Connect with us

Sangihe

INI DAFTAR CALON TETAP ANGGOTA DPRD PROVINSI SULUT DAPIL III (SANGIHE-SITARO-TALAUD)

BERDASARKAN ketentuan Pasal 26 dan Pasal 28 ayal (3) Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, KPU Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diajukan oleh Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2019. Berikut Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diumumkan KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Daerah Pemilihan III (SANGIHE-SITARO-TALAUD)

Sumber: KPU Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Geraldo Tewas Tergantung, Kapolsek Tahuna: Masih Diselidiki

PRIA bernama Geraldo Kabaena (21), menghembus nafasnya setelah ditemukan gantung diri di dalam kamarnya, Minggu (18/03/2018), sekitar pukul 06.00 WITA. Peristiwa tragis tersebut, terjadi di Kelurahan Tona I, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya, Marjugo Kabaena (42). Dituturkannya, sekitar pukul 05.00 WITA, ia menemui seseorang di jalan raya yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumah.
Satu jam kemudian, saksi kembali ke rumah dan hendak membangunkan korban di dalam kamar. Ketika membuka gorden, saksi melihat korban dalam posisi tergantung di kusen pintu menggunakan sprei.

Saksi segera membuka ikatan sprei di leher korban dan membaringkannya di depan pintu. Tak berselang lama, warga sekitar berdatangan lalu mengevakuasi korban yang telah tak bernafas. Kapolsek Tahuna, Iptu Richard Makasengku membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan membuat permintaan visum,” jelasnya. “Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut,” pungkas Kapolsek.
(tribratanews polda Sulut)

Continue Reading

Sangihe

Esok, 4 Balon Direktur Polnustra “Adu Visi-Misi”

JIKA tidak ada aral melintang, empat bakal calon (balon) Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustra) di Kabupaten Sangihe, akan tampil dalam rapat senat terbuka pemaparan Visi-Misi dan Program Kerja, Senin (19/03/2018) esok. Tahapan pemilihan Balon Direktur Polnustra ini bakal dihadiri Kemenristek Dikti RI.

Ketua Senat Polnustra, Drs Jackried Maluenseng MSc mengatakan, pihak Kementrian Ristek-Dikti telah mengkonfirmasi kehadirannya dalam adu visi misi para balon Direktur Polnustra. “Wakil Menteri yang hadir adalah Kepala Biro SDM Kemenristek Dikti, Bapak Ary Hendrarto Saleh SE MSi,” ungkap Maluenseng didampingi Sekretaris Ferdinand Gansalangi.

Ditambahkannya, empat bakal calon yang akan tampil membawakan visi misi dan program kerja dalam pencalonan direktur periode 2018-2022 itu adalah: 1. Constantin Sarapil, SPi, MA, 2. Dr Ir John Budiman MSc, 3. Prof Dr Ir Frans Gruber Ijong MSc dan 4. Jeffry Mandeno SPI, MSi.

Seperti diketahui, pihak senat sendiri mengajukan jadwal tersebut ke Kemenristek dan Dikti tanggal 19 Maret tersebut, dan langsung disetujui sesuai tanggal dimaksud. Sementara itu, diperoleh kabar, Unsrat yang juga akan menggelar suksesi rektor, mengajukan tanggal 2-8 Maret ke Kemenristek Dikti, namun belum diperoleh kabar jadwal dari kementrian. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

HUT 593 Sangihe, ORARI Gelar “Special Call” International

MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) Sangihe ke-593 dan Perayaan Tulude, ORARI menggelar “special call” lewat band amatir radio yang dipancarkan dari Kepulauan Sangihe, Rabu 31 Januari 2018. Special call ini tak hanya berskala nasional, namun mencakup band amatir radio dunia (internasional).

Special Call ini menggunakan Club Station ORARI Lokal Sangihe dengan nama panggilan “YB8ZQP” dengan penanggungjawab Ferdy Sinedu (YB8SPD). Menurut informasi yang diperoleh dari Sekretaris ORARI Daerah Sulawesi Utara, John Rembet MSi (YB8QF), special call dalam rangka HUT Sangihe dan acara adat Tulude ini dipancarkan lewat frekwensi HF SSB 40 meter band Frek. 7.135 Mhz (phone) pada jam 11.00 UTC sampai 16.00 UTC. (ts*)

 

 

Continue Reading

Berita Utama

Oma Alpiah Dapat Telepon dari Anak Jenderal AH Nasution

KODIM 1301 SaTal memberikan bingkisan kepada Oma Alpiah, saksi sejarah kelam G30 S/PKI

OMA Alpiah Makasebe, warga Tahuna yang merupakan pengasuh Ade Irma Nasution (korban G30 S/PKI), mendapat surprise di HUT TNI yang ke 72. Saksi kunci sejarah kelam kekejaman PKI itu mendapat kunjungan KODIM 1301 SaTal di hari TNI.

Yang lebih mengagetkan Oma Alpiah, dia tiba-tiba mendapat telepon dari Hendriyanti Sahara Nasution, yang tak lain adalah putri Almarhum Jenderal AH Nasution–salah satu jenderal yang dibunuh dalam peristiwa G30 S/PKI.

Saksi kunci sejarah kekejaman G-30S/PKI Oma Alpiah Makasebe (81), yang adalah pengasuh Ade Irma Nasution yang menjadi korban kena tembak keganasan G-30S/PKI, merasa terharu saat mendapat telepon dari putri sulung Jendral Besar Abdul Haris Nasution bernama Hendriyanti Sahara Nasution.

Ketika berbicara di handphone, terlihat raut muka Oma Alpiah bercampur aduk, antara gembira dan sedih. Kegembiran wanita tua itu, karena bisa mendengarkan suara Hendriyanti. Namun di saat yang sama, dia kembali terkenang atas peristiwa mengerikan, ketika Ade Irma Nasution–anak yang diasuhnya harus meregang nyawa dibunuh PKI.

“Kasihan Ade ditinggalkan sendiri… ditinggalkan sendiri. Alphia suka dekat dengan ade,” ucap Oma Alpiah sambil meneteskan air mata. Sebutan Ade merujuk pada Ade Irma Nasution. Nama Ade yang melekat pada Irma Nasution, merupakan panggiloan sayang-sayang yang diberikan Oma Alpiah ketika masih mengasuh putri kecil Jenderal AH Nasution.

Sementara itu, selain teleponan langsung dengan putri Nasution, Keluarga besar Kodim 1301/01 Satal turut menyerahkan bingkisan sebagai rasa empati, simpati dan terima kasih yang tulus kepada pengasuh Ade Irma bersama keluarga itu.

Dandim 1301 Satal melalui Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1301/Satal, Mayor Infanteri Sonny Saerang mengatakan, kunjungan dan pemberian yang diberikan bagi Oma Alpiah itu, merupakan wujud simpati dan empati sekaligus terima kasih yang tulus kepada pengasuh Ade Irma bersama Keluarga yang masih hidup. “Mengutip semboyan dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno, jangan sekali-Kali meninggalkan Sejarah atau disingkat “Jasmerah” karena semboyan tersebut ini bukan sekedar simbol saja. Dengan mengetahui sejarah bangsa Indonesia, maka seorang dapat menghargai kehebatan dan jerih payah pendahulunya dalam membangun dan mempertahankan negara tercinta Indonesia,” kuncinya. (ts/rv)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: