Connect with us

Mitra

Tidak Ada Hubungan Gempa di Palu dan Letusan Soputan

GUNUNG Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, meletus. Berita meletusnya Soputan tersebar sampai di media luar negeri dan disebutkan lokasi Soputan masih satu pulau dengan daerah bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Namun para ahli mengatakan, tidak ada hubungan gempa di Palu menjadi pemicu letusan Soputan.

Ahli Geofisika Nazli Ismail mengatakan, tidak ada bukti konkret untuk menunjukkan bahwa kedua insiden itu terkait. “Orang-orang membicarakan tentang efek kupu-kupu. Konsepnya adalah ketika kupu-kupu mengepakkan sayapnya, itu bisa menyebabkan bencana, “katanya. “Jadi mungkin gempa bumi memicu letusan gunung berapi, tetapi tidak konklusif. Ini perlu diselidiki. ”

Sedangkan Danny Hillman Natawidjaja, seorang ahli geologi dari Institute of Science di Indonesia, menyuarakan pandangan tersebut, mengatakan tidak ada cukup data untuk membuat tautan.
“Pada prinsipnya, gelombang seismik dari gempa dapat meningkatkan tekanan di ruang magma gunung api dan dapat menyebabkan letusan. Kami tidak tahu pasti, “katanya. Dia adalah anggota dari gempa dan tsunami Samudra Hindia, Dia adalah anggota Masyarakat Samudera Hindia.

Sedangkan Kasbani, ahli vulkanologis lainnya mengatakan, bisa saja letusan itu dipercepat oleh gempa berkekuatan 7,5 yang melanda Palu. Namun dia juga mengatakan, sebelum gempa di Sulteng, aktivitas Soputan akan meledak sudah terlihat.

“Bisa jadi gempa ini memicu letusan, tetapi kami telah melihat peningkatan aktivitas gunung berapi sejak Juli dan ini mulai melonjak pada hari Senin. “Kami tidak dapat mengatakan bahwa ada hubungan langsung, karena gunung itu cukup jauh,” kata Kasbani, kepala Badan Mitigasi Bencana dan Geologi Indonesia.

Secara terpisah, pihak BNPB mengatakan status siaga terkait letusan Soputan. “Gunung Soputan terus meletus, keluarkan lava pijar dan abu vulkanik. Status Siaga (level III).” Demikian keterangan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lewat akun Twitter-nya, Rabu (03/10/2018) pukul 23.35 WIB.

Dengan status tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 4 km. Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas di dalam area perluasan sektoral ke arah barat-barat daya dalam radius 6,5 km dari puncak. “Untuk menghindari guguran lava maupun awan panas,” tukasnya.

Tinggi kolom abu vulkanik Gunung Soputan sendiri sempat mencapai 4-6 km di atas puncak kawah atau 5,8-7,8 km di atas permukaan laut. Aliran lava pijar erupsi Gunung Soputan ini teramati ke arah timur laut sejauh 2,5 km dari puncak kawah. Bahkan debu Soputan sempat dirasakan sampai di Kota Manado. (ts/sbr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: