Connect with us

Berita Utama

Gudang Garam Group Invest Triliunan Rupiah Pariwisata di Sulut?

Heboh Tetempangan Bakal Disulap Mirip Disneyland Hongkong

Published

on

Tetempangan Hill milik Wenny Lumentut.

PERNYATAAN menarik dilontarkan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Pimpinan DPRD Sulut Wenny Lumentut. Ada investor yang siap menanamkan investasi triliunan di Sulut untuk membangun kawasan pariwisata terintegrasi, meliputi hotel dan wahana mainan sekelas Disneyland Hongkong.

Disneyland Hongkong.

Lokasi yang dibidik adalah Puncak Tetempangan (Hill), Koha, Kabupaten Minahasa yang dimiliki Wenny Lumentut. Tetempangan Hill sendiri saat ini merupakan salah satu destinasi turis untuk menyaksikan keindahan sebagian kota Manado. Lokasi tersebut juga merupakan spot untuk paragliding.

Investasi untuk mengubah Tetempangan Hill menjadi obyek wisata kelas dunia itu tak tanggung-tanggung nilainya, mencapai Rp2 Triliun. Lalu siapa investor tersebut? “Gudang Garam (GG) Group,” ungkap Wenny Lumentut ketika dikonfirmasi trensulut.com.

Wenny Lumentut di lokasi Tetempangan Hill.

Sebelumnya, Gubernur Olly mengakui investasi bernilai Rp 2 triliun itu untuk membangun tempat pariwisata, resor, wahana bermain, roller coaster, olahraga dirgantara. Bahkan Olly memastikan, September 2018 nanti, sudah akan diurus perizinan yang dibutuhkan. “Ini bukan investor sembarangan,” tukas gubernur.

Namun sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari GG Group untuk melebarkan investasinya di bidang pariwisata di daerah ini. GG Group sendiri memang mulai membidik bisnis lainnya selain rokok. Mereka kini mempunyai usaha jasa seperti hotel melalui saham di PT Surya Raya Indah yang kini mengoperasikan Hotel Grand Surya dan Merdeka di Kediri.

GG Group juga telah membentuyk PT Suryawisata yang bergerak dalam jasa pariwisata. Jika memang Tetempangan Hill akan disulap menjadi areal pariwisata mewah, tentunya GG Group akan melakukan investasi lewat PT Surya Wisata dan Surya Raya Indah.

Sebelumnya, diketahui PT Gudang Garam Tbk juga telah melakukan investasi di luar rokok ketika mematok biaya tak lebih dari Rp 10 triliun untuk pembangunan bandara di Kediri. Perusahaan rokok ini juga tak memasang target bisnis dari pembangunan bandara tersebut. Kediri memang memiliki tempat istimewa bagi GG, karena di sanalah perusahaan rokok ini memulai.

Merupakan keuntungan besar bagi Manado, Sulut pada umumnya jika GG Group akan berinvestasi triliunan di daerah ini. Sebelumnya juga GG Group sudah pernah berinvestasi lewat bendera PT Kawanua Kahuripan Pantera. Menarik ditunggu kebenaran investasi GG Group ini. (ts/sbr)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: