Connect with us

Berita Utama

Oma Alpiah Dapat Telepon dari Anak Jenderal AH Nasution

KODIM 1301 SaTal memberikan bingkisan kepada Oma Alpiah, saksi sejarah kelam G30 S/PKI

OMA Alpiah Makasebe, warga Tahuna yang merupakan pengasuh Ade Irma Nasution (korban G30 S/PKI), mendapat surprise di HUT TNI yang ke 72. Saksi kunci sejarah kelam kekejaman PKI itu mendapat kunjungan KODIM 1301 SaTal di hari TNI.

Yang lebih mengagetkan Oma Alpiah, dia tiba-tiba mendapat telepon dari Hendriyanti Sahara Nasution, yang tak lain adalah putri Almarhum Jenderal AH Nasution–salah satu jenderal yang dibunuh dalam peristiwa G30 S/PKI.

Saksi kunci sejarah kekejaman G-30S/PKI Oma Alpiah Makasebe (81), yang adalah pengasuh Ade Irma Nasution yang menjadi korban kena tembak keganasan G-30S/PKI, merasa terharu saat mendapat telepon dari putri sulung Jendral Besar Abdul Haris Nasution bernama Hendriyanti Sahara Nasution.

Ketika berbicara di handphone, terlihat raut muka Oma Alpiah bercampur aduk, antara gembira dan sedih. Kegembiran wanita tua itu, karena bisa mendengarkan suara Hendriyanti. Namun di saat yang sama, dia kembali terkenang atas peristiwa mengerikan, ketika Ade Irma Nasution–anak yang diasuhnya harus meregang nyawa dibunuh PKI.

“Kasihan Ade ditinggalkan sendiri… ditinggalkan sendiri. Alphia suka dekat dengan ade,” ucap Oma Alpiah sambil meneteskan air mata. Sebutan Ade merujuk pada Ade Irma Nasution. Nama Ade yang melekat pada Irma Nasution, merupakan panggiloan sayang-sayang yang diberikan Oma Alpiah ketika masih mengasuh putri kecil Jenderal AH Nasution.

Sementara itu, selain teleponan langsung dengan putri Nasution, Keluarga besar Kodim 1301/01 Satal turut menyerahkan bingkisan sebagai rasa empati, simpati dan terima kasih yang tulus kepada pengasuh Ade Irma bersama keluarga itu.

Dandim 1301 Satal melalui Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1301/Satal, Mayor Infanteri Sonny Saerang mengatakan, kunjungan dan pemberian yang diberikan bagi Oma Alpiah itu, merupakan wujud simpati dan empati sekaligus terima kasih yang tulus kepada pengasuh Ade Irma bersama Keluarga yang masih hidup. “Mengutip semboyan dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno, jangan sekali-Kali meninggalkan Sejarah atau disingkat “Jasmerah” karena semboyan tersebut ini bukan sekedar simbol saja. Dengan mengetahui sejarah bangsa Indonesia, maka seorang dapat menghargai kehebatan dan jerih payah pendahulunya dalam membangun dan mempertahankan negara tercinta Indonesia,” kuncinya. (ts/rv)

Trending

Copyright © 2017 PT. Tren Sulut Media Cemerlang l By. MIT

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: