Connect with us

Daerah

Talaud Krisis BBM, Alex : Ada yang Monopoli BBM

Beberapa pengecer lokal membeli dan menumpuk bensin dan menjualnya hingga 25.000 rupiah per botol ukuran satu liter.

Kendaraan Roda Dua, melintas menggunakan rakit

Talaud, TS- Kepulauan Kabupaten Talaud kembali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Terlihat sejak masuk bulan Agustus 2017 sampai sekarang, antrian panjang para pembeli meramai depot.

Pembeli hanya diberi batas seharga Rp. 20.000. Namun, langkah tersebut belum menjadi solusi demi pemerataan pemakaian BBM yang terlihat warga sungguh membutuhkannya. Banyak kendaraan darat dan laut, parkir. Sulit beroperasi. Sehingga, kelangsungan melayani warga sekitar menyambung aktifitas rutin menggunakan jasa transportasi darat dan laut, terhambat.

Banyak warga melayangkan nada sumbang yang kurang baik akibat kelangkaan BBM. Ada yang beranggapan, BBM  dimonopoli orang-orang tertentu, ada pula yang berpemikiran, kelangkaan BBM dikarenakan cuaca buruk. Sehingga, alokasi BBM kurang maksimal diberikan kepada warga.

Sebut saja, Jaq (32) pria asal Talaud, yang tinggal di Melonguane. Ia memberi keterangan, krisis BBM disebabkan cuaca buruk, sehingga transport laut yang mengalokasikan BBM ke daerah kepulauan terhambat “So bagitu, cuaca buruk, jadi Kapal yang bawa minya di daerah ini terhambat”

Lain lagi dengan pernyataan Alex (30),  Pria yang bertempat tinggal di Lirung itu, spontan berpendapat bahwa, ada oknum tertentu memonopoli BBM sehingga krisis bahan bakar minyak itu tambah merugikan warga. Mau tidak mau, semahal apapun BBM yang di jual, habis dibeli warga. Beberapa pengecer lokal membeli dan menumpuk bensin dan menjualnya hingga 25.000 rupiah per botol ukuran satu liter. “Ada oknum tertentu memonopili BBM, sudah krisis BBM tambah merugikan warga. Biar mahal ja jual, yah apa bole buat, warga pasti membeli. Tak heran, eceran BBM biar harga 25.000 per botol pasti habis dibeli. ” (TS09)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Limen: Solar cell Aset Tak Bertuan

Manado-Anggota DPRD Sulut Yongkie Limen memiliki tanggapan menarik soal program pemerintah yakni Solar Cell. Limen mengatakan bahwa, gagalnya program tersebut bukan hanya dikarenakan lemahnya pengawasan dan perawatan dari dinas sumber daya mineral (SDM), tapi juga karena tidak ada kepedulian dari pemerintah untuk menjaga aset tersebut.

“Harus jelas siapa yang diberi wewenang menjaga fasilitas itu. Dinas kelihatannya lepas tangan, kalau dibilang akibat pencurian saya kira itu relatif dibuat-buat,” kata Limen pada RDP beberapa waktu lalu. Lebih lanjut Ia menegaskan, program solar cell menjadi pertimbangan kembali oleh komisi untuk mengangarkan.

Hal itu dikatakan bukan tanpa alasan, menurutnya, apapun program yang digagas pemerintah tentu didukung oleh legislatif. “harus didukunglah program pemerintah, tapi harus jelas. Keliatannya solar cell seperti aset tidak bertuan. Karena banyak mati dan tidak punya fungsi apa-apa bagi masyarakat,” tandasnya sembari berharap agar pihak terkait bisa lebih selektif lagi soal siapa yang diberi tanggungjawab menjaga dan merawat aset.

“Anggarannya tidak kecil, tambah lagi gunakan uang rakyat. Pihak SDM kredepan harus ada MoU yang jelas. Agar tidak terkesan lepas tangan,” Tegas Politisi Golkar itu. Diketahui sebelumnya, Kadis SDM Sulut BA Tinungki menjelaskan soal solar cell yang sudah diserahkan kepada pemerintah kota Manado dan masyarakat yang dinilai punya kompetensi dalam merawat program limlliaran rupiah itu. (rol)

Continue Reading

Daerah

Brani Ajak kaum Muda Peduli Sejarah dan Politik

Benny Ramdhani

Manado- Benny Ramdhani menyambangi Kotamobagu, Kamis 07 Februari 2019 bersama dengan tim untuk melakukan ajakan keseluruh kaum melineal dan variabel, agar tidak golput pada ajang Pemili April mendatang, hingga Pilpres 2019.

Menurut Brani sapaan akrabnya bahwa, dengan jumlah lebih dari 60% jumlah pemilih indonesia pada pemilu, atau sekitar 80 juta suara, peran kaum variabel sangat berpengaruh bagi proses seleksi kepemimpinan di level nasional maupun daerah.

“Mari lakukan operasi kecil terhadap pembuluh kesadaran publik yang tersumbat. Gunakan pisau analisis dan thermo diagnosis yang tepat. Jadi tidak bisa dipandang sebelah mata kaum variabel pada pesta demokrasi 2019 nanti,” kata Brani pada pesan singkatnya.

Lebih lanjut kata politisi vokal itu, tidak ada alasan untuk mengambil keputusan golput. “Tidak ada alasan golput. Mari kita sama-sama peduli dengan politik negara ini,” tandasnya sembari mengaskan kalau kaum muda harus menjadi pelaku sejarah. Apalagi kata dia soal memilih pemimpin.

“Kaum muda harus menjadi pelaku sejarah. Jika saat ini memilih pemimpin, maka pada saatnya harus menjadi pemimpin. Pemimpin yang memiliki Kompetensi, kebertanianan dan Kegigihan serta empati terhadap persoalan-persoalan kerakyatan,” ucap Brani.

Ia sendiri menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyambutan yang dilakukan oleh para pemuda Brani, serta para tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. “Terima kasih semua, sambutan ini sangat saya hargai. Dan mohon topangan doa selalu untuk saya mengawal amanah masyarakat Sulut kedepan. Tutur Brani menutup. (rol)

Continue Reading

Berita Utama

Komisi I DPRD Sulut Bakal Panggil PP Pemilu

Ferdinan Mewengkang

Sulut-Jelang Pesta Demokrasi Pemilihan Umum tahun 2019, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) Adi Pangelu menegaskan, aturan bagi setiap peserta pemilu sudah jelas, dan dimintakan untuk dipatuhi. Lebih khusus menurutnya soal kampanye yang menggunakan fasilitas pemerintah seperti tempat ibdah dan pendidikan.

Lebih lanjut dijelaskan Pangelu bahwa, sosialisasi yang dilakukan peserta pemilu selama tidak melanggar aturan nomor 07 tahun 2017 poin 280 tidak akan menjadi masalah.

“Sah-sah saja kalau itu tidak melanggar. Sifatnya tidak melakukan kampanye saja. Kalau hanya ajakan untuk mengingatkan kewajiban para pemilih,” tandas Pangelu Selasa (12/02) di Manado.

Pangelu sendiri memastikan akan menindak tegas peserta pemilu yang melanggar aturan tersebut. “Tindakan tegas sudah pasti. Dan itu akan dilakukan sesuai tahapannya masing-masing,” ucap Pangelu saat diwawancarai media ini. (rol)

Continue Reading

Daerah

Ribuan Warga Sulut Hadiri Open House “Gubernur Kenangan”

SHS bersama Ibu menyambut Bupati Bolmong Yasti Soepredjo dan Walikota Kotamobagu Tatong Bara

MESKI kini bertugas di negeri seberang, Filipina. Namun kharisma dan daya pikat seorang Sinyo Harry Sarundajang (SHS) di hati warga Sulut, tetap terpatri. Tak heran jika SHS dijuluki “Gubernur Kenangan”.

Gelar mantan Gubernur Sulut dua periode tersebut disampaikan langsung Bupati Bolmong Yasti Supredjo dan Walikota Kotamobagu, Tatong Bara, ketika menjadi tamu dalam acara open house natal di Winangun, kediaman pribadi Keluarga Sarundajang Laoh-Tambuwun, 25 Desember 2018.

Dari pantauan wartawan media ini, jalan Winangun terjadi kemacetan sepanjang 1 kilometer. Bahkan untuk mencapai kediaman SHS, banyak tamu yang rela parkir dari kejauhan dan berjalan kaki di bawah guyuran hujan, demi berjabat tangan dengan sosok yang menjadikan Sulut mendunia lewat WOC dan berbagai iven internasional lainnya.

SHS yang kini menjabat Duta Besar RI untuk Filipina, terlihat beberapa kali keluar dari dalam ruang tamu ke place rumah, untuk menyambut tamu yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali para pejabat sekelas Pangdam sampai masyarakat kecil.

Bahkan ada warga Sulut yang datang jauh-jauh dari Bali, demi berjabat tangan natal dengan SHS dan Ibu bersama keluarga. “Kami tak akan pernah melupakan Pak SHS, beliau adalah sosok pemimpin yang telah berbuat banyak bagi daerah,” ungkap Ibu Nining ketika bertandang ke kediaman SHS.

Menariknya, SHS tak hanya sekadar menjabat tangan para tamu yang datang, namun turut menghibur dengan mempersembahkan lagu yang mengundang tepuk tangan para tamu. “Sosok yang multi talent. Beliau itu the legend,” kata Benny Tenda, salah satu tamu yang hadir.

SHS dan Ibu sendiri dalam kesempatan tersebut, terlihat beberapa kali diminta untuk berswa foto (selfie) bersama. Para tamu yang duduk meluber di tenda, terlihat banyak yang bertahan sampai Pukul 22.00 Wita. (ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: