Connect with us

Berita Utama

Devin Pattrick Kelley, Pelaku Penembakan Gereja Texas

26 Anggota Jemaat Dilaporkan Meninggal

Published

on

Gereja yang ditembaki dan foto inzert pelaku, Devin Pattrick Kelley.

SEDIKITNYA 26 orang tewas dan 20 lainnya cedera setelah seorang pria bersenjata menembaki jemaat di Gereja First Baptist, dikota kecil Sutherland Springs, Texas, pada hari Minggu (05/11) waktu setempat.

23 orang dikabarkan meninggal di dalam gereja, dua ditemukan tewas di luar, dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Usia korban berkisar antara lima sampai 72 tahun. Beberapa masih berada di rumah sakit dengan luka-luka mulai dari yang kecil sampai yang mengancam nyawa.

Pria bersenjata tersebut belum secara resmi diidentifikasi oleh polisi, namun telah digambarkan sebagai pria kulit putih berusia 20-an yang mengenakan perlengkapan taktis dan rompi balistik.

Beberapa media AS melaporkan nama tersangka tersebut sebagai Devin Patrick Kelley, 26, berdasarkan briefing dari sumber penegakan hukum yang tidak disebutkan namanya. Seorang juru bicara Angkatan Udara mengatakan, Kelley bertugas sejak 2010 hingga 2014 dan pergi mengikuti pengadilan militer. Dia dilaporkan karena kasus kekerasan terhadap isteri dan anaknya.

Polisi mengatakan tersangka pertama kali terlihat di sebuah pom bensin di Sutherland Springs sekitar pukul 11.20 pagi hari Minggu, sebelum dia mulai menembaki gereja tersebut dari luar dan kemudian masuk ke dalam dan terus menembak.

Usai menembak, dia melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobilnya, dan dikejar oleh dua penduduk setempat dan polisi. Kelley ditemukan tewas setelah pengejaran singkat itu, dimana kendaraannya jatuh. Tidak diketahui apakah dia meninggal karena luka yang ditimbulkan sendiri, atau tembakan yang ditembakkan oleh orang setempat yang pertama kali mencegatnya.

Presiden Donald Trump, yang berada di Tokyo, mengatakan bahwa penembakan tersebut adalah “kejahatan mengerikan” dan “tindakan kejahatan”. Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan bahwa itu adalah pemotretan terburuk dalam sejarah Texas modern.
Pihak berwenang belum menamai korban, namun pendeta gereja First Baptist Frank Pomeroy mengatakan bahwa putrinya yang berusia 14 tahun termasuk di antara korban tewas. (cnn/sbr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: