Connect with us

Berita Utama

“Ratu Teroris” Ditangkap Terkait Marawi

Published

on

Karen Aizha Hamidon, janda pimpinan militan Marawi yang kini ditahan Filipina.

SEJAK Presiden Duterte mengumumkan pembebasan Kota Marawi dari pengepungan teroris Maute afiliasi ISIS, pihak berwenang Filipina telah menangkap seorang “ratu teroris” yang merupakan janda dari pimpinan militan yang tewas.

Janda tersebut merupakan sosok yang berbahaya, karena tugasnya merekrut jihadis asing dan menyebarkan propaganda terkait pengepungan Kota Marawi. Si ratu teroris ini pun akan menghadapi 14 tuduhan dari Departemen Kehakiman Filipina, terkait tindakannya menghasut aksi teroris di Marawi.

Wanita yang kerap bercadar ini bernama Karen Aizha Hamidon. Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers yang disampaikan Sekretaris Departemen Kehakiman, Vitaliano Aguirre II seperti dilansir philstar.

Karen ditangkap tanggal 11 Oktober 2017 lalu. Dia menikah dengan Mohammad Jaafar Maguid dari kelompok Islam Ansar Khalifa yang bergaris keras. Namun suaminya itu telah terbunuh pada Januari lalu dalam bentrokan dengan polisi di provinsi Sarangani, selatan.

Dalam melancarkan aksinya merekrut teroris asing masuk ke Filipina, Karena disebutkan sudah terkenal.
“Pertengahan 2016 lalu, dia berhasil merekrut beberapa warga India untuk datang ke Filipina dan bergabung dengan kelompok ekstrimis Islam radikal di Mindanao. Sejak itu dia makin dikenal,” kata Aguirre.

Pada hari penangkapannya, Karen sempat menyebar pesan di aplikasi pesan instan Telegram, mengundang umat Islam untuk bergabung dengan militan ISIS yang telah mengepung Marawi selatan. Pemeriksaan forensik pada ponselnya menunjukkan 296 pos pesan yang sama yang mempromosikan pemberontakan di Marawi. Demikian pernyataan Biro Investigasi Nasional Filipina. (ps/ts*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: