Connect with us

Berita Utama

Berita Penangkapan Warga Kawanua Hebohkan Amerika

Robby Sanger dan Harry Pangemanan.

DUA warga kawanua, masing-masing Robby Sanger dan Harry Pangemanan menjadi topik pemberitaan media di Negeri Paman Sam. Warga Amerika pun angkat bicara, termasuk pejabat gubernur di New Jersey yang memberikan support kepada Robby dan Harry.

Nama Robby Sanger santer dibicarakan, setelah pria yang sudah lama menetap di AS ini ditangkap pihak petugas Imigrasi AS (ICE). Mirisnya, Robby ditangkap sesaat setelah dia mengantar dua puterinya ke sekolah.

Selain Robby, seorang pria asal Indonesia bernama Gunawan Liem juga ikut ditangkap. Kalau Robby ditangkap setelah mengantar anaknya masuk sekolah, Gunawan ditangkap seusai mengantar anaknya naik bus sekolah.

Meski alasan penangkapan itu terkait dokumen tinggal yang ilegal, namun banyak warga yang menyoroti aksi petugas ICE tersebut. Apalagi tindakan itu dilakukan ketika kedua ayah ini baru saja mengantar anak mereka yang merupakan warga negara AS.

Selain Robby, pria bermarga kawanua lainnya, Harry Pangemanan jadi bahan perbincangan. Harry yang merasa diintai petugas imigrasi, kemudian bersembunyi dan meminta perlindungan di sebuah gereja di New Jersey. Sontak kasus ini membuat penggiat HAM termasuk pihak otoritas di AS mengkritik tindakan yang dilakukan ICE.

Sejumlah warga AS tak hanya bersimpati dengan berbicara, melainkan ikut mengamankan Pangemanan yang “bersembunyi” di gereja dari kejaran petugas imigrasi AS. Bahkan beberapa warga turun langsung berjaga dan berbaris di sekitar gereja untuk melindungi Pangemanan.

Dukungan senada disampaikan pemerintah daerah dan gubernur New Jersey, Phil Murphy. Bahkan sebagai wujud simpatinya, Murphy sampai mengunjungi Pangemanan di gereja tempat dia berlindung. Termasuk Robby Sanger yang kini di bawah tahanan ICE. Murphy malah dalam akun twitternya menyatakan, dia akan memperjuangkan Harry Pangemanan.

“Saya baru saja bertemu dengan orang yang terpisah dari keluarganya, sementara yang lainnya mencari perlindungan di Gereja Reformed Highland Park. Hati kita tertuju kepada orang-orang di New Jersey yang hidup dalam ketakutan akan deportasi. Aku akan berjuang untukmu,” tulis Murphy dalam akun twitternya.

Banyaknya dukunga masyaraakt AS termasuk pernyataan gubernur, membuat seorang hakim federal menghentikan deportasi sekelompok warga negara Kristen Indonesia di New Jersey, termasuk Pangemanan.

Pihak penggiat HAM di AS pun menyerukan agar Pangemanan dkk diberikan keadilan. “Anggota komunitas ini, tetangga kita, berhak untuk memperdebatkan kasus mereka dengan perlindungan karena proses hukum, terutama bila taruhannya hidup dan mati,” kata Amol Sinha, Direktur Eksekutif dari American Valley Liberties Union seperti dilansir NCBC

Seperti diketahui, pelanggaran imigrasi yang dilakukan Robby dkk terkait visa turis yang dipakai untuk menetap di AS. “Orang-orang tersebut tiba di Amerika Serikat dengan visa turis, dan mereka overstay,” ungkap seorang tokoh agama di AS, Kaper-Dale.

Robby Sanger sendiri setelah ditangkap imigrasi AS, kemungkinan akan dideportasi ke Indonesia. Hal ini akan memisahkan dirinya dengan anak-anaknya yang masih kecil. Pasalnya anak-anaknya sudah merupakan warga asli AS karena dilahirkan di sana.

Sumber trensulut di AS mengatakan, tidak sedikit warga asal Sulut yang menetap di Negeri Paman Sam saat ini secara ilegal karena tidak mengantongi dokumen resmi, melainkan hanya menggunakan visa turis dan telah over stay. (ts/sbr*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Belanda Ingin Tutup 4 Penjaranya karena Tidak Ada Lagi Tahanan

PEMERINTAH Belanda berencana menutup empat penjaranya, karena tidak lagi punya tahanan. Pertimbangan penutupan ini adalah berdasarkan catatan angka kejahatan terendah sejak 1980.

Badan nasional statistik CBS dalam data yang dirilis pada awal 2018 ini menyebutkan, hanya terdapat 49 kejahatan per 1.000 penduduk.

Sejak 2013 lalu, pemerintah Belanda melaporkan bahwa mereka telah menutup 28 penjaranya. Tutupnya penjara-penjara ini adalah sebuah pertanda bahwa tidak lagi banyak orang yang melanggar hukum di Belanda.

Bahkan, pemerintah sempat mencari segala cara agar penjaranya tidak ditutup dengan bekerja sama dengan pemerintahan Norwegia untuk menampung tahanan dari negara yang terkenal dengan keindahan auroranya itu.

Turunnya jumlah tahanan di Belanda ini tidak lepas dari cara mereka memperlakukan tahanan. BBC mencatat kalau tidak sampai 10% tahanan yang kembali di tangkap dan dijebloskan ke penjara dalam kurun waktu dua tahun setelah dilepaskan. (kps/ts)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Berita Utama

Wawali Manado: Tidak Ada Main Mata di Seleksi CPNS Manado

Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan.

TIDAK ada main mata dan sistem jatah-jatahan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado 2018. Semua dilakukan secara transparan dan tidak ada rekayasa.

Hal ini ditegska  Wakil Walikota (Wawali) Manado Mor Dominus Bastiaan SE.

Saat ini selemsi menghasilkan 50 peserta seleksi yang dinyatakan lulus Passing Grade, dan 149 lainnya bakal lulus dengan sistem Ranking nantinya.

“Seleksi CPNS Kota Manado beberapa waktu lalu telah dilakukan se-transparan mungkin. Tidak ada main mata apalagi jatah-jatahan, karena hasil penilaian dalam seleksi CPNS tersebut ditentukan melalui sistem. Jadi tidak ada intervensi untuk menentukan siapa-siapa yang lulus,” tukas Wawali Mor Bastiaan, Senin (03/12/2018).

Menurutnya, sering kali terjadi salah pemahaman dan salah pengertian di tengah masyarakat, karena informasi yang disampaikan kurang transparan dan tidak mudah dimengerti.

Oleh sebab itu, Wawali mengajak masyarakat untuk melihat informasi penerimaan CPNS di website Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado.

Wawali Mor Bastiaan menambahkan, bagi mereka yang lulus Passing Grade, masih harus melanjutkan pada tahapan berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. “Jadi meski para peserta CPNS sudah lulus Passing Grade, bukan tidak mungkin mereka tidak direkrut karena batasan jumlah formasi yang ada,” ujar Wawali Mor.

Kepala BKD Manado Corry Tendean SH menjelaskan, alokasi formasi yang diberikan pemerintah pusat untuk Kota Manado pada penerimaan CPNS tahun 2018, sebanyak 199 formasi. Sedangkan mereka yang lulus Passing Grade dalam SKD yakni 50 orang. Dalam SKB nanti, terdapat 323 peserta yang terdiri dari 50 peserta yang lulus Passing Grade dan 273 peserta Ranking. “Dari 50 peserta yang lulus Passing Grade, ada 9 yang gugur karena kelebihan peserta,” jelas Tendean. (hms/ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: