Connect with us

Berita Utama

Pilot Lion Air JT610 Sempat Meminta Kembali ke Bandara. Ada Apa?

Published

on

MISTERI penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, masih misteri. Penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut masih memerlukan waktu cukup lama. Namun faktanya, Pilot Lion Air JT 610, Bhavye Suneja, sempat meminta return to base atau kembali ke bandara sebelum pesawat tersebut jatuh. Dan saat itu pesawat baru mengudara 13 menit.

“Sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar,” ungkap Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis. Sempat disentil adanya masalah dalam control flight. Pihak AirNav juga mengaku telah menerima permintaan return to base itu dan memberikan prioritas kepada pesawat agar bisa segera kembali. Namun, belum sempat tiba di bandara, pesawat sudah hilang kontak.

“Dia cuma meminta return to base. Kita lihat, oke, kita berikan prioritas untuk return to base,” kata Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Harry Sirait, yang dilansir detikcom. “Tapi belum sempat, dia sudah lost contact,” sambungnya.

Pihak KNKT juga mengatakan pesawat sudah minta return to base atau kembali ke bandara 2 menit setelah take off. Alasannya, pilot merasakan ada hal yang harus membuatnya kembali. “Dua menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Namun penyebab pasti permintaan return to base itu masih jadi tanda tanya. Apalagi pihak BMKG menyebut tak ada masalah cuaca saat penerbangan berlangsung. “Informasi kondisi cuaca saat pesawat itu take off pada ketinggian antara 10.000 feet sampai 24.000 feet itu arah angin dari barat laut dengan kecepatan 5 knot. Jadi ini relatif lemah, tidak ada masalah dan dilaporkan tidak ada kondisi cuaca signifikan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

PILOT

Bhavye Suneja sendiri merupakan pilot dengan lebih dari 6.000 jam terbang. Dia juga didampingi kopilot, Harvino, yang punya 5 ribu jam terbang dan dinilai sudah berpengalaman. “Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan kopilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018). Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan permintaan return to base tersebut? “Kami sedang mempelajari alasan kenapa RTB, tapi kan di radio, di permintaan sudah di-approve dan sudah diperbolehkan, sudah diizinkan oleh AirNav untuk RTB ke Cengkareng,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Pesawat Lion Air JT 610 itu beroperasi sejak 15 Agustus 2018. Pesawat tersebut berjenis Boeing 737 Max 8 dengan nomor registrasi PK-LQP. Pesawat dinyatakan laik terbang. Meski demikian, pihak Lion Air mengakui sempat ada masalah pada pesawat sebelum penerbangan dari Denpasar pada malam sebelumnya. Namun masalah tersebut telah selesai diperbaiki dan pesawat dinyatakan laik terbang. (sbr/dtc/ts)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: