Connect with us

Hukrim

Hikmah dari Kasus Pembunuhan Anak oleh Ayah Kandungnya

Published

on

Tersangka Pembunuh Daud adalah sang ayah kandung.

KASUS pembunuhan menghebohkan di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, dimana bocah berusia 7 tahun, Daud Solambela dibunuh oleh ayah kandungnya Vence Solambela, menghebohkan Sulawesi Utara.

Terlepas dari motif di balik pembunuhan sadis tersebut, Rohaniwan Pdt Lucky Rumopa STh menyatakan, kasus ini menjadi peringatan sekaligus refleksi dalam tatanan hidup. Ada lima poin yang disampaikan Rumopa.

1. EMOSI TERHADAP ANAK SEBENARNYA KITA HARUS KURANGI, APAPUN ALASAN KITA..!!

2. KITA HARUS PAHAM ANAK ANAK DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN MOTORIKNYA CENDRUNG BERTENTANGAN DGN KEADAAN NORMAL KITA. JANGAN HERAN KITA SERING MEMBERI NILAI “NAKAL”

3. KURANGI KEINGINAN KITA BILA ANAK ANAK KITA MENGGANGGUNYA, ARTINYA PROBLEM KEBENCIAN MUNCUL TERHADAP ANAK KITA KARENA MEREKA MENGGANGGU KESENANGAN KITA.

4. SIKAP BENCI KESAL TERHADAP ISTRI ATAU SUAMI ,JANGAN ANAK YG JADI PUSAT KESESALAN. HINDARI MARAH DEKAT DENGAN ANAK2 KITA

5. INGAT..! ANAK BUKAN MILIK KITA SEHINGGA SEMENA MENA MENGATURNYA..MENJAJAHNYA DAN MENGUASAINYA. “ANAK MILIK TUHAN YG HARUS KITA JAGA DALAM DOA DAN TANGGUNG JAWAB DENGAN RASA MEMILIKI,” kata Rumopa.

Secara terpisah, dalam konferensi pers, Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung menegaskan, Fence Solambela selaku ayah kandung Daud (korban), adalah tersangka pembunuhan anaknya sendiri.

Menurut kronologi, kejadiannya berlangsung Minggu (12/08/2018) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat itu Daud yang disebut-sebut baru saja sampai rumah karena “bapontar” dimarahi ayahnya. Fence kemudian melempar Daud dengan tangan kiri hingga terlempar dan terbentur tembok.

Korban kemudian pingsan. Melihat kondisi anaknya atas perbuatannya, tersangka bukannya langsung memberikan pertolongan, malah mengambil pisau dan menikam di perut anak tak berdosa tersebut.

Seusai melakukan perbuatan biadab itu, Fence berpura-pura meminta pertolongan. Sedangkan pisau masih tertancap di perut anaknya. Hal itu diduga dilakukan Fence, untuk memanipulasi bahwa anaknya dibunuh oleh orang lain. Namun polisi berhasil membongkar kasus ini dan tersangka pun akhirnya mengakui perbuatannya. (ts/sbr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: