Connect with us

Talaud

Nelayan Temukan Peterjun TNI AL yang Hilang di Talaud

Foto: Ilustrasi.

SETELAH sepekan dalam pencarian, akhirnya Peterjun TNI AL yang hilang, Serda Hadi Kurniawan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sekitar Perairan Kiama Induk, Kecamatan, Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (14/02/2018), sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban yang dinyatakan hilang sejak Rabu (07/02/2018) lalu, diduga kehilangan kendali parasutnya akibat cuaca buruk saat mengikuti latihan gabungan terjun tempur Korps Marinir TNI AL di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Informasi yang dilansir Humas Polda Sulut lewat Tribratanews, korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Astoni Apena, warga Desa Kiama. Awalnya, Astoni berangkat melaut sekitar pukul 06.00 WITA, menggunakan perahu katinting.

Ketika berada di Perairan Desa Kiama, pada jarak sekitar 600 meter dari Pantai Kiama, saksi melihat sebuah benda yang terapung. Lantaran curiga, saksi lalu mendekat untuk memastikan, apa sebenarnya benda tersebut.

Dari jarak sekitar tiga meter, saksi sangat terkejut karena apa yang dicurigainya tersebut, ternyata adalah sesosok mayat dalam posisi tengkurap. Diamatinya secara detail, mayat tersebut berpakaian warna coklat motif loreng, terdapat bendera merah putih di lengan, serta masih menyandang senjata laras panjang.

Saksi lalu teringat dan menduga kuat bahwa mayat yang ditemukannya adalah seorang peterjun TNI AL yang selama ini dicari oleh Tim SAR gabungan TNI, Polri dan warga. Saksi lalu kembali ke darat dan memberitahukan kejadian ini kepada Kepala Desa Kiama, Lambertua Losoh yang diteruskan dengan melapor ke pihak Lanal Melonguane dan kepolisian.

Sesaat usai mendapat informasi, Danlanal Melonguane, Letkol (Mar) Muhammad Maftukin bersama anggotanya, Koramil, pihak kepolisian dan ORARI langsung menuju TKP menggunakan speed boat.

Menurut Danlanal, jenazah korban langsung dievakusi dalam kondisi lengkap dengan senjata ke Kapal Pulau Karakelang, yang sedang berada di dermaga Melonguane. “Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Mala untuk pemeriksaan medis,” ujarnya.

Saat dievakuasi, jelas Danlanal, kain parasut korban tersangkut di dua karang lalu ditarik ke darat. “Diduga korban terlilit tali parasut saat berusaha menyelamatkan diri,” pungkasnya dengan nada sedih. (trb/ts*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sangihe

INI DAFTAR CALON TETAP ANGGOTA DPRD PROVINSI SULUT DAPIL III (SANGIHE-SITARO-TALAUD)

BERDASARKAN ketentuan Pasal 26 dan Pasal 28 ayal (3) Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, KPU Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diajukan oleh Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2019. Berikut Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diumumkan KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Daerah Pemilihan III (SANGIHE-SITARO-TALAUD)

Sumber: KPU Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

 

Continue Reading

Talaud

Selingkuh, 2 Sejoli di Talaud Ini Jalani Sanksi Adat

“Hukumannya berteriak di kampung”

Kedua tersangka kasus selingkuh (wajah diblur) saat menjalani sanksi adat.

SANKSI terhadap perselingkuhan di Talaud biasa bermuara pada sidang adat. Seperti halnya yang terjadi di Desa Karatung Selatan, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud ini.

SB alias Sat (31) seorang IRT dan lelaki KA alias Kar (45) seorang ASN, terpaksa harus menjalani sidang adat di Desanya, Senin, (09/04/2018), akibat dugaan kasus perselingkuhan.

Sidang adat itu sendiri dipimpin oleh Ratu’n Banua Desa Ginimbale H. Bungkaes, Inangu Wanua Desa Ginimbale M. Samura, Kepala Desa Karatung selatan B. Gahansa, dan Kepala Desa Karatung Tengah D. Lua.
Hadir juga para Pentua Adat, Babinsa Desa Karatung Selatan Serda Moningkey, Bhabinkamtibmas Desa Karatung Selatan Briptu Kenedi, Kanit Bimas Bripka D. M. Lua dan KSPK TJ Pasahokang.

Kepala Desa Karatung Selatan seperti dilansir Humas Polda Sulut pada tribratanews mengatakan, dalam sidang adat ini, siapapun yang tersangkut dalam kasus dalam desa harus diselesaikan secara adat.
“Karena adat di Desa Karatung seperti ini, jadi ketika ada permasalahan, khususnya perzinahan atau hugel, kasus tersebut harus melalui sidang adat terlebih dahulu, untuk memutuskan apakah kasus tersebut ditangani oleh hukum adat atau langsung dibawa ke pihak Kepolisian,” jelasnya.

Dan dari hasil sidang adat menyatakan, kedua pelaku perselingkuhan tersebut mendapatkan hukuman adat, yaitu berteriak di dalam kampung dengan kalimat “Jangan mengikuti kami, karena kami telah berbuat zinah!”.

“Ini untuk diperdengarkan ke masyarakat Desa Karatung hingga ada efek malu dan efek jera,” kata Kepala Desa. Sementara berdasarkan pengakuan, kedua tersangka sudah berhubungan sejak tahun 2013 yang lalu dan keduanya melakukan perbuatan itu karena didasari hubungan suka sama suka.

Hubungan keduanya terbongkar ketika pada hari Selasa (27/03/2018) lalu, sekira pukul 02.30 Wita, perempuan MT alias Mel (48) hendak mencari suaminya yaitu lelaki KA yang belum pulang.
Saat berjalan ke belakang rumah, tiba tiba saksi melihat perempuan SB berlari dengan tidak memakai celana. Celana yang bersangkutan tertinggal di pekuburan tepat di belakang rumah tersebut.

Saksi kemudian mengambil celana tersebut dan dibawa ke rumahnya. Pada hari Jumat (2/4/2018) pukul 18.00 wita, perempuan SB datang ke rumah saksi dengan maksud untuk mengambil celana yang sempat saksi ambil. SB kemudian mengaku kepada MT kalau dia telah melakukan perbuatan persetubuhan dengan lelaki KA. (tbt/*)

Continue Reading

Berita Utama

Disalami E2L-MANTAP, Oma pun Teteskan Air Mata

Warga Talaud menyambut E2L-MANTAP dengan keharuan.

BERTEMU sosok yang diidolakan dan dirindukan merupakan momen yang sangat membahagiakan. Seperti banyak dialami warga Talaud ketika dikunjungi dan disalami langsung Elly Engelbert Lasut dan pasangannya di Pilkada Talaud, Mochtar Parapaga.

Tak terkecuali sejumlah warga Desa Ensem Kecamatan Essang Selatan, ketika E2L-MANTAP bertandang dalam kampanye terbatas di sana. Warga kebanyakan yang hanya mendengar nama E2L-MANTAP dan hanya menyaksikan dari layar televisi dan media, benar-benar kegirangan ketika di depan mata mereka hadir langsung duo sosok populis tersebut.

Air mata pun tumpah menahan keharuan karena senang ketika E2L-MANTAP benar-benar berada mengunjungi mereka, bahkan menyalami dan merangkul penuh kehangatan. Seperti yang dialami seorang oma di Desa Ensem (lihat foto) yang tersedu sedan menangis ketika dia yang merupakan warga kecil, bisa berjabat tangan dengan duo tokoh yang diidolakannya untuk memimpin Talaud.

E2L dan Parapaga pun tanpa sungkan-sungkan langsung merangkul sang nenek. Warga masyarakat di Talaud mengaku sangat mendambakan untuk bertemu langsung dengan sosok yang diidolai mereka. “Pak Elly dan Pak Mochtar adalah sosok yang merakyat, kami ingin menyalami keduanya,” pinta mereka. (ts/*)

 

Continue Reading

Berita Utama

Lasut-Parapaga Makin tak Terbendung

E2L-Mantap semakin mantap

POPULARITAS dan elektabilitas pasangan calon top eksekutif Kabupaten Talaud, Elly Engelbert Lasut dan Mochtar Parapaga (Lasut-Parapaga) terus melejit. Pasangan ini terus dielu-elukan masyarakat Talaud untuk memimpin kabupaten di kepulauan yang berbatasan dengan Filipina tersebut.

Hal ini dilihat dari berbagai kunjungan Lasut dan Parapaga, selalu dikerubuti ribuan massa di Talaud. “Kami inginkan Talaud maju, dan yang mampu untuk melakukan itu Pak Elly dan Pak Mochtar,” teriak mereka. Sementara informasi yang diperoleh, sejumlah survei yang ada menempatkan Lasut-Parapaga berada jauh di atas dari pasangan lainnya.

Bahkan menurut Center for Alternative Policy (CAP) dalam surveinya menyebutkan, jika hari ini dilaksanakan Pilkada maka E2L-MANTAP (Elly Engelbert Lasut dan Mochtar Parapaga) akan menang 46 persen.(ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: