Connect with us

Hukrim

Polisi Mediasi Kasus Selingkuh Pria Beristri dan Siswi di Minsel

foto: Tribratanews Polda Sulut.

DUGAAN kasus perselingkuhan yang melibatkan seorang pria beristri, WM (28 tahun) dan seorang siswi SMA–sebut saja melati (18)–di Desa Sapa, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), penyelesaiannya dimediasi personil polisi bersama pemerintah desa, tokoh agama dan keluarga dua belah pihak.

“Kita berupaya melakukan pertemuan melalui proses mediasi antara pihak keluarga lelaki WM dan keluarga perempuan yang diduga terlibat perselingkuhan,” ungkap Bhabinkamtibmas Polsek Tenga, Aiptu Herry Torar seperti dilansir tribratanews Polda Sulut.

Melalui rangkaian pembinaan pihak kepolisian dan Pemerintah Desa, akhirnya kedua belah pihak keluarga yang berselisih paham menyatakan kesepakatan damai dengan menandatangani surat pernyataan.

“Berakhir damai, dimana pihak lelaki maupun perempuan menyatakan kesepakatan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan,” pungkas Aiptu Herry. (trb/ts)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

Kabareskrim Buka Akun Aduan Polisi Nakal di FB dan Insta

PASCA resmi dilantik sebagai Kabareskrim Polri, Irjen Pol Arief Sulistyanto membuat terobosan di media sosial yang bisa dipakai warga untuk membuat aduan. Terutama untuk melaporkan oknum polisi nakal.
Arief berharap, hal tersebut dapat mempermudah komunikasi dan kontrol terhadap kinerja penyidik Polri.

“Saya ingin memastikan semua penyidik Polri melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar yang dilandasi sikap kejujuran, obyektif dan tidak memihak serta berdasarkan pada prosedur aturan hukum yang berlaku,” ujar Arief melalui keterangan tertulis yang dilansir merdeka.com, Jakarta, Jumat (24/08/2018).

Ada empat jalur komunikasi yang disediakan Arief sebagai sarana pengaduan masyarakat, yakni melalui email kabareskrim2018@gmail.com, halaman Facebook (FB) bareskrim 2018, akun Instagram @bareskrim2018, dan akun Twitter @bareskrim2018.

Akun-akun tersebut dikelola langsung oleh Arief dibantu oleh staf pribadinya. Sehingga memungkinkan semua pengaduan yang masuk dapat langsung diketahui dan ditindaklanjuti oleh Kabareskrim. “Masyarakat bahkan anggota Polri sendiri dapat melaporkan jika menemukan adanya penyidik yang menyalahgunakan kewenangannya untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui penyimpangan, rekayasa, pemerasan dan berbagai tindakan lainnya sehingga merugikan masyarakat, disertai dengan bukti yang ada,” ungkap Arief. (lp6/mdc)

Continue Reading

Hukrim

Hikmah dari Kasus Pembunuhan Anak oleh Ayah Kandungnya

Tersangka Pembunuh Daud adalah sang ayah kandung.

KASUS pembunuhan menghebohkan di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, dimana bocah berusia 7 tahun, Daud Solambela dibunuh oleh ayah kandungnya Vence Solambela, menghebohkan Sulawesi Utara.

Terlepas dari motif di balik pembunuhan sadis tersebut, Rohaniwan Pdt Lucky Rumopa STh menyatakan, kasus ini menjadi peringatan sekaligus refleksi dalam tatanan hidup. Ada lima poin yang disampaikan Rumopa.

1. EMOSI TERHADAP ANAK SEBENARNYA KITA HARUS KURANGI, APAPUN ALASAN KITA..!!

2. KITA HARUS PAHAM ANAK ANAK DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN MOTORIKNYA CENDRUNG BERTENTANGAN DGN KEADAAN NORMAL KITA. JANGAN HERAN KITA SERING MEMBERI NILAI “NAKAL”

3. KURANGI KEINGINAN KITA BILA ANAK ANAK KITA MENGGANGGUNYA, ARTINYA PROBLEM KEBENCIAN MUNCUL TERHADAP ANAK KITA KARENA MEREKA MENGGANGGU KESENANGAN KITA.

4. SIKAP BENCI KESAL TERHADAP ISTRI ATAU SUAMI ,JANGAN ANAK YG JADI PUSAT KESESALAN. HINDARI MARAH DEKAT DENGAN ANAK2 KITA

5. INGAT..! ANAK BUKAN MILIK KITA SEHINGGA SEMENA MENA MENGATURNYA..MENJAJAHNYA DAN MENGUASAINYA. “ANAK MILIK TUHAN YG HARUS KITA JAGA DALAM DOA DAN TANGGUNG JAWAB DENGAN RASA MEMILIKI,” kata Rumopa.

Secara terpisah, dalam konferensi pers, Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung menegaskan, Fence Solambela selaku ayah kandung Daud (korban), adalah tersangka pembunuhan anaknya sendiri.

Menurut kronologi, kejadiannya berlangsung Minggu (12/08/2018) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat itu Daud yang disebut-sebut baru saja sampai rumah karena “bapontar” dimarahi ayahnya. Fence kemudian melempar Daud dengan tangan kiri hingga terlempar dan terbentur tembok.

Korban kemudian pingsan. Melihat kondisi anaknya atas perbuatannya, tersangka bukannya langsung memberikan pertolongan, malah mengambil pisau dan menikam di perut anak tak berdosa tersebut.

Seusai melakukan perbuatan biadab itu, Fence berpura-pura meminta pertolongan. Sedangkan pisau masih tertancap di perut anaknya. Hal itu diduga dilakukan Fence, untuk memanipulasi bahwa anaknya dibunuh oleh orang lain. Namun polisi berhasil membongkar kasus ini dan tersangka pun akhirnya mengakui perbuatannya. (ts/sbr)

Continue Reading

Berita Utama

Tim Paniki Bekuk Tersangka Pembunuh Abu

Tersangka pembunuhan teridentifikasi bernama AL alias Arman.

TERSANGKA pelaku pembunuhan terhadap FR alias Abu (31), warga Teling Atas Lingkungan II, Minggu (12/08/2018) lalu, berhasil dibekuk Tim Paniki Polresta Manado dalam waktu singkat. Tersangka teridentifikasi bernama AL alias Arman (28), warga Banjer Lingkungan VII, Kota Manado.

Informasi yang dilansir Tribratanews Polda Sulut, kronologinya terjadi sekitar pukul 02.40 WITA, tersangka pelaku melihat korban di pertigaan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Banjer. Saat itu juga, pelaku menghampiri korban dan tanpa sebab yang jelas, langsung membacok leher korban menggunakan sebilah pisau panjang yang sudah menyerupai parang.

Korban tak mampu mengelak dan langsung tersungkur. Akibat luka yang cukup parah dan darah keluar banyak, mengakibatkan korban tewas mengenaskan di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Sedangkan pelaku melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian ini segera menolong korban dan melaporkannya ke Polresta Manado.

Laporan direspons cepat oleh Tim Paniki dengan mendatangi TKP, dipimpin Aipda Jemmi Mokodompit. Setelah mengumpulkan keterangan dan bukti, tim berlogo kelelawar ini segera mengejar pelaku. Kurang dari 5 menit, tim akhirnya berhasil meringkus pelaku. “Pelaku lalu kami bawa ke Mapolresta untuk diproses hukum lebih lanjut,” ujar Aipda Jemmi. (tbn/*)

Continue Reading

Hukrim

Kalapas Sukamiskin Ditangkap, Kakanwil pun Dicopot

Yassona: Disuap Rp100 Juta, Kalapas Goyang

HANYA dua hari setelah menangkap tangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly langsung mencopot Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat. “Per hari ini saya memberhentikan Kakanwil Jawa Barat, saudara Indro Purwoko dan Kadivpas Jawa Barat, Alfi Zahrin,” kata Yasonna melalui keterangan pers di Jakarta, Senin (23/07/2018).

Menurut Yasonna, pemberhentian Indro dan Alfi dikeluarkan setelah mengevaluasi kinerja keduanya. …
Seperti diketahui, operasi Tangkap Tangan atau OTT KPK pada Sabtu dini hari lalu, yakni 21 Juli 2018, telah menjaring enam orang. Di antaranya Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein, dan narapidana perkara suap pengadaan satelit Badan Keamanan Laut Fahmi Darmawansyah.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat untuk sementara akan dijabat oleh Kadiv Administrasi Jawa Barat, Dodot Adikuswanto, dan Kadivpas akan dijabat oleh Kepala Lapas Cirebon, Agus Irianto. Pergantian ini, menurut Yasonna, hanya untuk beberapa hari saja. “Kami sedang mencari orang-orang yang pas di posisi itu,” seperti dilansir tempo.co.

Yassona juga mengatakan pembenahan-pembenahan agar kasus serupa tidak terulang kembali akan terus dilakukan. Ia juga mengatakan bahwa posisi Kalapas Sukamiskin akan menjadi perhatian utama pihaknya dalam beberapa waktu ke depan. Lapas Sukamiskin, kata Yasonna, sangat menggoda. Kalapas Sukamiskin masih bisa menjaga integritasnya jika disuap Rp10-30 juta. “Kalau Rp100 juta, bisa goyang dia.” (tnc/*)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: