui akun Twitternya @LukasStefanko, Stefanko mengungkap 13 aplikasi yang dimaksud telah diinstall oleh lebih dari 580 ribu orang.

Para pengunduh aplikasi-aplikasi tersebut berpikir bahwa mereka akan memainkan game mengemudi mobil dan truk.

Namun, kenyatanya, ketiga belas aplikasi itu justru crash setiap kali akan dibuka.

Meskipun tidak jelas kejahatan apa yang dirancang di malware, ia melakukan peluncuran setiap kali perangkat host melakukan booting.

Dan Malware itu akan memiliki ‘Akses penuh’ ke perangkat pengguna yang memungkinkan dicurinya semua data atau informasi-informasi penting dari androidnya.

Tahun lalu, Google diketahui menghapus 700 ribu aplikasi berbahaya dari Google Play Store. (nwk/ts)

Continue Reading

Berita Utama

Olly Perjuangkan Penerbangan Manado-Kinabalu, SHS Manado-Davao

PENAMBAHAN akses penerbangan langsung Kota Manado ke luar negeri, bakal dibuka dalam waktu dekat ini. Dua kota yang dibidik yakni Davao di Filipina dan Kinabalu di Malaysia. Rute penerbangan Manado-Kinabalu sedang diupayakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, sedangkan rute Manado-Davao oleh mantan Gubernur Sulut yang adalah Dubes RI di Filipina, SH Sarundajang.

Guna mematangkan rute Manado-Kinabalu, Olly telah menandatangani kerjasama (MoU) dengan Menteri Pariwisata Negara Bagian Sabah Malaysia, YB Datuk Christina Liew di Sabah, Jumat (23/11/2019) lalu. Dubes RI untuk Malaysia yang dikenal sebagai big bos Lion Air Group, Rusdi Kirana turut berjuang bersama Olly.

Olly menilai, akses penerbangan langsung itu akan menguntungkan pariwisata Sulut, dengan harapan kunjungan Wisman ke Sulut akan masuk dari Kinabalu. Kinabalu sendiri terkenal sebagai daerah pariwisata di Malaysia. Sabah juga terkenal dengan perkebunan sawitnya yang disebut-sebut terbesar di Malaysia.

Di sisi lain, Pemerintah Filipina dan Indonesia dikabarkan telah menandatangani perjanjian, untuk membuka kembali penerbangan Davao City ke Manado di Sulawesi Utara, dalam waktu dekat ini.
Kebangkitan rute ini dinilai akan meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi kedua negara.

Perjanjian ini ditandatangani Duta Besar Filipina untuk Indonesia Lee Hiong Wee dan Duta Besar Indonesia untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang, Sabtu (01 September) di Kedutaan Besar Indonesia lalu. Penetapan kembali penerbangan Davao-Manado dilaporkan sebagai buah diskusi Menteri Transportasi Arthur Tugade, Duta Besar Wee dan Duta Besar Sarundajang pada 31 Agustus 2018 lalu.

“Kami sangat senang dengan perkembangan ini. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Filipina dan Indonesia sama-sama bekerja untuk meningkatkan hubungan bilateral, serta membuat kawasan lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan global, ”kata Tugade dalam sebuah pernyataan Senin seperti dilansir media Filipina.

Sementara itu, DOTR Undersecretary untuk Bandara dan Penerbangan Kapten Manuel Antonio Tamayo mengatakan penerbangan Davao-Manado akan memperkuat perdagangan dan industri pariwisata di Filipina dan Indonesia. Pejabat transportasi juga mengatakan bahwa maskapai Filipina akan mengirim tim ke Manado untuk menilai kelayakannya dalam beberapa hari ke depan.

Sementara sebuah perusahaan penerbangan berbiaya rendah dari Indonesia juga menyatakan minatnya untuk melayani penerbangan Manado – Davao. Diperoleh informasi, penjajakan rute ini kemungkinan dimulai Desember 2018 dari rencana reguler yang disiapkan tiga bulan awal di tahun depan. (ts/sbr)

Continue Reading

Bisnis

Tommy Soeharto Ingin Wujudkan Universitas Antariksa di Papua

PERNYATAAN menarik dilontarkan Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Putera mantan Presiden Soeharto itu menyatakan niatnya untuk membangun Universitas Antariksa di Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Alasannya, daerah tersebut menyimpan potensi sumber daya kemaritiman memadai.

Menurut Tommy, universitas ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dari manapun. Dan geografis pulau Biak, sangat strategis, karena berada di gugusan kepulauan Pasifik yang dikenal kaya akan potensi sumber daya alam kemaritiman.

“Mendirikan Universitas Antariksa di Biak menjadi salah satu program Partai Berkarya agar putra-putri asli Papua juga mempunyai keahlian di bidang antariksa,” ujar Tommy Soeharto sebelum melakukan kampanye di Kabupaten Biak Numfor, Selasa (23/10/2018) seperti dilansir suara.com.

Tommy Soeharto menyebut untuk dapat mendirikan Universitas Antariksa di pulau Biak dibutuhkan adanya komitmen dari pemerintah daerah dan para pemimpin daerah setempat. “Jika lembaga pendidikan Universitas Antariksa dapat dibuka di pulau Biak bisa mendatangkan ‘income’ untuk daerah karena mahasiswa yang belajar berasal dari seluruh dunia,” katanya.

Dampak lain dengan adanya Universitas Antariksa di pulau Biak, menurut Tommy Soeharto Soeharto, bisa menarik investasi dari negara lain hingga triliunan rupiah. Bahkan, dengan pendirian Universitas Antariksa di Biak, diyakini akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan putra putri asli Papua yang dan menguasai teknologi antariksa.

“Partai Berkarya jika kelak dipercaya menjadi pemenang pada Pemilu 2019 bertekad akan mewujudkan pulau Biak yang memiliki Univesitas Atariksa pertama di Indonesia,” ujar Tommy. (scm/ant)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: