Connect with us

Bisnis

“Ketika Gebrakan Pak Olly Mencengangkan Jakarta”

Published

on

CATATAN: Dino Gobel

KEMAJUAN pariwisata Sulut memang fenomenal. Disebut demikian, karena dari sisi jumlah tingkat kunjungan turis asing dan domestik, sejak Juli 2016 sd hari ini mencatat angka luarbiasa kenaiknya dibandingkan dengan periode2 sebelumnya. Di 2016, antara Juli-Desember saja, kunjungan wisatawan asing mencatat angka 47 ribu orang. Nusantara, 1.4 juta orang. Sedangkan di 2017 dari Januari sd pekan kedua September, wisatawan asing sudah mencapai 61 ribu sekian orang. Pada periode tiga tahun sebelumnya, turis asing ke Sulut per tahun hanya berada di kisaran 20-25 ribu orang per tahun.

Dan dari sisi spending money dan lama tinggal, turis asing di Sulut menghabiskan duit sekitar Rp10 juta ad 25 juta per orang dengan masa tinggal 5 hari sd 2 minggu. Meski disadari kemajuan kunjungan wisatawan belum sepadan dengan kondisi real di destinasi yg berada di kabupaten kota di Sulut. Dimana, sisi infrastruktur jalan hingga fasilitas umum dan atraksi budaya serta penunjang lainnya masihlah kurang. Namun begitu, kemajuan ini harus bisa ditangkap dan fokus digarap pemerintah di Sulut baik Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot serta stakeholder pariwisata bersama masyarakat tentunya yg harus ikut merasakan dampaknya.

Saya pribadi merasa terkesan ketika diundang ikut menghadiri dan memberikan sumbang saran dalam acara Rembuk Nasional Membahas Pariwisata Sulut yg digelar di Auditorium Kampus Unsrat Manado, Senin (25/9) kemarin. Acara itu mengangkat tema Pengelolaan Pariwisata Unggul Nusantara. Saya terkesan karena acara saat itu, mampu menangkap kondisi obyektif fenomena kemajuan pariwisata Sulut yg saya beber di atas. Dan lewat forum itu, kondisi tersebut lebih difokuskan agar booming pariwisata di Sulut tak hanya jadi kembang semusim semata karena infrastruktur dan pembenahan sarana di destinasi tetap diacuhkan dan masyarakat tak merasa manfaatnya.

Luarbiasa memang acara tersebut. Berbagai masukan dalam dialog antara narasumber yg sangat kredibel pada bidangnya dengan peserta, yg datang dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Dan sebagaimana aroma tema acaranya, rembuk, berbagai masukan kritis dan inovatif pun ramai dilontarkan sejumlah peserta saat itu. Saya mencatat lima penanya diantaranya, seperti Prof DR Janny Kussen, seorang mahasiswa bernama Syaiful, Meyer Tanod dari sebuah lembaga adat, Merry Karouwan Ketua ASITA Sulut, DR Ferrol Warouw dari Unima dan Johny Lieke Ketua PHRI Sulut. Catatan kritis dan masukan keenam peserta baik itu menyangkut strategi pengembangan maritim tourism, strategi penamaan destinasi dan digitalisasi promosi, memotivasi peran serta masyarakat dan pemaknaan budaya dalam pariwisata yg masih lemah, hingga kurangnya pelatihan, merupakan masukan berharga yg harus langsung difollow up Dinas Pariwisata Sulut dan SKPD/OPD terkait lainnya dalam mensuport.kemajuan pariwisata berbasis kerakyatan.

Hal yg tak kalah mengesankan lainnya yang terlontar dari forum itu adalah saat Donny Oskaria selaku Tim Ahli Bidang Ekonomi Presiden RI dan Samsriyono selaku Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi dan Digitalisasi, yang menjadi narasumber dalam forum rembuk itu, secara spontan menyatakan salut atas Kerja Keras OD-SK dan Masyarakat Sulut Memajukan sekaligus Menjadikan Pariwisata sbg Prime Mover Entaskan Persoalan Kemiskinan di Sulut. Saya akui, mendengarkan aneka pujian tentang kemajuan pariwisata Sulut saat ini, lepas dari masih banyak kekurangan yg ada, sudah sering sy dengar dari berbagai pihak. Tapi, kalau itu kemudian dilontarkan tokoh2 nasional Jakarta seperti kedua narasumber kredibel ini?
Wow. Itu merupakan kebanggaan bagi kita di Sulut.

Siapa tak kenal Donny Oskara? Selain sebagai Staf Ahli Ekonomi Presiden Jokowi, eksekutif muda yg selalu berpenampilan necis ini juga komisaris di berbagai perusahan papan atas nasional, termasuk di TRANS Corp.
Dan dia dikenal sbg salah satu motor transformer ekonomi kreatif nasional.

Sedangkan Samsriyono? wah. sosok ini melambung namanya sbg man behind the gun di balik strategi marketing jitu Menteri Pariwisata RI Pak AY.  Terakhir, program tekno dan digital Bang Sam, sapaan akrabnya ikut menghantarkan video Kemenpar RI memenangkan penghargaan tertinggi Badan Pariwisata Dunia atau UNWTO di Chengdu Cina baru2 ini.

So, masih tentang apresiasi keduanya tentang gebrakan pariwisata Sulut yg dimotori OD.SK.
(Juga tampil bersama mereka, dua narasumber lainnya, termasuk DR John Tasirin selaku Staf Ahli Gubernur Sulut).
Sy dibuat tercengang ketika Staf Khusus Menpar RI, Samsriyono menanggapi materi Gubernur Sulut Bpk Olly Dondokambey yg pada acara itu menjadi keynote speaker.  “Wah, saya dan tim Pak Menteri baru merancang strategi bangun pariwisata, eh di Manado Pak Gubernur sudah duluan mengerjakan,” ujar pakar tekno dan digital ini spontan dan rendah hati. Firdaus Ali selaku Ketua Panitia Rembuk Nasional pun mengakui, mereka sangat menantikan pemaparan Gubernur Sulut, karena Firdaus Ali mengakui pihaknya sangat ingin belajar strategi yg telah dilakukan Sulut dibidang pariwisata hingga bisa menyalip daerah potensi pariwisata nasional lainnya. Ironisnya, pada 2016 lalu, Menpar RI tak memasukkan Sulut dalam 10 destinasi unggulan nasional.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey selaku keynote speaker dalam acara itu, harus saya akui, memang tampil memukau. Kehadiran Pak Olly bahkan sangat ditunggu tampil di forum itu.  Buktinya, acara sempat molor dua jam dari jadwal demi menanti kehadiran Gubernur Olly yg lagi menghadiri acara lainnya pagi kemarin.

Saya mencatat, Gubernur Olly sendiri tampil meyakinkan di forum yg ikut dihadiri banyak ilmuwan Unsrat dan beberapa Bupati dari luar Sulut tersebut. Disebut demikian, karena materi yang disampaikan Gubernur Olly berupa strategi nyata yg telah dilakukannya dalam memajukan pariwisata. Misalnya, saat Gubernur Olly mengatakan, alasan utama nya mengapa harus memajukan pariwisata?

“Ketika saya dilantik sbg Gubernur, saya melihat kondisi APBD Sulut masih memiliki keterbatasan dalam mempercepat penyelesaian sejumlah persoalan memajukan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.” kata Gubernur.Karena itu, Gubernur Olly, bersama Wagub Steven Kandouw, memutuskan pariwisata sebagai sektor yg harus digenjot dan menjadi leader. “Konektivitas udara dengan membuka penerbangan langsung termasuk ke cina salah satu strategi memajukan pariwisata,” tegas Gubernur.

Meski diakui Pak Olly, sempat mengalami tantangan terkait regulasi, tapi pihaknya berusaha melakukan lobi dan meyakinkan pemerintah pusat. Hasilnya? pariwisata pun booming. “Bandara, visa on arrival, imigrasi dan beacukai pun secara bersama kami benahi agar dilancarkan dalam pengurusan turis masuk di bandara,” kisah Gubernur. “Selain itu tentunya destinasi di daerah2 diperbaiki infrastruktur dan perbanyak atraksi festival,” tegas Gubernur.

Dalam konteks inilah, Staf Khusus Menteri Pariwisata secara spontan berujar tentang pidato Gubernur saat itu.
“Wah, kita di Jakarta baru mau mensosialisasikan strategi membangun pariwisata. eh Pak Olly sudah lebih dulu mengerjakan,” ujarnya, disambut aplaus meriah peserta rembuk nasional saat itu. Firdaus Ali selaku Ketua Panitia Rembuk Nasional menjelaskan, acara rembuk di sulut akan menjadi acuan untuk Rembuk Nasional bersama Presiden Jokowi di Jakarta pada Oktober nanti.

Anyway. Rembuk Nasional tentang Pariwisata Unggul Nasional di Sulut yg digelar di Unsrat Manado sudah berakhir. Apresiasi hebat bagi Rektor Unsrat Prof.Ellen Kumaat dan tim.
Thanks pemerintah pusat sdh percayakan Sulut sebagai lokasi penyelenggaraan.Kualitas acara nya sangat berharga bagi kemajuan Sulut khususnya, terutama dalam memperkaya ide untuk kemudian akan dibuatkan program nyata, terhadap kondisi destinasi yg masih sangat kurang, oleh Pemprov dan stakeholder.

Dengan begitu, kita optimis pariwisata Sulut kedepan, bisa lebih baik lagi, Apalagi spirit dan komitmen Gubernur Olly dan Wagub Steven sangat kuat memajukan daerah ini khususnya dari bidang pariwisata. “Pariwisata Sulut Hebat berbasis kerakyatan, adalah sebuah keniscayaan dengan komitmen bersama masyarakat dan sinerjitas kolaboratif para bupati dan walikota se Sulut,” kata Wagub Steven Kandouw dalam berbagai acara kepariwisataan daerah ini. Maju pariwisata Sulut. Torang maju, saling bergandengan, masyarakat, tokoh agama, pengusaha, LSM, Wartawan dan Pemerintah.
Torang rame2benahi yg masih kurang dgn infrastruktur yg ada.
Kurangi jo sikap pesimis dan mendramatisir kekurangan yg ada. Sebaliknya, satukan ide cerdas, wujudkan inovasi hebat tuk perbaiki dan perkaya infrastruktur dan kekurangan yg ada.

Torang yakin. Tuhan Maha Besar akan memberkati
tekat bersama kita semua mewujudkan
Sulut Hebat,
Rakyat Sulut Hebat!

#ODSK
#SulutHebat

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: