Connect with us

Berita Utama

Terancam Ditangkap di AS, Warga Kawanua Minta Perlindungan Gereja

Gubernur New Jersey Ikut Melakukan Perlindungan

RATUSAN Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Amerika Serikat namun tidak memiliki kelengkapan dokumen terancam ditangkap pihak Imigrasi AS. Dan beberapa dari mereka yang tertangkap, telah dideportasi. Beberapa di antaranya warga kawanua yang tinggal di Negeri Paman Sam.

Seperti halnya yang dialami Robby Sanger dan temannya Gunawan Liem, yang ditangkap ICE (otoritas keimigrasian AS) saat mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah pekan lalu. Sedangkan seorang warga berdarah kawanua lainnya, Harry Pangemanan cukup beruntung karena berhasil lolos dari petugas imigrasi.

Harry kemudian bergabung dengan dua orang WNI Kristen lainnya untuk tinggal di Gereja Reformed Highland Park. Salah satu dari dua pria tersebut telah tinggal lebih dari tiga bulan, sementara yang lainnya sudah tinggal di Gereja selama dua minggu. Total warga Indonesia yang tinggal di gereja tersebut berjumlah tiga orang.

Pada Minggu, 28 Januari 2018 lalu, tepatnya tiga hari setelah Pangemanan mencari perlindungan dalam gereja dari petugas imigran dan bea cukai rumahnya, banyak orang yang mendukung mereka dengan cara berjaga dan berbaris di sekitar gereja.

Ketiga pria ini mendapatkan banyak dukungan dari warga sekitar, termasuk pemerintah daerah dan gubernur New Jersey, Phil Murphy yang mengunjungi mereka di gereja tersebut dan mengatakan di akun twitternya kalau ia akan memperjuangkan dirinya.

“Saya baru saja bertemu dengan orang yang terpisah dari keluarganya, sementara yang lainnya mencari perlindungan di Gereja Reformed Highland Park. Hati kita tertuju kepada orang-orang di New Jersey yang hidup dalam ketakutan akan deportasi. Aku akan berjuang untukmu,” tulis Philip dalam akun twitternya seperti dilansir www.jawaban.com.

Menurut Church World Service, gereja Highland Park merupakan salah satu dari 30 gereja di seluruh dunia yang menampung orang-orang yang terancam dideportasi.

Sementara juru bicara ICE, Emilio Dabul mengatakan, kalau penangkapan warga negara Indonesia ini merupakan operasi rutin tanpa memandang etnis dan agama. “Petugas ICE mentargetkan para kriminal dan pelanggar UU imigrasi lainnya. Apalagi penangkapan itu berdasar perintah dari hakim imigrasi karena upaya bandingnya ditolak pengadilan,” jelas Emilio seperti dilansir gazette. (jwb/ts/gzt)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: