Connect with us

Berita Utama

Polresta Manado Tangkap Tiga Pria Debt Collector

PENGGUNAAN debt collector (penagih hutang) yang kerap bertindak di luar aturan, kerap menjadi sorotan masyarakat. Terkait aksi debt collector ini, Polresta Manado langsung bersikap tegas. Kabar terbaru, tiga pria berprofesi debt collector telah ditangkap dan dijadikan tersangka oleh Polresta Manado.

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol. F X Surya Kumara, SH didampingi Kasat Reskrim AKP Wibowo Sitepu, dalam jumpa pers Rabu (28/01/2018) lalu mengatakan, ketiga orang tersebut telah melakukan tindak pidana pencurian dan melanggar pasal 363 KUHP ayat 1 angka 4 jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Penangkapan terhadap tiga orang lelaki berinisial SM (25), VH (20), dan RR (37) dilakukan pada Sabtu (24/2/2018) pukul 17.00 wita,” ungkap Kapolresta seperti dilansir Tribratanews Humas Polda Sulut.

Dijelaskan, ketiga pria ini ditengarai telah melakukan pencurian mobil Ayla milik Regina dengan modus membuntuti, kemudian mengatasnamakan satu perusahaan finance, melakukan pencegatan di Jalan Kecamatan Tombariri. Setelah mendapatkan mobil tersebut, tiga tersangka langsung membawa mobil ke arah Manado.

Usai kejadian, korban datang ke SPKT Polresta Manado untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Dengan bergerak cepat, Tim paniki menangkap tersangka dan mengamankan satu mobil. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan apakah ada korban lainnya atau tidak,” ujar Kapolresta.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu menambahkan, ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena tidak memenuhi beberapa persyaratan saat melakukan penarikan mobil.

“Mereka juga dilaporkan dengan dugaan kasus pencurian kendaraan. Ini akan kita proses lanjut, sehingga debt collector lainnya bisa berkaca dari kasus ini. Karena tidak segampang itu melakukan penarikan kendaraan,” ujar Kasat Reskrim.

Lanjut Kasat, debt collector tidak dilarang melakukan penarikan kendaraan yang menunggak pembayaran, namun harus lengkap persyaratan. “Di antaranya menunjukkan akta fidusia, ada surat penunjukkan dari kantor, surat kerja, dan tentunya harus santun. Tiga tersangka tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam melakukan penarikan kendaraan, debt collector bisa juga didampingi polisi. “Namun anggota Polri itu hanya mendampingi. Misalnya ketika pada saat di perjalanan untuk eksekusi ada gangguan, contohnya ada yang tidak senang ketika kendaraannya ditarik, ada yang mengancam bahkan sampai mau menganiaya. Disitulah peran polisi,” terangnya. (trb/*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: