Connect with us

Berita Utama

Masih Hidup, Pengasuh Korban G30 S/PKI Ade Irma Nasution Tinggal di Tahuna?

Foto Oma Alpiah yang disebutkan sebagai pengasuh Ade Irma Nasution, tampak dalam foto yang digenggamnya. (FB Cory Tatawi)

PERISTIWA kekejaman Gerakan 30 September PKI (G30 S/PKI) kembali menyeruak seiring momen tanggal 30 September. Menariknya, ada kabar yang beredar lewat media sosial (medsos) bahwa pengasuh Ade Irma Nasution–putri Jenderal AH Nasution yang ikut menjadi korban peristiwa kelam bangsa Indonesia itu, masih hidup. Informasi ini diungkap seorang warga dengan akun Facebook Cory Tatawi. Pada statusnya, Cory menjelaskan bahwa pengasuh Ade Irma Nasution saat ini masih hidup dan tinggal di Keluarga Dumuhung di Tahuna, Kabupaten Sangihe.

“Saking dekat dgn keluarga Jendral, kalung Ade Irma diberikan kepada Oma (pengasuh Ade Irma Nasution, red) ini dan sampai sekarang masih tersimpan baik. Walaupun sudah tua, tapi Oma masih boleh menceritakan kejadian malam (G30 S/PKI) itu. Dan ingaaaat sekali meskipun ditanya berkali-kali kejadian waktu itu. Oma Alpiah Makasebape ini yang diperintahkan untuk mengenali Mayat Piere Tendean dan nama “Ade” buat Irma Suryani Nasution. Itu panggilan kesayangan yg diberikan Oma ini… Lebih menyedihkan lagi dengar cerita Ade Irma meninggal dipelukan Oma Alpiah😢. Dan sampai sekarang beliau masih trauma akibat kejadian itu…sampai Kunjungan Kodim 1301 Satal 21 April lalu, beliau ketakutan skaliiii melihat baju TNI 😢 kasihan oma..,” ungkap Cory Tatawi dalam statusnya yang di-like 400-an akun FB. 

Informasi ini tentunya penting untuk ditelusuri, terutama untuk mendapatkan kisah sejarah yang lebih detail. “Menarik untuk didengar kisah dari pengasuh Ade Irma Nasution itu kalau memang benar adanya,” ungkap seorang warga Manado ketika membaca status FB dari Cory Tatawi. Apa yang disampaikan Cory cukup meyakinkan, karena disertai foto sang Oma Alpiah dengan foto Ade Irma Nasution hitam putih dalam sebuah bingkai tua. (ts/*)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Utama

“Natal Membawa Hidup”

Ibadah Natal Kolom 1 GYMC Direfleksikan Lewat Fragmen

IBADAH Perayaan Natal Kolom 1 Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC), bertempat di Kediaman Keluarga Sualang Karawoan, Sabtu (08/12/2018), direfleksikan lewat pementasan fragmen dan musikal bertemakan “Natal Membawa Hidup”.

ASM membawakan lagu Natal.

Pemasangan lilin natal.

Menariknya, pementasan drama Natal dimainkan sebagian besar oleh anggota kolom 1 dengan melibatkan unsur BIPRA (Bapa, Ibu, Pemuda/Remaja dan Anak Sekolah Minggu).

Seluruh anggota jemaat kolom 1 GYMC.

Diakhir ibadah, turut dibagikan diakonia untuk para pelsus, sekuriti dan petugas cleaning service. Pnt Careig Naichel Runtu SIP dalam sambutannya mewakili BPMJ GYMC menyatakan, berbagi kasih yang dilakukan jemaat kolom 1, merupakan hakiki dari spirit Natal itu sendiri.

Pemberian diakonia.

Penatua Kolom 1, Arther Ngantung didamping Syamas Feibe Karawaoan dalam kesempatan itu menyatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap seluruh undangan yang hadir, terlebih khusus seluruh anggota jemaat kolom 1 yang telah memberi diri bersama panitia HRG untuk menyukseskan perayaan natal pertama kolom tersebut. (ts/*)

Continue Reading

Berita Utama

Belanda Ingin Tutup 4 Penjaranya karena Tidak Ada Lagi Tahanan

PEMERINTAH Belanda berencana menutup empat penjaranya, karena tidak lagi punya tahanan. Pertimbangan penutupan ini adalah berdasarkan catatan angka kejahatan terendah sejak 1980.

Badan nasional statistik CBS dalam data yang dirilis pada awal 2018 ini menyebutkan, hanya terdapat 49 kejahatan per 1.000 penduduk.

Sejak 2013 lalu, pemerintah Belanda melaporkan bahwa mereka telah menutup 28 penjaranya. Tutupnya penjara-penjara ini adalah sebuah pertanda bahwa tidak lagi banyak orang yang melanggar hukum di Belanda.

Bahkan, pemerintah sempat mencari segala cara agar penjaranya tidak ditutup dengan bekerja sama dengan pemerintahan Norwegia untuk menampung tahanan dari negara yang terkenal dengan keindahan auroranya itu.

Turunnya jumlah tahanan di Belanda ini tidak lepas dari cara mereka memperlakukan tahanan. BBC mencatat kalau tidak sampai 10% tahanan yang kembali di tangkap dan dijebloskan ke penjara dalam kurun waktu dua tahun setelah dilepaskan. (kps/ts)

Continue Reading

Berita Utama

“Pohon Terang” Berusia 80 Tahun itu Akhirnya Dilepas Steve….

Steve dan pohon natal bersejarah di keluarganya

SEJAK Tahun 1937 hingga saat ini, Keluarga Steve Rose memiliki tradisi setiap natal menggunakan “Pohon Terang” (Pohon Natal) yang sama.

Pohon natal itu sudah berusia 80 tahun dan dipakai keluarga ini setiap tahunnya sebagai dekorasi menyambut natal.

Namun Steve Rose (74), kini akan segera melelang pohon natal tua bersejarah di keluarganya itu. Pohon natal itu merupakan pohon natal versi pertama di dunia yang diproduksi masal untuk komersial 80 tahun silam.

Steve merasa sudah saatnya tradisi keluarga yang tinggal di Woolworths itu segera ditinggalkan.

“Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi orang lain kesempatan untuk pohon Natal yang sederhana ini”.

Pohon natal itu akan dijual bersama lampu-lampunya Mr Rose beserta pernak-perniknya, dan diperkirakan senilai £ 200-300.

Guru biologi yang sudah pensiun ini mengaku, harus melepas ‘barang pusakanya’, karena dia tidak memiliki anak untuk diwariskan pohon natal itu. (sbr/ts)

 

Continue Reading

Berita Utama

Wawali Manado: Tidak Ada Main Mata di Seleksi CPNS Manado

Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan.

TIDAK ada main mata dan sistem jatah-jatahan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado 2018. Semua dilakukan secara transparan dan tidak ada rekayasa.

Hal ini ditegska  Wakil Walikota (Wawali) Manado Mor Dominus Bastiaan SE.

Saat ini selemsi menghasilkan 50 peserta seleksi yang dinyatakan lulus Passing Grade, dan 149 lainnya bakal lulus dengan sistem Ranking nantinya.

“Seleksi CPNS Kota Manado beberapa waktu lalu telah dilakukan se-transparan mungkin. Tidak ada main mata apalagi jatah-jatahan, karena hasil penilaian dalam seleksi CPNS tersebut ditentukan melalui sistem. Jadi tidak ada intervensi untuk menentukan siapa-siapa yang lulus,” tukas Wawali Mor Bastiaan, Senin (03/12/2018).

Menurutnya, sering kali terjadi salah pemahaman dan salah pengertian di tengah masyarakat, karena informasi yang disampaikan kurang transparan dan tidak mudah dimengerti.

Oleh sebab itu, Wawali mengajak masyarakat untuk melihat informasi penerimaan CPNS di website Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado.

Wawali Mor Bastiaan menambahkan, bagi mereka yang lulus Passing Grade, masih harus melanjutkan pada tahapan berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. “Jadi meski para peserta CPNS sudah lulus Passing Grade, bukan tidak mungkin mereka tidak direkrut karena batasan jumlah formasi yang ada,” ujar Wawali Mor.

Kepala BKD Manado Corry Tendean SH menjelaskan, alokasi formasi yang diberikan pemerintah pusat untuk Kota Manado pada penerimaan CPNS tahun 2018, sebanyak 199 formasi. Sedangkan mereka yang lulus Passing Grade dalam SKD yakni 50 orang. Dalam SKB nanti, terdapat 323 peserta yang terdiri dari 50 peserta yang lulus Passing Grade dan 273 peserta Ranking. “Dari 50 peserta yang lulus Passing Grade, ada 9 yang gugur karena kelebihan peserta,” jelas Tendean. (hms/ts)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: